
Malam itu juga, Alvino memutuskan untuk pergi ke Mansion dan bertemu dengan sang Mama.
"Mama.." panggil Alvino saat melihat Mama berada di ruang keluarga dan tengah menonton berita acara malam itu.
"Ada apa lagi kamu kesini?" ketus Mama.
"Ma, tolong beritahu Alvino di mana keberadaan Husna?"
Mama mematikan televisinya dan menata tajam ke arah Alvino.
"Memangnya Helena ke mana sehingga sekarang kamu baru menyadari jika Husna sudah pergi?"
"Mama..."
"Bukankah kamu selalu ingin menghabiskan waktu bersama dengan Helena? Mama sudah meminta Husna untuk pergi agar kamu bisa menghabiskan waktu selama yang kamu mau bersama dengan Helena."
"Ma, Helena sekarang sudah ada di sel tahanan."
Mama yang mendengar itu tentu saja sedikit terkejut, namun dia berusaha untuk tetap bersikap normal.
"Baru kali ini Mama mengetahui jika ada suami yang membicarakan istrinya sendiri."
"Bukan Alvino yang membuat Helena berada di sel tahanan, tapi Mama nya sendiri. Dia sudah melakukan kesalahan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dari Papa Helena."
"Alvino, Kenapa kamu menceritakan cerita yang bahkan Mama tidak tertarik untuk mendengarnya?"
Alvino tertunduk.
"Ma, tolong beritahu Alvino di mana Husna sekarang?"
"Untuk apa? agar kamu bisa menyakitinya lagi?"
"Mama..."
"Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mulai dari kebutuhan, keinginannya, hingga pendidikan yang layak. Beragam cara pun dilakukan seorang orang tua agar anak-anaknya bisa tumbuh menjadi orang yang memiliki budi pekerti baik dan berguna bagi orang lain. Salah satunya dengan memberikan contoh dan tindakan yang baik. Selain dengan memberikan teladan, orang tua juga senantiasa memberikan nasihat yang membangun."
"Sayangnya Mama tidak melihat kamu menggunakan nasehat yang selalu mama dan almarhum Papa kamu berikan."
"Alvino mengaku bahwa Alvino salah. Ijinkan Alvino untuk memperbaiki keadaan." Alvino bluetooth di hadapan sang Mama berharap Mama akan iba dan memberitahu keberadaan Husna serta memberikan kesempatan untuk Alvino memperbaiki keadaan.
"Kekecewaan adalah semacam kebangkrutan, kebangkrutan dari sebuah jiwa yang bertaruh terlalu banyak pada keyakinan dan harapan."
"Husna terlalu yakin dan banyak berharap suatu saat kamu bisa mencintainya dengan tulus, hingga kemudian Husna merasa bahwa itu tidak akan pernah berubah selama masih ada Helena di dalam hati kamu. Jadi Mama mendukung keputusannya untuk pergi jauh darimu agar dia mendapatkan kebahagiaan dari sisi yang lainnya."
__ADS_1
"Mama..."
"Nikmati saja waktu yang ada yang bisa kamu habiskan bersama dengan Helena. Bukankah dari awal kamu juga tidak ingin Husna menjadi istri kamu kan?"
"Mama sekarang tahu bahwa orang yang bicara tentang kesedihan adalah yang merasakan sakit. Namun, mereka yang diam justru lebih tersakiti. Seseorang tak akan pernah kecewa pada cinta yang diberikan. Melainkan pada cinta yang ia harapkan."
"Husna terluka karena dia terlalu berharap akan cinta."
Tak lama berselang, Elvio datang. Alvino segera menghampiri Elvio dan menarik kerah pakaian nya.
"Katakan dimana Husna?"
"Cosa ti fa pensare che io sappia dove si trova Husna?"
(apa yang membuatmu berpikir bahwa aku mengetahui keberadaan Husna?) tanya Elvio dengan santai.
"Ascolta, non ho dimenticato quando hai detto che non avresti esitato a prendere Husna se ti avessi ferito. Senti, ho commesso un errore. ma non ti lascerĂ² avere Husna."
(Dengar aku tidak lupa saat kamu mengatakan bahwa kamu tidak segan-segan akan merebut Husna saat aku menyakitimu. Denger, aku memang melakukan kesalahan. tapi Aku tidak akan membiarkan kamu memiliki Husna).
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak berusaha untuk mencari tahu keberadaan sendiri?"
Elvio melepaskan cengkraman tangan Alvino dan berjalan menuju sang Mama.
Elvio terlihat membisikkan sesuatu pada sang Mama yang membuat sang Mama menutup mulut karena terkejut.
"Ya, Naomi yang memberitahukan ini kepadaku."
Mama segera pergi naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya, tanpa mempedulikan Alvino yang terus memanggil.
Alvino kembali mendatangi Elvio, dan terus mengulang pertanyaan tentang keberadaan Husna.
"Sampai mati pun aku tidak akan pernah memberitahu keberadaan Husna. Husna adalah permata yang tidak pantas berada di tangan pengepul seperti kamu."
Elvio segera pergi setelah dia menyampaikan apa yang diucapkan Naomi kepadanya tentang Husna.
Alvino merasa frustasi, dia memilih untuk bermalam di mansion dan tidur di dalam kamar yang dulu dia tempati bersama dengan Husna.
Husna..
Apakah kamu mendengar itu?
Hatiku menjerit, berharap kau kembali.
__ADS_1
Aku tahu aku telah melukai hatimu, aku harap kamu masih memiliki cukup ruang untuk memberikan aku kesempatan.
Aku masih mencintaimu, sayang sekali kamu tidak ada di sini untuk mendengarnya.
Aku tidak pernah berbohong saat aku mengatakan bahwa aku mencintaimu.
Aku menyadari bahwa aku sangat mencintaimu saat kamu sudah tidak ada lagi di samping ku.
Husna, aku mohon kembalilah padaku.
...----------------...
Percakapan yang terjadi antara Naomi dan Elvio saat mereka dalam perjalanan kembali ke kota adalah,
"Naomi, menurutmu apa alasan Husna tidak ingin kamu lebih lama tinggal di sana dan menemaninya?"
"Aku rasa Husna belum siap untuk memberitahukan bahwa dirinya tengah hamil."
"Hamil?" Elvio terkejut saat mendengar pernyataan dari Naomi yang mengatakan bahwa Husna sedang hamil.
"Ya, aku sering melihatnya mual saat pagi hari. Saat aku membantu untuk mengecek luka jahit pada kaki dan juga lengan Husna. Aku juga memeriksa bagian perut tanpa Husna sadari. keyakinanku jika Husna hamil di dukung saat aku tidak sengaja menemukan tespek di dalam tempat sampah yang ada di kamar Husna."
"Menurutmu kenapa Husna merahasiakan kehamilannya ini?"
"Jika lihat dari sudut pandang Husna yang sedang terluka karena perlakuan suaminya, aku rasa Husna takut jika kamu memberitahu Alvino tentang kehamilannya."
"Siapa yang sudi memberitahu perihal kehamilan ini kepada laki-laki tidak bermoral sepertinya. Aku tahu walaupun Alvino masih bisa menjadi suami Husna. Tapi aku sungguh tidak rela Husna kembali kepada Alvino. Aku harus menceritakan hal ini kepada Mama."
"Jangan."
"Aku tahu kekhawatiran kamu, aku yakin Mama juga akan memiliki pemikiran yang sama seperti aku. Tidak akan membiarkan Alvino mengetahui bahwa aku sudah hamil."
Bener saja, saat Mama mengetahui bahwa Husna hamil dari Elvio. Mama langsung menyimpulkan bahwa Husna tidak ingin jika ada yang mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.
"Nak, Mama berjanji tidak akan membiarkan Alvino sampai menemukan kamu, sebelum kamu sendiri yang datang ke sini dan siap untuk bertemu dengan Alvino."
Di penjara...
Helena benar-benar tidak menyangka jika perbuatannya bisa menghilangkan nyawa sang ayah. Tapi, bukan Helena namanya jika dia diam saja ketika dia berada di dalam sel tahanan yang dingin dan hanya beralaskan tikar.
"Aku harus keluar dari sini, Alvino dan Mama tidak boleh memenjarakan aku."
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...