MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 84 : Menjadi Ibu Susu


__ADS_3

Semua orang terkejut, terutama Husna.


"Husna?" lirih Alvino.


Husna melihat ke arah dokter Via. Dokter Via yang memang tidak mengetahui jika yang ada di hadapannya adalah keluarga Husna, tentu saja bersikap biasa.


"Ibu, bapak, beliau adalah orang yang memberikan ASI kepada bayi Alisa. Silahkan berbicara perihal menjadi ibu susu langsung dengan beliau."


Setelah mengatakan itu, dokter Via keluar dari ruangan dan mengatakan bahwa dia harus pergi untuk memeriksa bayi lain kepada Husna.


Husna duduk dan mencoba untuk bersikap profesional.


"Husna, aku sangat bahagia saat mengetahui bahwa kamulah selama ini yang menjadi Ibu susu dari Alisa. Apa kamu bersedia untuk rujuk denganku agar kita bisa bersama-sama merawat buah hati kita? kamu juga bisa menjadi Ibu susu dan juga Ibu pengganti bagi Alisa," ucap Alvino.


"Maaf, bukankah kita sudah membahas ini sebelumnya," ucap Husna.


"Nak, Bukankah kamu sudah berjanji kepada Mama akan tetap menganggap Mama sebagai keluarga dan tidak akan pernah menyimpan apapun sendiri lagi?" ucap Mama sambil melihat ke arah Husna.


"Apa kamu sudah tidak menganggap kami bagian dari keluarga lagi?" tanya Alviana


"Sebelumnya maafkan aku, kakak, mama. aku tidak bermaksud untuk menjauh dari kalian dan tidak lagi menganggap kalian adalah keluarga. Hanya saja, untuk saat ini aku ingin sendiri dan menjalani kehidupanku sendiri."


"Husna, aku tahu kita pernah menjalani hubungan dan itu gagal, izinkan aku untuk memperbaiki semuanya," ucap Alvino.


"Tidak ada hubungan yang gagal. Setiap orang dalam hidup kita memiliki pelajaran hidup untuk diajarkan. Aku sudah mendapatkan pelajaran dari kisah ini."


"Husna, apakah kamu akan memisahkan Mama dari Anisa? tidakkah kamu ingin Anisa hidup di dalam lingkaran kasih sayang bersama dengan orang tuanya?" tanya mama.


"Percayalah walau kami tak bersama, cinta kasih dan sayang tak berkurang sedikitpun untuk Anisa, mengertilah kesuksesan nya nanti bahagia bagi kami. Tetaplah tegar, kuat dan mandiri karna aku yakin kita pasti sedang berusaha agar kau dapat mencapai cita-cita Anisa kelak nanti," ucap Husna.


"Husna, apakah kamu sudah yakin bahwa tidak ada lagi cela bagiku untuk memperbaiki hubungan kita yang sempat kandas ini?"


"Kubuka satu cerita nyata, sebuah kisah cinta yang tak selaras, saling cinta saling sayang, ingin bersama selamanya tapi tak mungkin. Jika ini hanya masalah menjadi Ibu susu, insya Allah aku bisa menjadi Ibu susu bagi Alisa sampai umurnya 6 bulan. Setelah itu, keluarga bisa memberikan susu formula atau mencari Ibu susu yang lainnya."


"Kenapa hanya 6 bulan? Bukankah seharusnya ASI itu tetap diberikan sampai bayi itu berusia 2 tahun?" tanya Alvino.

__ADS_1


Alvino mengatakan itu agar dia bisa membuat Husna tinggal lebih lama bersama dengan mereka, jadi Alvino akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kembali hati Husna.


"Maaf, Saya hanya bisa memberikan ASI eksklusif terhadap Alisa sampai 6 bulan saja. Itupun, Saya tidak akan tinggal bersama dengan Alisa."


"Husna, Jika kamu tidak tinggal bersama kami bagaimana Alisa bisa mendapatkan ASI dari kamu?" tanya mama.


"Husna akan mengirimkan ASI dalam botol atau kantong khusus penyimpanan ASI, Ma." ucap alfiana yang selalu melakukan itu terhadap kedua bayinya saat dia memiliki lokasi yang melimpah.


Mama akhirnya mengerti kenapa Husna melakukan itu, mama kemudian memegang bahu Alvino seolah-olah mengatakan agar dia tidak perlu lagi berdebat dengan Husna.


...----------------...


"Kenapa kamu masih bersedia menjadi Ibu susu dari Alisa setelah kamu mengetahui bahwa ternyata bayi Alisa adalah anak dari mantan suami kamu?" tanya Salsabila.


"Ya, mau bagaimana lagi karena aku merasa kasihan kepada bayi itu. Walaupun aku masih memiliki sedikit rasa kecewa terhadap ibu dari bayi itu. Tapi bukan berarti aku akan terus melimpahkan rasa kecewa itu kepada bayi yang tidak berdosa."


"Ya, kamu benar. Anak adalah anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan kepada kita dan tidak seharusnya kita juga mencaci-maki bayi mungil itu hanya karena perbuatan ibunya di masa lalu."


Husna tersenyum kemudian mengambil bayi Alisa dan menciumnya untuk terakhir kali.


"Husna, Kenapa kamu mengatakan seolah-olah kamu akan berpisah dengan Alisa? Bukankah kamu sudah bersedia untuk menjadi Ibu susunya selama 6 bulan?" tanya Salsabila.


"Ya, aku memang akan menjadi Ibu susunya selama 6 bulan Tapi aku tidak akan tinggal bersama dengan keluarganya lagi."


Salsabila hanya mengganggu nganggukkan kepala kemudian mengambil alih Alisa dari gendongan Husna sebelum akhirnya diserahkan kepada Alvino.


Alvino meninggalkan rumah sakit sambi terus berharap dia akan kembali bertemu dengan Husna.


Alvino benar-benar merasakan sebuah penyesalan yang sangat mendalam terutama saat Kakak dan mamanya mengatakan bahwa bayi yang ada bersama dengan Husna adalah bayinya juga.


Puncak nya, saat Alvino dan keluarga sudah sampai di parkiran rumah sakit, Alvino yang akan memasuki mobil segera kembali turun dan berlari untuk menemui Husna.


Alvino terus mencari ke seluruh koridor rumah sakit dan ruang bayi untuk menemukan Husna.


"Husna.." Alvino berteriak saat dia tidak sengaja menangkap sosok yang mirip Husna.

__ADS_1


Alvino cepat larinya agar dia tidak lagi kehilangan Husna.


"Husna.."


Husna yang baru saja akan mengambil Anisa dan membawanya pulang, terkejut saat melihat Alvino masih ada di rumah sakit itu dan kini sedang menemuinya.


"Ada apa?" tanya Husna.


"Apa Kamu tidak akan mengizinkan aku untuk bertemu dengan putriku?"


Deg !!


"Aku tahu aku terlambat menyadari bahwa bayi saat itu bersama kamu adalah bayiku juga, aku minta maaf untuk hal itu. Sekarang izinkan aku untuk bertemu dengan anakku."


Lama Husna berpikir sebelum akhirnya dia menganggukkan kepala dan berjalan diikuti oleh Alvino menuju ruangan tempat di mana Anisa berada.


Husna menoleh ke arah bayi yang sedang tertidur pulas, Alvino berjalan mendekatinya dengan perasaan haru dan juga bahagia.


"Bolehkah?" tanya Alvino setelah dia sampai di box bayi dan melihat ke arah Husna.


Husna hanya menganggukkan kepala dan tersenyum, senyuman yang tidak akan pernah dilihat oleh Alvino.


Dengan hati-hati, Alvino mengangkat Anisa dan menciumnya serta membacakan azan dan juga iqomat di telinga putrinya itu.


Alvino benar-benar merasa dirinya begitu bodoh karena tidak bisa mengontrol emosinya sehingga penyesalan yang dia rasakan tidak akan pernah berakhir.


Seandainya saja dulu kamu tidak bertindak begabah, mas. mungkin sekarang kita sedang bahagia karena menyambut buah hati kita. Buah hati yang dulu selalu kita harapkan namun Tuhan lebih menyayanginya dan mengambilnya dari kita.


Sekarang, Tuhan kembali mempercayakan aku untuk menjaga seorang malaikat kecil, Namun sepertinya Tuhan tidak mengizinkan kita untuk bersama lagi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2