MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 50 : Penyesalan


__ADS_3

Tes !!


Tes !!


Helena yang tadinya berusaha mengejar Alvino, kini berhenti saat merasakan sesuatu keluar dari hidungnya.


Helena terkejut saat melihat cairan merah mengalir dari hidungnya. Helena bergegas pergi ke kamar mandi yang kebetulan berada di sebelah kiri tempat di mana dia berdiri.


Di sana, Helena berusaha menghentikan cairan merah yang keluar dari hidungnya.


Cairan itu tidak berhenti bersamaan dengan air mata Helena yang terus saja keluar.


Helena baru menyadari jika dia tidak lagi meminum obat yang sebenarnya harus rutin dia konsumsi.


Helena segera mengambil obat yang memang selalu dia bawa kemanapun, dan meminumnya.


Butuh waktu cukup lama bagi Helena agar dirinya merasa tenang dan membuat cairan itu berhenti keluar dari hidungnya.


Sementara itu, dalam perjalanan mulai dari kedai makan itu. Robi mulai bertanya kepada Alvino ke mana dia harus mengantarkannya.


"Bawa saja aku kemanapun sesuka hati kamu, Aku sedang tidak tahu dan tidak mengetahui kemana aku harus pergi."


"Apa kamu tidak berniat untuk pulang dan meminta maaf atas nama Helena kepada Husna?"


"Aku tidak sanggup untuk memberitahukan kepadanya, aku saja yang mengetahui kebenaran ini merasa sangat terluka dan kecewa. Bagaimana dengan Husna? dia pasti akan semakin merasa kecewa walaupun dia tidak pernah menampakkan bahwa dirinya sedang kecewa."


"Percayalah, seorang wanita akan mudah memaafkan bila kamu dengan tulus meminta maaf. Tapi, jangan cuma maaf aja, perbaikilah juga sikapmu dan jangan sampai mengulang kesalahan yang sama."


"Robi, aku sudah berusaha untuk bersikap adil kepada mereka berdua. Ya kamu tahu, mengurus satu istri saja tidak mudah, aku yang belum mengenal betul karakter dari Husna. Sudah harus kembali memikirkan tentang Helena yang menjadi istriku juga."


"Sebagai manusia biasa, sudah pasti kita sering melakukan kesalahan. Entah pada sahabat, kekasih, pasangan hidup, bahkan kepada keluarga sendiri. Jika kamu berada dalam situasi demikian, penting untuk minta maaf ketika kita berbuat salah," ucap Robi.


"Maaf adalah ungkapan permintaan atau permohonan atau penyesalan dan menyesal dari sesuatu kesalahan. Kata minta maaf karena sikap yang tidak baik tentunya memerlukan ketulusan dan keikhlasan hati. Dengan minta maaf akan menjadikan kamu manusia yang bijaksana dan bertanggung jawab," imbuh Robi.


"Kamu adalah suami dari Helena dan merupakan kepala rumah tangga. Kamu minta maaf atas nama istri kamu yang lainnya."


Alvino terdiam, dia tidak menyangka jika menjadi kepala keluarga dan memiliki dua istri memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat besar.

__ADS_1


Alvino kemudian memutuskan untuk kembali pulang dan mengatakan yang sebenarnya kepada Husna.


Alvino berulang kali menghela nafas panjang sebelum dia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum..."


Alvino masuk ke dalam rumah dan mendapati bahwa rumah itu dalam keadaan sakit.


Alvino kemudian naik ke lantai atas dan langsung menuju kamar Husna, Alvino tersenyum saat mengetahui Husna sedang membaca Alquran terjemahan.


"Assalamualaikum..," lirih Alvino.


"Walaikumsalam," jawap Husna sambil tersenyum.


Melihat senyuman tulus yang Husna berikan kepada Alvino, membuat Alvino tidak ingin mengatakan tentang siapa yang sudah membuatnya celaka hingga kehilangan bayinya.


Namun, Alvino mengingat tentang janji bahwa dia akan selalu terbuka untuk hal apapun, membuat Alvino harus menguatkan hati untuk memberitahukan kebenaran yang mungkin sangat menyakitkan hati Husna.


"Husna, Aku ingin mengatakan sesuatu."


"Baiklah." Ucap Husna sambil meletakkan Alquran terjemahan itu ke dalam lemari dan kembali duduk di samping Alvino.


Hati Alvino merasa sangat sakit, tak kala dia melihat untuk pertama kalinya air mata Husna terjatuh di hadapannya.


"Maafkan aku, Husna. Aku tau kata maaf ini tidak kan mampu menembus kesalahanku kemarin, namun aku tak akan putus ada untuk meminta maaf kepadamu sampai kau memaafkanku.”


"Sudah lah mas, semuanya sudah terjadi. Kata maaf sudah diterima, penyesalan tidak akan mungkin mengembalikan apa yang sudah hilang." Ucap Husna sambil tersenyum dan menghapus air mata yang sempat membasahi pipinya.


"Maafkan aku bila aku telah banyak mengukir luka di hatimu, maaf pula jika aku telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari matamu. Yang ku lakukan hanya bisa meminta maaf bila aku tidak bisa memahami mu, memahami keinginanmu. Tapi yang perlu kamu tahu, bahwa hanya kaulah yang ingin ku jadikan satu-satunya menjadi pendimping hidupmu, dan aku benar-benar menyayangimu.” ucap Alvino sambil menarik Husna ke dalam pelukan.


Husna berusaha untuk tidak lagi meneteskan air mata dan membuat Alvino mengetahui betapa hatinya sangat terluka.


Namun ternyata, Husna tidak dapat menahannya. Dia semakin menangis dalam pelukan Alvino.


Ya Allah, kenyataan apa lagi yang harus aku dengar setelah aku kehilangan calon bayiku. aku tidak berniat untuk berlomba mendapatkan cinta dan perhatian dari suamiku, yang berujung pada hilangnya calon malaikat kecil ku.


...----------------...

__ADS_1


Malam harinya...


Helena mendatangi Husna, Helena tahu jika saat ini Husna sedang melaksanakan salat tahajud. Helena memastikan bahwa Alvino masih belum terbangun.


Dengan perlahan Helena membuka pintu kamar Husna, dan benar saja Helena melihat Husna sedang membacakan ayat-ayat suci Alquran.


Husna berhenti melantunkan ayat-ayat suci Alquran, setelah dia menyadari bahwa Helena berada di sampingnya.


"Terkadang aku bertindak tidak dewasa dan mengucapkan kata-kata kasar kepadamu. Tapi, aku bersumpah tidak bermaksud sama sekali. Aku minta maaf."


"Aku tahu, ada beberapa kekhilafan ku yang tidak sepatutnya mendapatkan Maaf darimu. Tapi aku harap kamu masih bisa memaafkan aku."


"Ada saatnya kamu akan menyadari bahwa membuka lembar selanjutnya adalah perasaan yang paling membahagiakan di dunia. Karena kamu sadar ada sesuatu yang lebih berharga dalam buku tersebut daripada hanya berhenti pada lembar terakhirmu."


"Husna, untuk sesaat aku kalah terhadap egoku yang ingin memiliki Alvino seutuhnya, Tapi percayalah aku tidak bermaksud untuk membuat kamu kehilangan calon bayimu."


"Jika memang kamu tidak bermaksud untuk melenyapkan calon bayiku, seharusnya kamu tidak mendorong aku dari tangga."


Helena terdiam, dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa karena memang sejatinya itulah yang dia inginkan.


Membuat Husna kehilangan bayinya sehingga Alvino tidak akan menaruh perhatian yang lebih kepadanya.


"Aku telah dibutakan oleh amarah, aku menjadi kekanak-kanakan karena ketidakdewasaan. Aku minta maaf telah menyakitimu."


"Aku sadar, kata-kata tidak cukup untuk membuatmu merasa lebih baik. Permintaan maaf sederhana tidak akan pernah cukup untuk menghapus rasa sakit yang aku sebabkan. Tetap saja, dari lubuk hatiku, aku sangat menyesal. Aku berharap aku bisa menebusnya untukmu."


"Aku tahu aku memang tidak layak untuk dimaafkan dan mungkin tidak akan termaafkan, tapi aku tetap akan meminta maaf."


Panjang lebar Helena terus mengucapkan permintaan maaf, Namun sepertinya itu masih belum membuat Husna berbalik badan dan menerima permintaan maaf dari Helena.


Hingga tiba-tiba Husna tidak lagi mendengar suara Helena. Husna menoleh dan dia melihat Helena pingsan.


"Helena...."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2