
Helena segera turun dari taksi begitu taksi sudah sampai di depan rumahnya.
Helena yang melihat mobil Alvino terparkir di depan rumah, tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Al..."
Helena masuk karena pintu tidak dalam keadaan terkunci. Helena terkejut saat melihat Alvino turun dari lantai 2 dengan membawa koper milik Helena.
"Al?"
"Aku pikir kamu masih sangat tidak bertenaga, jadi aku memutuskan untuk mengemasi barang-barang kamu dan mengantarkannya ke rumah sakit."
"Al, kamu tidak setuju dengan perkataan kamu kan?"
"Helena, apa kamu pikir selama ini aku pernah bercanda akan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan?"
"Al, kamu tahu bahwa aku sangat mencintai kamu dan begitu mengharapkan bisa merajut kisah cinta yang selalu kita impikan. Jadi jangan menyalahkan aku karena aku bersikap seperti ini."
"Oh ya? lalu siapa yang harus aku salahkan dalam hal ini? aku? Husna?"
"Al...?"
"Helena, kamu sudah benar-benar menyakiti hatiku. Aku sudah mencoba untuk menahan diri saat kamu membuat Husna celaka sehingga mengakibatkan calon bayi ku meninggal. Aku mencoba untuk menumbuhkan kembali cinta dan berjanji akan memberikan perhatian kepada kamu saat kamu benar-benar dalam keadaan koma."
"Tidak aku sangka jika semua itu adalah sandiwara belakang hanya demi mendapatkan perhatian khusus dari ku."
"Al..." Helena melihat mata Alvino berkaca-kaca. Helena langsung merasa bersalah dan menyadari bahwa tindakannya sudah kelewatan, terutama tindakan itu memicu kepergian Husna.
"Maafkan aku Al, aku berjanji kali ini aku akan benar-benar berubah. Aku akan membujuk Husna dan meminta maaf kepadanya. Aku akan membawanya kembali untuk mu,"
"Sudah terlambat Helena, Husna sudah pergi ke tempat yang aku sendiri tidak tahu."
"Al, aku yakin jika Husna masih berada di mansion keluarga mu, dia tidak akan pergi kemanapun Karena aku tahu besarnya cinta yang dimiliki Husna kepada kamu. Aku berjanji...."
"CUKUP HELENA! TERAKHIR KALI MENGATAKAN KAMU JANJI DAN ITU MEMBUAT HUSNA TERLUKA SEHINGGA PERGI MENINGGALKAN AKU."
Deg !!
"Al, kamu membentak ku?" kini giliran mata Helena yang berkaca-kaca saat mendengar nada tinggi dan suara nyaring yang tidak pernah diucapkan Alvino sebelumnya.
"Seandainya kamu tahu bahwa aku selalu menahan diri untuk tidak bersikap kasar terhadap kamu. Aku berpikir kamu benar-benar terkenal penyakit yang sangat membahayakan sehingga membuat nyawamu benar-benar...." Alvino memejamkan mata karena tidak sanggup untuk meneruskan kata-katanya.
"Pergilah Helena."
"Al..."
"Kita sudah bercerai, aku sudah men-talak kamu dan aku akan segera mengurus surat perceraian kita."
"Al..."
__ADS_1
Drrttt drrttt drrttt
Alvino segera mengangkat telepon saat mendengar ponselnya berbunyi, Alvino berharap itu adalah Husna. Tapi ternyata itu adalah panggilan dari rumah sakit.
Panggilan yang mengatakan bahwa Papa Helena meninggal di ruangan Helena, bersamaan dengan perginya Helena dari rumah sakit.
Alvino memejamkan mata dan langsung menatap tajam ke arah Helena.
"Apalagi rencanamu sekarang?"
"Apa maksud kamu?"
"Apa tidak cukup kamu mencelakai Husna sehingga membuatnya pergi untuk bisa mendapatkan cinta dariku?"
"Al aku tidak mengerti."
"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Papa sehingga membuatnya meninggal?"
"Apa?" Helena tentu saja syok mendengar bahwa papanya meninggal dunia.
"Al..."
Alvino memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah ponselnya berkali-kali berdering, kali ini adalah panggilan dari Lalisa.
"Aku ikut Al..."
Aku hanya sedikit menyingkap tangan papa kan, tidak mungkin hanya dengan tindakan itu bisa membuat nyawa Papa melayang. Aku juga tidak terlalu keras saat mendorong papa.
Sesampainya di rumah sakit....
Helena terkejut saat melihat papa nya sudah terbujur kaku.
"Ma, apa yang terjadi?" tanya Helena.
Plak !!
"Kamu yang melakukan ini, kenapa kamu bertanya kepada aku? dan ya, jangan pernah memanggil aku mama karena aku sudah tidak sudi mengakui kamu sebagai anakku," ketus mama.
"Lalisa?"
"Menurut hasil visum, meninggalnya papa karena sebuah pecahan meja kaca tertancap tepat di jantungnya. Lengannya juga patah karena tekanan yang sangat kuat."
Deg !!
"Al..."
"Cukup Helena, Aku sudah benar-benar muak dengan setiap tindakan yang kamu lakukan hanya demi ingin mendapatkan perhatian yang lebih dariku."
Alvino kemudian bersimpuh di hadapan Mama Helena.
__ADS_1
"Maafkan Alvino ma, karena selama Helena menjadi istri Alvino. Alvino gagal mendidik Helena untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, hubungan Alvino dan Helena yang sudah sampai pada tahap pernikahan, justru semakin membuat Helena menjadi pribadi yang sangat buruk dan agresif. Maafkan Alvino, mama."
Mama yang sudah tidak tahan lagi menahan air matanya, menarik Alvino agar berdiri kemudian memeluknya.
"Tidak nak, seharusnya Mama yang meminta maaf kepadamu karena sudah melahirkan anak dan tidak bisa mendidiknya dengan benar, sehingga dia begitu terobsesi akan kemauannya yang berujung pada kenyataan yang paling tidak kita inginkan."
"Alvino akan bertanggung jawab atas meninggalnya papa."
"Tidak nak, kami tahu bahwa kamu tidak berniat untuk membuat hal ini terjadi. Pergilah dan cari Husna."
"Mama, Bagaimana bisa Mama memerintahkan Alvino untuk mencari keberadaan Husna? sementara di sini masih ada aku. Aku juga istri dari Alvino, ma."
"Cukup Helena, aku sudah katakan jangan pernah memanggil aku mama lagi karena aku sangat tidak sudi memiliki anak yang bahkan rela menghabisi nyawa ayahnya sendiri."
"Ma, aku tidak menghabisi nyawa ayah. Aku..."
Helena terdiam saat Alvino mengangkat tangannya tanda agar Helena berhenti berbicara.
"Jangan memaksaku untuk mencebloskan kamu ke penjara."
"Al, kamu tidak bisa mencebloskan aku begitu saja ke penjara, karena kamu tidak memiliki bukti atas kejahatanku."
"Pertama, kamu sudah membuat Husna celaka sehingga mengakibatkan calon bayi pertama kali meninggal dunia. Kedua kamu membuat Husna celaka sehingga sekarang Husna pergi dari kehidupanku. Ketiga, kamu melakukan sesuatu yang mengakibatkan nyawa dari papa kamu hilang. Apa itu bukan berarti termasuk sebuah kejahatan yang tidak pantas untuk dikirim ke sel tahanan?"
"Al..."
Tak lama berselang seorang satpam diikuti beberapa polisi masuk ke dalam ruangan Helena.
Ternyata, pihak rumah sakit melaporkan kejadian meninggalnya papa Helena. Helena ditetapkan sebagai tersangka karena bukti CCTV mengatakan bahwa Helena lah yang kemungkinan besar menjadi pelakunya.
"Al, kamu harus membantuku agar aku tidak dipenjara."
"Seseorang tidak akan pernah merasa jera sebelum dia mendapatkan hukuman."
"Al, kamu harus tahu jika Aku melakukan ini karena aku ingin mendapatkan perhatian yang lebih darimu. Aku hamil Al. Aku hamil anakmu."
"Cukup Helena, aku sudah mentalak kamu dan sebentar lagi kita akan resmi bercerai. Jangan mengatakan kebohongan apapun lagi karena aku sudah tidak bisa mempercayai kata-kata mu."
"Nona Helena, silakan ikut kami untuk pemeriksaan."
"Al..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1