
Banyak orang ingin memperjuangkan cinta, tetapi tidak mengerti cara melakukannya.
Setelah Elvio membantu mengurus pesta pernikahan Melia, kini dia sedang berusaha mencari cara untuk mendekati Husna lagi.
Namun sebelum itu Elvio harus memastikan bahwa Husna dan Alvino sudah bercerai.
Elvio mendatangi Mansion Saya seorang perawat datang untuk memberikan ASI kiriman dari Husna untuk bayi Alisa.
Perawat itu memberikan beberapa kantung ASI dalam jumlah banyak kepada Elvio.
Elvio bertanya-tanya siapakah yang memesan ASI sebanyak ini, Elvio mengetahui setelah dia masuk ke dalam rumah dan sang mama menceritakan bahwa dia adalah bayi Alvino dan Helena.
"Kalau aku sudah tentu tidak mau menerima bayinya walau itu bayiku, karena ibunya lah yang menyebabkan aku kehilangan berlian yang sangat berharga demi sebuah batu kerikil yang tidak ada harganya." Elvio sengaja meninggikan suaranya saat dia melihat Alvino berjalan menuruni anak tangga.
"Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Alvino.
"Tentu saja ingin memastikan apakah kamu sudah benar-benar mengurus surat perceraian kamu dengan Husna."
"Cih, Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melepaskan Husna begitu saja dan membiarkan kamu memilikinya? jangan mimpi Elvio."
"Oh ya, mari kita lihat seberapa keras kamu berusaha untuk tidak menceraikannya. Mengingat, berkas perceraian kamu sudah memasuki tahap sidang."
Alvino mengepalkan tangannya karena dia tahu Elvio lah yang berada di balik semua ini.
"Tidak peduli betapa beratnya cobaan yang ingin menggoyahkan hubungan kita, aku tetap mempertahankan Husna dan mencintainya."
"Really?"
"Tunggu saja, Aku akan segera mendapatkan kembali Husna dan menjadikannya istriku. Aku tidak akan membiarkan kamu mendekati nya sedikitpun."
"Memiliki harapan adalah sebuah sikap yang terjadi secara natural pada siapa saja. Sebuah angan dan harapan untuk mendapatkan impian pasti kerap kamu rasakan. Sayangnya impian dan harapan kamu untuk mendapatkan kembali Husna sepertinya tidak lagi tepat."
"Pernah nggak sih kamu memiliki harapan yang begitu besar dari orang yang kamu sayang? Satu hal yang membuatmu berharap sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan bersama. Tentu hal ini akan jadi menyenangkan saat diperjuangkan bersama. Namun akan menjadi hal yang mengecewakan saat kamu berharap pada orang yang salah."
"Bukan urusanmu, sekarang lebih baik jangan coba-coba untuk menghasut Husna agar meninggalkan aku dan memilih kamu," ketus Alvino.
"Beberapa orang menganggap harapan tidak bisa didapatkan karena terlalu tinggi ekspektasi yang kamu bangun. Namun bisa juga karena faktor seseorang yang tidak memiliki harapan yang sama denganmu. Maka dari itu komunikasikan sebaik mungkin harapan yang ingin kamu tuju. Sehingga kekecewaan pada pasanganmu akan sedikit berkurang."
"Jika usaha untuk berkomunikasi belum menemukan titik terang, maka kamu memiliki pilihan untuk bertahan dengan cara memahami atau menemukan pelabuhan baru."
Kesabaran Alvino benar-benar diuji oleh Elvio, dia memilih untuk pergi dari sana daripada nantinya dia akan kehilangan kesabaran.
...----------------...
Cinta juga merupakan bagian dari siklus hidup yang terus berjalan. Pertemuan diantara dua manusia yang saling jatuh cinta, terkadang memberikan kebahagiaan luar biasa.
Tidak jarang disaat perpisahan harus terjadi diantara dua orang yang saling mencintai akan menyebabkan rasa kesedihan yang sangat mendalam.
Namun Husna sudah tidak lagi merasakan kesedihan yang mendalam setelah hadirnya malaikat kecil di dalam hidupnya. Malaikat yang akan memberikan kebahagiaan berlimpah untuk pengganti sesuatu yang telah hilang dan tidak akan pernah bisa Husna dapatkan lagi.
Satu bulan setelah itu, Husna mendapatkan panggilan dari pengadilan dan memutuskan untuk hadir agar proses perceraian bisa segera selesai setelah, dua kali melakukan mediasi dan hasilnya tetap pada perpisahan.
Alvino terus melihat ke arah Husna, berharap di detik-detik terakhir, Husna akan merubah keputusannya demi Anisa dan Alisa.
Namun hingga suara ketukan palu terdengar, Husna sedikitpun tidak melihat ke arah Alvino.
Husna dan Alvino di persilahkan berjabat tangan untuk terakhir kalinya. Alvino bangkit dari posisi duduknya dan langsung menghampiri meja Husna yang sedang duduk bersama dengan pengacaranya.
__ADS_1
Alvino meneteskan air mata sambil berlutut di hadapan Husna.
"Maaf adalah kata kecil, tetapi memiliki kekuatan besar untuk membangun hubungan yang indah. Aku minta maat atas semua kesalahan. Tolong maafkan aku. aku menyesal. Semoga kamu menerima permintaan maaf aku dan biarkan aku membangun hubungan di antara kita lagi, sebagai orang tua Anisa, walaupun kita tidak akan bersama menjadi pasangan suami istri."
Husna memejamkan mata dan menganggukkan kepala tanda dia menyetujui permintaan Alvino.
Husna mengangkat kedua tangan di dada sebagai tanda jabat tangan untuk terakhir kalinya dengan Alvino.
Alvino melihat sekilas ke arah Husna kemudian kembali mengalihkan pandangannya karena dia tahu bahwa Husna bukan lagi wanita yang halal untuk dia pandang.
Alvino kemudian lebih dulu berjalan keluar dari ruang pengadilan. Mama dan kak Alviana yang juga ikut menyaksikan persidangan, menghampiri Husna dan memeluknya.
"Nak, walaupun sekarang kamu sudah resmi bercerai dari Alvino. Mama harap kamu tidak akan pernah melupakan bahwa kami ini masih keluarga kamu dan kamu bisa datang kapan saja kamu mau,"
"Maafkan Husna, Ma. jika selama ini Husna terlalu banyak memberikan kekecewaan di hati Mama dan keluarga."
💜💜💜💜
Kesempatan berjumpa dengan sosokmu
Tak pernah sedikitpun tersirat dibenakku
Tak pernah sedikitpun menjadi bayangan diantara langkahku
Mimpi..
Semua terasa seperti mimpi
Seperti mimpi yang dianugerahkan di siang bolong
Mengapa engkau memberi harapan
Kau mendekat dengan segala keindahan
Angin surga cinta kau berikan
Seolah aku bidadari yang tak bersayap dibuatmu
Seolah aku cerminan keindahan yang tiada cela
Tak terhitung berapa banyak gulir waktu yang dilalui bersama
Tak mampu tertampung segala tawa yang tercipta
dan tak satu detikpun mampu kau lewati
Tanpa adanya selembar kabar dariku
Baris demi baris kata yang menjadi kalimat cerita
Pengaduan tentang keseharian
Aku terbuai oleh kesempurnaan
Kesempurnaan yang jadi cerminanmu
Hei siapa kau yang tak tahu diri itu
__ADS_1
Begitu ucap mereka
Pertanyaan ketus yang selalu dipanahkan kearahku
Aku tak pernah perduli
Yang aku tahu
Kau selalu ada
Namun cerah berganti kelabu
Sekejap terjadi bagai membalikkan telapak tangan
Sapaan kehangatan di kala fajar menyingsing
Tak lagi kudapatkan
Kekhawatiran mu yang selalu merepotkan hari
Tak lagi mengusik telinga
Entah..
Akupun tak mengerti
Aku tak tahu bisikan mana yang menghasut keteguhanmu
Goncangan mana yang meruntuhkan keyakinanmu
Kini aku sendiri..
Termenung meratapi lara
Kelirihan yang tak pernah ku mengerti
Ditimbulkan oleh kau yang tiba-tiba pergi
Puluhan pasang mata yang mengintip dari arah berlawanan
Menertawakanku yang kini tak berdaya
Bibir-bibir yang selalu mencibir
Tersenyum lega melihatku lirih
Aku
Iya aku
Aku yang terlena oleh kesempurnaan yang menjadi sebab perpisahan
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1