MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 68 : Rumah sakit


__ADS_3

Alvino sedang berkendara dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit setelah dia mendapat telepon dari kantor polisi, yang mengatakan bahwa Helena dibawa ke rumah sakit siang ini.


Sesampainya di rumah sakit, Alvino juga melihat Mama dan adik Helena yang masih ada di sana.


"Mama?"


"Alvino.."


"Alvino tidak tahu kalau kalian masih ada di sini, Alvino pikir kalian sudah pergi meninggalkan negara ini."


"Entah lah nak, Kami merasa tidak tega untuk meninggalkan Helena, walaupun sebenarnya kami masih ingin melihat Helena dihukum agar dirinya merasa jera, dan tidak lagi berbuat sesuatu yang justru akan merugikan dirinya sendiri."


Alvino menghela nafas panjang kemudian mengajak mama untuk masuk ke dalam ruangan tempat di mana Helena dirawat.


Menurut informasi yang didapatkan Alvino dan juga mama Helena, Helena dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya mengalami mual muntah dan demam tinggi. Helena sudah dirawat di klinik yang ada di sel tahanan. Namun, karena kondisinya semakin memburuk. Pihak kepolisian memutuskan untuk membawa Helena ke rumah sakit.


Mama, Lalisa dan Alvino memasuki ruangan dan dia melihat Helena sedang tertidur dengan wajah yang pucat.


"Mama dan Lalisa temui Helena dulu. Aku akan memastikan bahwa sakit yang sedang diderita Helena bukan karena kanker yang dia derita," ucap Alvino.


Mama tersenyum dan menganggukkan kepala, dia sangat bersyukur walaupun Alvino sudah bukan lagi menjadi suami Helena. Alvino masih peduli terhadap Helena bahkan mau datang setelah polisi menghubunginya.


Alvino segera menuju ruangan dokter untuk bertanya perihal Helena. Karena dokter yang dulu menangani Helena sedang ada tugas di luar negeri, membuat albino tidak bisa mendapatkan informasi apapun mengenai Helena.


Dokter jaga hanya mengatakan apa yang terjadi dengan Helena karena Helena belum terbiasa dengan kondisi dingin dan lembab yang ada di sel tahanan.


Alvino akhirnya kembali ke ruangan Helena, dia melihat bahwa Helena sudah sadar.


Helena tersenyum saat melihat kedatangan Alvino


Wes wq


"Al..."


"Bagaimana keadaan mu?"


Helena sedikit kecewa karena kali ini sikap Alvino jauh lebih dingin dari sikap yang dia tunjukkan sebelumnya.

__ADS_1


"Al..."


"Aku sudah berbicara dengan dokter, tapi sepertinya dokter yang dulu merawat kamu sedang tidak ada jadi semoga saja apa yang sedang kamu alami bukan karena kanker yang kamu derita," ucap Alvino dingin.


"Al, bukankah aku sudah mengatakan kepadamu. Aku hamil. Jadi wajar saja jika aku mengalami gejala seperti ini."


"Terserah kamu mau mengatakan apa, aku tidak peduli dan tidak ingin tahu."


"Al, kamu tidak boleh bersikap seperti itu kepada aku yang akan memberikan keturunan kepada kamu."


"Kamu juga tidak bisa bersikap seperti ini hanya untuk mendapatkan perhatian dari aku."


"Al, apa kamu merasa bahwa apa yang aku katakan ini adalah sebuah kebohongan?"


"Apa kamu merasa bahwa aku akan percaya dengan setiap ucapan yang kamu katakan setelah kamu berulang kali bohong kepadaku?"


Helena terdiam, dia tidak tahu jika dia sudah menorehkan luka yang teramat dalam pada Alvino, sehingga Alvino begitu marah padanya.


Lalisa memberikan kode kepada sang Mama untuk keluarga memberikan ruang bagi Husna dan Alvino untuk berbicara.


"Penyesalan bisa dialami siapa saja dan hal wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Tetap semangat dalam menjalani hidup dan yang perlu diingat adalah menjadikan penyesalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik," ucap Alvino masih pada posisi dan juga nada suara yang sama.


"Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu akan lebih bertambah menyesal.," imbuh Alvino.


Helena menunduk sambil meremas selimut yang menutupi kakinya, bulir air mata mulai membasahi pipinya.


"Harus dengan cara dan tindakan apa agar kamu mengerti bahwa aku sudah menyesali perbuatan ku."


"Tidak perlu bertanya padaku karena aku yakin kamu sudah tahu tindakan apa yang seharusnya kamu lakukan, Bukankah sebelumnya kamu selalu tahu tindakan apa yang harus kamu lakukan saat kamu menginginkan sesuatu?"


"Hiks... hiks. Al, aku mohon percayalah. Aku sedang hamil, dan ini adalah buah cinta kita. Sesuai dengan keinginanku yang ingin menghadirkan buah hati diantara cinta kita."


"Jangan pernah mengatakan kata cinta lagi, cinta kita sudah berakhir bahkan berkas perceraian kita sudah resmi dikeluarkan oleh pengadilan agama. Aku akan segera mengirimkannya kepadamu."


"Al, apa sebegitu menyesalnya kamu terhadap aku? apa sekarang kamu benar-benar menyesal karena telah mengenal diriku?"


"Mengenalmu tak pernah membuatku menyesal. Hanya saja penyesalanku ada ketika terlalu memberikan kepercayaan yang besar dan akhirnya di sia-siakan."

__ADS_1


"Maaf Helena, Aku harus pergi karena tidak baik bagi kita untuk berdua di satu ruangan mengingat kita sudah bukan lagi pasangan suami istri."


Alvino segera pergi meninggalkan ruangan Helena, tidak lagi menoleh atau mendengarkan panggilan Helena yang terus memanggil namanya.


Alvino benar-benar merasa kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh Helena sehingga membuat Husna pergi ke tempat yang tidak bisa dia jangkau.


"Aku akan datang ke sini lagi untuk berbicara dengan dokter sebelum memutuskan apakah harus terus berjalan hingga meja hijau, atau aku akan memberikan pelanggaran atas tindakan yang diperbuat oleh Helena," ucap Alvino pada Mama Helena sebelum pergi meninggalkan sakit.


Mama dan Lalisa memilih masuk dan menemui Helena walaupun sebenarnya rasa kecewa dan sakit hati masih terasa di hati keduanya.


"Mama, tidak bisakah Mama membantu aku untuk membujuk Alvino agar tidak menceraikan aku? aku sedang hamil ma. Sungguh, aku tidak berbohong dengan apa yang aku katakan," ucap Helena dengan suara khas orang menangis.


"Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."


"Ini adalah buah dari benih tindakan yang selalu kamu tanam yang mencoba untuk menyingkirkan Husna dari kehidupan Alvino. Lebih baik, kamu terima hasil dan juga hadiah dari perbuatan kamu."


"Ada yang bilang bahwa keluarga akan selalu mendukung apapun keputusan anaknya dan melakukan apapun demi kebahagiaan sang anak, sayangnya aku tidak pernah menemukan yang seperti itu pada keluargaku sendiri."


Plak !!


"Jaga bicara kamu Helena, jika bukan karena masih ada rasa sayang di dalam hati ini sebagai seorang ibu kepada anaknya. Aku anaknya sudah meminta polisi untuk menghukum mati dirimu, karena kamu sudah tega menghilangkan nyawa ayahmu sendiri."


Helena memegangi pipinya yang terlihat merah karena tamparan keras dari sang Mama.


"Aku sedang hamil dan Alvino tidak boleh menceraikan aku. Aku harus tetep menjadi istri Alvino, Aku tidak ingin jika bayi ini lahir tanpa seorang ayah."


"Jika memang kamu hamil, maka hargai apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagian tak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah dimiliki."


"Belajarlah dari setiap kesalahan yang sudah merugikan diri kamu sendiri, Helena. Sebelum semuanya terlambat dan tapi tidak memberikan kamu kesempatan untuk meraih kebahagiaan di dunia ini."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2