MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 21 : Rumah sakit.


__ADS_3

Plak !!


"Aku sudah mempercayakan putriku untuk kamu jaga, ternyata kamu lalai menjaganya sehingga dia jatuh dari lantai 2." pekik papa Helena dengan nada marah.


Alvino terdiam sambil menahan rasa sakit akibat tamparan dari papa Helena.


"Maaf paman, ini bukan sepenuhnya salah mas Alvino, ini murni kecelakaan. Kami, saat itu berada di dalam kamar yang sedang berbicara tentang kepulangan Helena yang sudah mulai sehat. Saat itu, saya juga melihat Helena masih berada di dapur untuk membantu saya menyiapkan makanan." terang Husna.


"Saya dan suami, benar-benar tidak mengetahui kenapa Helena bisa jatuh dari lantai 2." imbuh Husna.


"Papa, tolong kendalikan diri papa." ucap Mama.


Husna segera menyuruh Alvino untuk menghubungi keluarga Helena, setelah mereka membawa Helena ke rumah sakit.


Awalnya Alvino tidak ingin memberitahu keluarga Helena, karena Alvino tahu pasti keluarganya akan menyalahkan Alvino atas insiden yang menimpa Helena.


Husna terus mendesak Alvino, dengan mengatakan bahwa keluarganya berhak tahu atas apa yang terjadi pada Helena.


"Lebih cepat keluarganya tahu itu akan lebih baik." ucap Husna yang akhirnya membuat Alvino menghubungi orang tua Helena dan mengatakan tentang isi dan yang terjadi.


Dengan bantuan Alvino, keluarganya bisa datang ke Indonesia dan sekarang sedang menemani Helena.


Husna dan Alvino pamit pulang dan mereka berjanji akan kembali sesegera mungkin.


"Husna, menurutmu apa yang sedang dilakukan Helena di lantai 2?" tanya Alvino dalam perjalanan pulang.


"Husna tidak tahu mas, apa mungkin Helena tidak sengaja mendengar bahwa masakan segera memulangkannya?"


"Entahlah, kita tidak akan pernah tahu alasannya sebelum Helena sadar."


"Apa, rencana Mas untuk memulangkan Helena benar-benar sudah masuk pikirkan dengan matang?" tanya Husna.


"Kenapa?"


"Ini hanya pendapatan Husna saja."


"Ada apa?"


"Husna rasa, Helena tidak sengaja mendengar percakapan kita, dan sengaja menjatuhkan diri saat dia mengetahui bahwa masa akan segera memulangkan dia."


Alvino terdiam, dia teringat dengan percakapan beberapa hari sebelum Husna meminta Alvino untuk menikahi Helena.


"Alvino, terima kasih karena kamu sudah mau merawatku hingga aku merasa kembali sehat." ucap Helena, saat dia mengantar kepergian Alvino yang akan pergi ke kantor.


"Jadi, apa kamu sudah merasa benar-benar jauh lebih sehat dari sebelumnya?" tanya Alvino.


"Iya, itu semua berkat kamu dan Husna."


"Bagus lah, aku jadi bisa menjadwalkan keberangkatan."


"Kemana?" tanya Helena.


"Tentu saja pulang, aku yakin kamu tidak ingin terlalu lama berada diantara Aku dan Husna."


"Alvino..."

__ADS_1


"Helena, dari tindakanmu yang selalu mengantar dan menunggu aku pulang di depan rumah?"


"Kenapa?"


"Helena, ini Indonesia. Bukan negara tempat di mana kita menimba ilmu sebelumnya, kamu tidak bisa bertingkah sama seperti kita berada di sana."


"Alvino, aku pikir tidak masalah jika aku yang menunggu kamu dan mengantarkan kamu, saat kamu akan pergi bekerja. Husna sendiri tidak pernah melarang aku kan."


"Coba saja kamu lebih banyak berbicara dengan Husna, maka kamu akan menemukan apa yang sebenarnya ingin musnah katakan kepadamu." ucap Alvino.


Helena terdiam.


"Alvino, izinkan aku untuk tinggal di sini beberapa hari lagi."


"Akan aku pikirkan lagi nanti." ucap Alvino.


...----------------...


Hari itu, Helena sedang menunggu Husna dan Alvino di meja makan.


Selena melihat ke arah jarum jam yang ada di dapur, karena dirasa belum ada tanda-tanda dari Husna dan Alvino untuk turun, Helena memutuskan untuk memanggil mereka.


Dengan langkah hati-hati, Helena menaiki anak tangga satu persatu dan saat, Helena akan mengetuk pintu kamar Husna. Dia mendengar Alvino yang mengatakan bahwa dia akan segera memulangkan Helena.


"Alvino, aku memintamu agar mengizinkan aku tinggal selama beberapa hari lagi. Kenapa kamu sudah mempunyai rencana untuk memulangkan aku?" pekik Helena.


"Aku, aku belum siap untuk jauh darimu. Tidak, aku tidak akan pergi kemanapun. Dan aku tahu bagaimana caranya agar aku tetap berada di sisi mu."


Helena lalu berjalan ke arah pagar pembatas lantai 2, sambil berkelahi nafas dan memejamkan mata. Helena menjatuhkan diri.


Malam harinya...


Alvino yang baru saja pulang dari kantor langsung menuju rumah sakit, Alvino melihat Husna yang baru saja keluar dari ruang dokter.


"Husna, apa kamu sakit? kenapa kamu keluar dari ruangan dokter?"


"Itu..." Husna sedikit gugup.


"Kak Alvino..."


Husna dan Alvino menoleh ke asal suara, Lalisa terlihat berlari menghampiri mereka dan mengatakan bahwa Helena sudah sadar.


Husna dan Alvino, segera menemui Helena.


"Helena, kamu sudah sadar?" tanya Alvino.


"Alvino..." ucap Helena sambil tersenyum.


"Aku akan memberitahu Papa dan Mama bahwa Kak Helena sudah sadar." ucap Lalisa yang dibalas anggukan kepala oleh Husna.


"Helena, apa yang terjadi?. Kenapa kamu bisa terjatuh dari lantai 2, apa yang kamu lakukan di lantai 2?" tanya Alvino.


"Alvino, maafkan Aku. Tidak seharusnya aku melakukan hal bodoh, Aku begini karena aku tidak ingin kamu memulangkanku dalam waktu dekat."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Alvino, tidakkah kamu bisa merasakan cintaku yang masih begitu besar kepadamu?"


"Helena, tolong kondisikan bicara mu, ada Husna disini." ucap Helena.


"Biarkan saja, biar aja Husna tahu bahwa aku masih sangat mencintai kamu, dan mungkin kamu juga masih sangat mencintai aku. Sebenarnya kamu juga tidak rela jika aku harus kembali pulang pada orang tuaku."


"Cukup Helena." ucap Alvino sambil berlalu pergi keluar dari ruangan.


"Alvino..." panggil Helena.


Helena menangis, sementara Husna yang sempat menata obat untuk Helena jadi terdiam.


"Husna, apa kamu sadar bahwa suami kamu itu masih sangat mencintai aku. Apa kamu juga rela jika aku harus kembali pada orang tuaku?"


"Helena, sekalipun suamiku masih mencintai kamu. Lihat lah, dia memilih untuk pergi dan mengakhiri perdebatan karena dia tahu, bahwa ada perasaan yang harus dijaga dan dia begitu menghormati aku sebagai istri nya." ucap Husna sambil memberikan air minum kepada Helena.


"Letakkan saja disana. Aku tidak mau meminumnya jika bukan Alvino yang memberikannya sendiri kepadaku."


Husna masalah nafas panjang lalu meletakkan kembali nampan berisi minuman itu di meja yang berada di sebelah tempat tidur Helena.


Husna memilih untuk keluar dari kamar, ketika kedua orang tua Helena masuk ke dalam ruangan.


Husna mencoba mencari keberadaan Alvino. Namun, tiba tiba pandangannya menjadi kabur dan Husna nyaris saja pingsan.


"Bu, apa ibu baik baik saja?" ucap seorang dokter wanita yang kebetulan melintas dan langsung menahan tubuh Husna.


"Dokter..."


"Ibu Husna ya, yang baru saja melakukan pemeriksaan kehamilan di ruangan saya?"


"Dokter Rita, iya dok. Ini saya."


"Apa yang ibu lakukan, bukankah saya sudah meminta ibu untuk beristirahat?"


"Iya, maafkan saya dokter."


Tak beberapa lama kemudian, Alvino datang dan langsung menghampiri Husna yang tengah dibopong oleh seorang dokter wanita.


"Husna...,"


"Mas Alvino.."


"Apa dia suami Bu Husna?" tanya dokter sambil melihat Kakak Alvino yang berlari mendekatinya.


Husna menganggukkan kepala.


"Husna, apa yang terjadi pada mu?"


"Bu Husna..."


Husna menatap dokter Rita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, seolah-olah tidak mengizinkan dokter kita untuk memberitahukan tentang kehamilan nya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2