
Ada yang bilang, cinta tidak akan datang semudah saat kamu pergi belanja.
Ada yang bilang, cinta harus dikejar sama seperti kamu mengejar sebuah bus untuk pergi bekerja.
Ada yang bilang, cinta harus ditunggu agar kebahagiaan bisa datang dan membuat cinta semakin berwarna.
Tapi, yang aku ingin tanyakan di sini adalah..
Berapa kali aku harus terus mengatakan cinta?
Berapa lama aku harus menunggu nya?
Di ujung gelisah aku tak bisa sedetik pun tidak ingat kamu..
Namun dirimu masih begitu, mengacuhkan aku, seolah tak mau tahu..
Luka, luka, luka..
Hanya luka yang aku rasakan..
Bertubi-tubi, terus yang engkau berikan..
Aku tidak sadar jika Cintaku bertepuk sebelah tangan..
Aku hanya bisa balas senyum keindahan..
Bertahan satu cinta..
Ya.
Bertahan satu Cinta..
Bertahan satu cinta
Bertahan satu Ce, i, en, te, A
Cinta.
Aku yang sabar menanti cinta diantara cinta kalian, kini kesabaranku itu mulai luntur di hengkang oleh waktu. Sesekali, badai menyapu kesabaranku dan membawaku pergi terbang yang jauh dan memberikan pengharapan yang baru.
Mas Alvino, Suamiku..
Pernahkah engkau sejenak mengingat aku?
Pernahkah ingat walau seperti angin berlalu?
Di setiap malam, aku tak sedetik pun tak ingat kamu..
Namun dirimu masih begitu, acuhkanku, tak mau tahu. Kamu bahkan mungkin tidak berusaha untuk mencari aku.
Lalu kenapa aku masih terus memikirkan kamu? kebodohan apa yang sudah merasuki diriku?
"Netizen, jangan menghakimi aku karena aku masih mengharapkan cinta dari suamiku. Wajar saja aku melakukan itu, disaat aku tidak memiliki siapapun selain orang yang masih berstatus sebagai suami ku."
Husna menangis dan itu menimbulkan rasa kepo dari sang nenek.
"Husna, jangan menyalahkan netizen yang menganggap kamu bodoh karena menanti cinta dari pria yang tidak benar-benar akan memberikan cinta kepada kamu.'
"Nenek..."
"Nenek sependapat dengan para netizen, tidak seharusnya kamu terus mengharapkan Alvino. Terlebih lagi, dia yang langsung berpikiran negatif tanpa mencari tahu terlebih dahulu sebab dan akibatnya."
"Kenapa aku terus merasakan luka. Bertubi-tubi-tubi Tuhan berikan ujian cinta dalam kehidupan rumah tanggaku. Tuhan membuat cintaku bertepuk sebelah tangan. Walaupun aku balas senyum keindahan, tapi aku adalah wanita biasa yang sangat terluka."
"Jangan membodohi diri sendiri dengan menunggu pengharapan yang tidak akan ada habisnya."
Nenek kemudian pergi meninggalkan Husna, membiarkannya berpikir untuk tidak terlalu berharap pada sesuatu yang tidak pasti.
Husna menatap langit yang mulai menurunkan hujan..
Bagaimana jika aku tidak ditakdirkan untuk bahagia?..
__ADS_1
(What if I wasn't meant to be happy?)
Dan bagaimana jika saya lebih percaya pada kebohongan daripada bintang-bintang di langit?..
(And what if I believed in more lies than the stars up in the sky?)
Jangan bersinar terlalu terang..
(Don't shine so bright)
Sekarang kau bukan milikku..
(Now that you're not mine)
Jangan bilang kamu menyesal dan jangan bilang aku milikmu...
(Don't say you're sorry and don't say I'm yours)
Saat aku bukan satu-satunya yang membuatmu jatuh cinta..
(When I'm not the only one that you're falling for love)
Jangan katakan kau mencintaiku karena itu hanya memperburuk keadaan..
(Don't say you love me 'cause it just makes it worse)
Aku kehilangan keseimbangan di ujung kata-katamu..
(I'm losing my balance on the edge of your words)
Saya berteman dengan langit-langit..
(I'm making friends with the ceiling)
Sementara Anda sibuk tidur..
(While you're busy sleeping)
Di sisi lain..
Dari tempat tidur seseorang malam ini..
(Of someone's bed tonight)
Benci karena aku merindukanmu..
(Hate that I miss you)
Setelah semua yang telah Anda lakukan..
(After all that you've done)
Aku tidak akan pernah lupa bagaimana kamu melupakan kita..
(I'll never forget how you forgot about us)
Lupa tentang kita. Hanya kamu...
(Forgot about us. Only you)
Tahu bagaimana membuat hatiku hancur..
(Know how to make my heart break)
Ketahui kata-kata untuk diucapkan agar semuanya baik-baik saja..
(Know the words to say to make it all alright)
Anda seharusnya tidak pernah meletakkan ponsel Anda..
(You shoulda never put your phone down)
__ADS_1
Sungguh cara yang bodoh untuk mencari tahu..
(What a stupid way to find out)
Lebih baik tinggalkan tempat ini dan hilangkan pikiranku..
(Better leave this place and get you off my mind)
Sekarang kau bukan milikku..
(Now that you're not mine)
Aku kehilangan keseimbangan di ujung kata-katamu..
(I'm losing my balance on the edge of your words)
Saya berteman dengan langit-langit..
(I'm making friends with the ceiling)
Setelah semua yang telah Anda lakukan..
(After all that you've done)
Aku tidak akan pernah lupa bagaimana kamu melupakan kita..
(I'll never forget how you forgot about us)
Lupa tentang kita.
(Forgot about us.)
Aku berdoa kepada Tuhan agar aku tidak pernah bertemu kamu lagi..
(I pray to God that I never met you again)
Kamu meremehkan hal-hal yang menjauhkan tanganmu dari tangan aku..
(You trivialize the things that keep your hand from mine)
Apakah aku ingin melupakan kehidupan?
(Did you want to forget about life?)
Jika kamu bertanya padaku, maka jawaban aku, iya...
...----------------...
Keesokan harinya, Husna menandatangani berkas ijin bagi Alvino dan Helena untuk mencatatkan pernikahan mereka di mata negara, sebagai pelengkap berkas pernikahan yang sudah Alvino masukan ke catatan KUA negara. Sehari setelah Helena dan Alvino pulang berbulan madu ke Bali.
Husna meminta Elvio untuk mengirimkan berkas itu ke alamat kantor Alvino.
Elvio tersenyum saat mengetahui bahwa itu adalah berkas perizinan pernikahan Helena dan Alvino, dan juga berkas pengajuan perceraian dari Husna untuk Alvino.
"Bismillahirrahmanirrahim, insya Allah aku ikhlas dan kuat untuk menjalani kehidupanku. Aku akan menjadi single Mom paling kuat diantara single Mom yang lalu. Semoga suatu saat aku akan dipertemukan dengan wanita hebat, sehingga aku bisa belajar banyak darinya."
Husna memilih untuk melepaskan segala bentuk bayang-bayang Alvino dalam dirinya dan memulai hari dengan pribadi yang baru.
Nenek dan kakek merasa bahagia karena Husna sudah benar-benar meninggalkan apa yang membuatnya terluka.
"Semoga langkah pertama yang kamu ambil ini akan membawamu menuju jalan kebahagiaan yang hakiki," ucap nenek setelah Elvio pergi.
"Terima kasih, nek."
"Ingat. Mengejar kebahagiaan adalah ungkapan yang paling konyol, jika kamu mengejar kebahagiaan, kamu tidak akan pernah menemukannya. Yang kamu perlukan adalah menciptakan kebahagiaan itu sendiri," imbuh kakek.
Husna tersenyum sambil bergantian memandang ke arah kakek dan nenek.
Ah, Kenapa aku terus terpuruk karena kehilangan cinta suamiku, jika aku bisa mendapatkan yang lebih disini.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...