MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Ta'aruf


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, Husna memutuskan untuk menerima Elvio.


Hari ini, keluarga kandung Elvio akan datang ke apartemen Husna untuk melakukan taaruf mereka yang pertama.


"Maaf, sebelumnya aku sudah melakukan pernikahan dan aku memiliki satu orang putri di pernikahanku yang sebelumnya. Aku ingin jujur dan mengatakannya sekarang agar setelahnya tidak akan terjadi permasalahan yang tidak diinginkan," ucap Husna saat dia dihadapkan dengan keluarga Elvio.


Husna tidak melihat kehadiran Melia, Husna berpikir mungkin Melia belum menerima kenyataan Jika ternyata orang yang dia cintai adalah kakak kandungnya dan sebentar lagi akan menikahi dirinya.


"Nak, jangan bersikap rendah diri seperti itu. Elvio sudah menceritakan semuanya kepada kami. Dan kami sangat beruntung jika kami akan menjadi bagian dari keluarga kamu yang baru."


"Alhamdulillah," lirih Husna.


Husna menjalani ta'aruf untuk pertama kalinya setelah sebelumnya Husna langsung menikah dengan Alvino.


Husna menyelipkan doa agar keinginannya untuk membangun kembali rumah tangga yang sempat gagal untuk dipertahankan, akan menjadi perjalanan yang tidak pernah lagi ada cobaan seperti sebelumnya.


"Aku tidak bisa membiarkan Husna menjalani ta'aruf seperti ini di saat ada seseorang yang membutuhkan dirinya."


Deg !!


Semua orang yang ada di sana, termasuk mama dan Alviana yang menjadi wakil dari anggota keluarga Husna, terkejut saat melihat tiba-tiba ada seorang wanita masuk dan berkata demikian.


"Lalisa?" lirih Alviana.


"Ya Tuhan, untuk Apa lagi wanita pembuat rusuk itu datang kemari, setelah sebelumnya dia selalu membuat kericuhan Mansion. Karena kita tidak memberikan kasih sayang yang penuh kepada Alyssa sehingga menyebabkan Alisa sekarang menderita anemia."


"Aku juga tidak tahu Ma kenapa wanita itu bisa ada di sini."


Mama dan Alviana melihat Lalisa berjalan masuk tanpa menunjukkan sedikitpun rasa sopan.


"Husna, enak saja kamu akan memulai kehidupan yang baru di saat ada seorang anak yang sedang berjuang melawan penyakitnya," ketus Lalisa.


"Lalisa apa maksud kamu?" tanya Husna.


"Jangan pura pura lupa, Apa kamu tidak tahu jika kakakku sudah rela menukar nyawanya demi bisa melahirkan Alisa, dan rela meninggalkan dunia agar kamu dan kak Alvino bisa terus bersama dan memberikan kasih sayang kepada Alisa. Sekarang, Alyssa sedang berada di rumah sakit karena dia sedang melawan kanker darah yang sedang dideritanya."


"Apa?" Husna benar-benar terkejut mengetahui bahwa Alisa sekarang sedang berjuang karena melawan kanker yang terbilang cukup ganas.

__ADS_1


"Gara-gara kamu yang terlalu sibuk memulai hubungan yang baru sehingga kamu tidak memperdulikan Alisa, kamu justru memilih untuk bercerai sehingga membuat kak Alvino terpaksa menyerahkan segala tanggung jawab yang seharusnya kamu lakukan terhadap Alisa kepada seorang baby sister."


"Lihat, lihatlah sekarang akibat dari keegoisan kamu yang memilih untuk tetap bercerai dari kak Alvino. Alisa menderita sakit dan sekarang hidupnya terancam tidak akan lama lagi."


"Lalisa, Cukup." Mama Alvino segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Lalisa.


Jika saja di sana tidak ada orang lain selain keluarganya sendiri, mungkin Mama sudah kembali menampar Lalisa.


"Apa maksud kamu mengatakan bahwa apa yang terjadi dengan Alisa adalah kesalahan dari Husna?" tanya mama.


"Aku benar kan? Jika saja Husna tidak memilih untuk bercerai dari kak Alvino, mungkin saja keponakanku tercinta tidak akan menderita sakit seperti ini."


"Lalisa dengar, apa yang terjadi kepada keponakan kamu itu di luar kendali kita semua. Sekalipun Husna dan Alvino tetap bersama jika memang takdir Alisa akan menderita penyakit seperti ini, pasti akan tetap terjadi."


"Tidak, aku yakin hal ini tidak akan terjadi kepada Alisa jika Husna memilih untuk tetap bersama dengan kak Alvino. Bukankah Husna adalah seorang perawat? jelas aja dia bisa mendeteksi jika memang Alia akan menderita anemia sejak dini."


"Lalisa, kamu tidak tahu apapun tentang kehidupan mereka berdua. Jadi jangan sok untuk menghakimi Husna atas apa yang terjadi pada Alisa. Sekarang, lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan pernah mengacaukan kehidupan baru yang akan dimulai oleh Husna."


"Aku tidak akan membiarkan dia hidup bahagia jika ternyata terjadi sesuatu kepada keponakanku."


"Jika kamu sangat menyayangi keponakan kamu Kenapa dulu kamu memberikan Alisa kepada Alvino? Kenapa kamu dan ibu kamu tidak merawatnya sendiri sehingga kamu akan tahu jika memang Alisa memiliki penyakit itu karena terpapar virus yang sebelumnya dibawa oleh ibunya?"


"Maaf atas gangguan yang baru saja terjadi," ucap Mama beberapa saat setelah beliau memastikan bahwa Lalisa sudah pergi dan tidak akan pernah kembali lagi.


Elvio kemudian sedikit menceritakan tentang apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya dan memulai kembali taaruf yang sedang dilakukan.


Husna mulai tidak fokus terhadap ta'aruf yang sedang dia jalani, pikirannya terpecah belah memikirkan perkataan dari Lalisa yang mengatakan bahwa Alisa terkena kanker darah.


Keesokan harinya, Husna segera menemui kepala rumah sakit yang menanyakan perihal anak perempuan yang bernama Alisa yang sedang menderita kanker darah.


Husna kemudian mengetahui bahwa Alyssa sudah dibawa ke luar negara untuk mendapatkan pengobatan yang jauh lebih baik. Itu membuat Husna tidak bisa menemui Alisa secara langsung.


Sesuai kesepakatan yang terjadi saat melakukan taaruf, Husna dan Elvio akan menikah dalam waktu dekat.


Hari ini, Husna memberanikan diri berbicara kepada Elvio untuk bertemu dengan Alisa.


"Apa kamu ingin menemui Alisa karena perkataan dari Lalisa?" tanya Elvio.

__ADS_1


"Mungkin."


"Husna dengar, aku sudah menyelidiki hal ini dan data yang aku dapat Alisa mengalami kanker darah karena sebelumnya Helena bersikeras untuk mempertahankan kandungannya. Dokter sudah memberitahukan resiko yang akan dialami oleh Helena juga calon bayinya jika Helena tetap mempertahankan bayinya."


"Aku.."


"Jangan karena satu pembicaraan kamu jadi merasa bahwa kamu juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Alisa."


"Kamu benar, hanya saja aku merasa kasihan karena aku sempat menjadi Ibu susu dari Alisa."


"Tenanglah, Jangan pikirkan perkataan Lalisa. Bukankah kita sudah berjanji untuk menutup lembaran lama dan memulai lembaran yang baru?"


Husna memilih untuk diam dan tidak melanjutkan perdebatan yang terjadi antara dirinya dan juga Elvio.


Di tempat lain, Alvino sedang memarahi Lalisa karena dia datang dan mengacaukan acara taaruf yang sedang dilakukan oleh Husna dan Elvio. Alvino mengetahui itu setelah kakaknya Alfiana menghubungi Alvino,dan mengatakan bahwa dia harus menjaga Larissa agar tidak melakukan kerusuhan untuk yang kesekian kalinya.


"Kenapa kamu selalu menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dengan Alisa? Bukankah dokter sudah mengatakan kepadamu bahwa apa yang terjadi dengan Alisa karena sifat keras kepala dari kakak kamu?"


"Kak?"


"Lalisa, Jika kamu sangat menyayangi keponakan Kamu itu kenapa kamu tidak merawatnya sendiri dan justru menuruti permintaan terakhir dari kakak kamu dan memberikannya kepada aku?"


"Jadi kakak merasa kesal telah merawat Alisa selama ini?"


"Tidak, aku hanya merasa kesal karena sikap kamu yang terlalu bar-bar dan bersikap seolah-olah kami salah dan harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Alisa."


"Sejauh pengamatan ku memang itulah yang terjadi, tidak ada satupun dari kalian yang benar-benar peduli terhadap Alisa sehingga membuat Alisa menderita kanker mematikan seperti ini."


"Jika memang kamu merasa tidak ada dari seluruh anggota keluargaku yang becus dalam merawat Alisa, Kenapa kamu tidak membawa Alisa kembali ke negara kamu dan merawatnya seperti yang kamu inginkan?"


"Baiklah, aku akan membawa Alisa dan membuktikan kepada kalian semua bahwa aku adalah orang yang terbaik dalam memberikan yang terbaik untuk Alisa."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2