
"Ernesto, kenapa kamu bisa mengetahui jika aku berada di sini?" Ucap Helena yang terkejut saat satpam memberitahukan bahwa ada seorang laki-laki yang sangat ingin bertemu dengan nya.
Helena yang saat itu tengah menikmati waktu sendiri sambil membaca majalah di ruang tengah, Tentu saja sangat penasaran dengan seseorang yang sangat ingin bertemu dengannya.
Helena berpikir itu adalah Alvino yang ingin bertemu atau mengajaknya pergi tanpa harus Husna tahu.
Ternyata yang datang adalah Ernesto. Tentu saja untuk menanyakan uang yang diminta Ernesto.
"Dengar, aku sudah menyiapkan sejumlah uang yang kamu minta. Sebelum itu, serahkan dulu video itu dan pastikan kamu menghapusnya sebelum aku memberikan uang itu."
"Helena, kamu pikir aku adalah anak kecil yang mudah sekali untuk kamu bujuk?"
"Tidak, aku tidak berbohong. Uang itu sudah aku sembunyikan di tempat aman, dan kamu harus menunggu agar aku bisa membawa uang itu keluar dari rumah tanpa ada yang mencurigai." Ucap Helena.
"Cih, Aku jadi penasaran rencana apa yang sudah kamu buat sehingga suamimu memberikan sejumlah uang itu secara cuma-cuma." Tanya Ernesto.
"Huft, aku tidak memintanya. Aku mencuri nya."
"Hahahah, hebat. Aku semakin yakin jika kamu sudah menjadi Helena yang berbeda dari Helena yang dulu aku kenal."
"Itu semua karena kamu." Ketus Helena.
"Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, kamu tidak seharusnya menyalahkan aku. Yang harusnya kamu salahkan adalah kedua orang tuamu. Kenapa kedua orang tuamu datang dan memohon kepada keluargaku sehingga membuat keluargaku dicap sebagai orang yang jahat dan kejam." Ketus Ernesto.
"Ernesto sudah, pergilah. Aku akan memberitahumu begitu uang itu sudah berhasil aku bawa keluar dari rumah." Ucap Helena.
"Kenapa?"
"Pergi lah sebelum Alvino atau Husna melihat aku sedang berbicara denganmu."
"Jadi, sekarang kamu takut jika kamu ketahuan sedang berkomunikasi dengan mantan suami kamu?"
"Helena?"
Helena terkejut saat dia mengenali suara yang memanggilnya itu.
"Al...?"
"Aku pergi. Jangan coba-coba untuk menipuku jika kamu tidak ingin menanggung resikonya." Bisik Ernesto.
Alvino berjalan dengan cepat berharap dia bisa menghentikan Ernesto yang sudah pergi menjauh.
__ADS_1
"Siapa dia?" Tanya Alvino.
"Dia...., dia.. dia adalah orang yang disuruh dokter tempat aku berkonsultasi tentang penyakitku."
"Oh ya?, apa orang suruhan dokter itu jauh-jauh datang dari negara T, hanya untuk mendatangimu?"
"Ya. Ah maksud aku tidak. dia kebetulan berkunjung ke negara ini untuk mengambil sesuatu. Jadi dokterku memerintahkan dia untuk menemuiku dan mengatakan perihal penyakitku."
"Ohya? lalu kenapa kamu berbicara dengannya di sini ? kenapa kamu tidak menawarinya masuk dan menghubungiku. Sehingga aku bisa tahu apa yang akan disampaikan oleh doktermu itu?"
"Aku pikir kamu sedang sibuk dengan urusanmu jadi aku tidak ingin mengganggu."
"Kan ada Husna? Bukankah kamu sudah berjanji akan mulai merubah sikap dan bersikap baik kepadanya?"
"Al, bagaimana bisa aku membebani Husna dengan penyakitku. Sementara dia masih bersedih pasca kehilangan calon bayi kalian."
"Jadi seperti itu."
"Sudahlah Al. Aku harap kamu tidak akan memperpanjang masalah kecil seperti ini. Sebaiknya kita segera masuk ke dalam, aku yakin Husna sedang menunggu kedatanganmu."
"Ya, Aku berusaha datang cepat untuk memberitahu kalian dan meminta kalian bersiap-siap."
"Bersiap-siap untuk apa Al?" Tanya Helena.
"Baiklah."
Alvino berjalan lebih dulu masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Husna. Helena tersenyum penuh kemenangan karena mengira sebentar lagi rencananya akan berjalan mulus dan Alvino akan menganggap jika uangnya sudah dicuri oleh maling.
Setelah makan malam, Alvino memutuskan untuk mengajak Husna dan Helena kembali pulang.
"Mas, apa kamu yakin akan mengajak kami berdua pulang dan tidak ingin menyambut keluarga dari suami kak Alviana?" Tanya Husna saat Alvino mengikutinya dan masuk ke dalam kamar.
Alvino mengunci pintu kemudian dia mengaktifkan mode kedap suara sebelum mendekati Husna.
"Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Alvino.
Setelah Husna duduk, Alvino kemudian mengatakan kejadian yang berawal dari keinginannya untuk pulang ke rumah, karena merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi di rumah itu.
Hingga keterkejutan Alvino saat memasuki rumah dan melihat seluruh ruangan sudah berantakan.
Alvino mengatakan jika brankasnya tidak rusak, hanya saja jumlah uangnya sudah berkurang 70%.
__ADS_1
"Apa rumah kita kemasukan maling?" Tanya Husna.
Alvino mahla nafas panjang kemudian menceritakan tentang segala kecurigaannya.
"Aku sudah memeriksa pintu jendela dan platform rumah, semuanya dalam keadaan tapi bahkan tidak ada cacat sedikitpun. Jika memang itu semua adalah perbuatan maling atau pencuri, pastilah ada sesuatu yang rusak karena tidak mungkin maling itu bisa masuk dan keluar dalam kondisi yang rapi."
"Mas, kenapa aku merasa jika arah pembicaraanmu ini seperti sedang mencurigai seseorang yang dekat dengan kita?" Tanya Husna.
"Husna, Aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini. Tapi Aku merasa bahwa Helena yang berada di balik semua ini."
"Helena? tidak mungkin."
"Ya semoga saja ini hanyalah firasatku yang salah. Aku mengatakan ini agar kamu membantuku untuk mengawasi gerak-gerik Husna yang akhir-akhir ini terlihat mencurigakan."
"Mencurigakan bagaimana maksud mas?"
"Kamu akan tahu nanti. Sekarang lebih baik kita sekarang segera pulang agar Helena tidak mengetahui jika aku mencurigainya."
Walaupun sebenarnya masih banyak yang ingin Husna katakan, dia harus menahannya dan mengikuti kemauan Alvino dan pulang ke rumah mereka malam itu juga.
Helena terlihat sangat bahagia saat mobil sudah meninggalkan mansion.
Sebentar lagi, hanya tinggal sebentar lagi sebelum aku bisa membuat Ernesto benar-benar pergi dan berhenti untuk mengacaukan segala rencanaku.
Helena tidak tahu jika sedari tadi Alvino sedang mengawasi segala gerak-gerik dan ekspresi wajah dari Helena.
Helena sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan dan coba kamu lakukan? kenapa aku merasa semakin hari kamu semakin jauh dari Helena yang aku kenal?
Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di halaman rumah. Helena sepertinya sengaja paling terakhir turun dari mobil karena dia ingin Alvino dan Husna yang lebih dulu mengetahui tentang kondisi rumah.
Alvino mengajak Helena untuk langsung masuk ke dalam setelah membuka pintu. Helena sedikit bingung karena keduanya tidak menunjukkan ekspresi terkejut saat memasuki rumah.
Helena kemudian segera menyusul dan masuk ke dalam, tepat saat Husna menekan tombol lampu yang langsung membuat seluruh lampu yang ada di ruangan rumah itu, menyala secara bersamaan.
"What the...."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...