
Alviana dan suaminya datang untuk menjemput Anisa dan berniat mengajak Anisa untuk pergi jalan-jalan.
Walaupun sebenarnya berat meninggalkan Anisa bersama dengan keluarga Alviana, Namun karena alfiana terus memaksa ditambah dengan Anisa yang tidak mau jauh dari Elvio. Membuat Husna akhirnya mengalah dan membiarkan Anisa ikut bersama dengan keluarga Alviana.
"Husna, kami rasa sudah seharusnya kamu memberikan jawaban atas pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh Elvio," ucap Salsabila.
"Benar, walaupun kami tahu bahwa kamu sanggup untuk menjadi ayah dan juga Ibu bagi Anisa. Namun, sejatinya Anisa lebih membutuhkan sosok Ayah yang benar-benar seorang ayah."
"Lagi pula, Elvio bukan saudara kandung dari Alvino. Jadi kamu bebas untuk menjalin hubungan yang baru bersama dengan Elvio."
"Betul, lagipula sekalipun dia masih memiliki hubungan darah bersama dengan Alvino. Kamu tetap bisa menjalin hubungan rumah tangga dengannya karena status kamu dan Alvino sudah bercerai."
Saat Husna sedang berpikir untuk menjawab pertanyaan dari para rekannya. Ponsel nya berdering dan itu adalah panggilan dari rumah sakit yang ada di kota.
Husna menerima panggilan itu dan terlihat berbicara serius melalui sambungan telepon.
Setelah nya, Aku senang mengatakan kepada para rekannya bahwa di rumah sakit pusat sedang kekurangan perawat untuk pengasuhan anak-anak yang banyak sekali datang untuk dirawat ataupun sekedar menjalani kehidupan yang baru.
Salsabila memutuskan bahwa mereka harus kembali ke rumah sakit untuk sementara waktu, beberapa yang lainnya setuju kecuali Husna.
"Husna, Bukankah hubungan kamu dan dia sudah berakhir. Tidak seharusnya kamu terus menerus bersikap seperti ini seolah-olah kamu ingin menghindari dia."
__ADS_1
"Benar, anggap saja bahwa kamu bertemu dengan teman lama jika memang nanti kamu akan bertemu dengannya.,"
Keputusan yang berat. Namun, Husna memilih untuk bersikap profesional dan kembali ke kota bersama dengan teman-temannya setelah beberapa hari.
Husna dan teman-temannya kembali ke kota bersama dengan Elvio.
"Ibu, apa kita akan ke rumah Ayah?" tanya Anisa.
"Itu..."
"Ya sayang, Anisa akan ke rumah ayah dan akan tinggal di sana bersama dengan ibu. Apa Anisa senang?" tanya Elvio.
"Kebahagiaan dapat kamu jadikan sebagai pengingat bahwa di dalam hidup ini ada kalanya dipenuhi cobaan, dan untuk mencapai kebahagiaan kita perlu bekerja keras. Lihatlah betapa bahagianya Anisa saat ini. Jangan coba untuk merenggut kebahagiaan itu hanya karena hatimu masih takut untuk memulai kehidupan yang baru," bisik Salsabila.
"Aku tahu kamu sempat trauma dengan kehidupan rumah tangga kamu yang sebelumnya, tapi kamu harus tahu bahwa tidak semua pria akan memperlakukan kamu seperti saat kamu diperlakukan oleh pria sebelumnya."
Husna hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Salsabila.
...----------------...
Husna tinggal di apartemen milik Elvio yang sudah lama tidak pernah di tempati, Elvio bersedia menjaga Anisa selama dia berada di rumah sakit.
__ADS_1
Elvio berhasil meyakinkan Husna bahwa Alvino tidak akan pernah menemukan Anisa.
Tiga hari kembali bekerja di rumah Sakit itu membuat Husna perlahan mulai menyadari setiap kata-kata yang teman-temannya ucapkan kepadanya.
Ya, sepertinya memang aku harus memikirkan tentang kehidupanku di masa mendatang dan juga kehidupan masa depan dari putriku. Aku tidak mau terlalu merenung seperti ini sehingga mereka mengatakan bahwa aku masih berharap pada cinta yang lama.
Aku harus bangkit dan aku siap untuk memulai kehidupan yang baru..
...----------------...
...----------------...
Note : Maaf yaa, percuma dikit karena memang beberapa hari ini sangat sibuk di dunia nyata.
Besok akan di sambung lagi yaa, beberapa part menuju ending..
Terima kasih yang sudah mau mengikuti cerita ini. Jangan lupa untuk mampir ke nopel Mak phi-khun yang lain...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1