MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 48 ; Mati kutu


__ADS_3

"Helena, kamu mau pergi kemana?" tanya Husna saat Husna sudah berpakaian rapi setelah makan pagi.


"Aku ingin mencari pekerjaan untuk membantu keuangan keluarga ku, aku tahu Alvino tidak akan membiarkan aku sejumlah uang 500 juta. Jadi aku memutuskan untuk mencari uang itu sendiri dalam waktu dekat."


"Bagaimana caramu mendapatkan uang itu dalam waktu dekat?"


"Bukan urusanmu."


Helena kemudian segera pergi dari rumah setelah taksi yang dia pesan tiba di depan rumah.


Husna hanya bisa menghela nafas melihat kepergian dari madu nya itu.


Helena, entah apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari kami.


Helena kini sudah berada di salah satu rumah makan di tengah kota. Ernesto mengirimkan pesan beserta lokasi di mana Helena harus ada di sana untuk menemuinya.


"Ernesto, cepat katakan sebenarnya apa mau kamu sehingga kamu memintaku untuk datang ke sini?"


"Helena, kamu sudah membuatku menunggu terlalu lama. Sekarang berikan aku uang agar aku bisa segera kembali pulang."


"Tidak bisa, aku masih harus merencanakan sesuatu untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar itu."


"Helena, uang itu jumlahnya sangat kecil bagi suami kamu yang memiliki kekayaan di atas rata-rata dan pendapatan yang sangat fantastik di setiap bulannya."


Helena menghela nafas panjang, dia benar-benar tidak tahu dengan apa yang dipikirkan Ernesto.


"Aku akan memberimu waktu dua hari dari sekarang, jika kamu tidak bisa memberikannya maka kamu harus melayaniku, sesuai kesepakatan yang telah kita buat."


"Tunggu, apa? itu adalah kesepakatan yang kamu buat. Bukan kesepakatan kita."


"Terserah."


Helena kemudian mengeluarkan satu set perhiasan berlian.


"Apa ini?" tanya Ernesto.


"Aku sudah memastikan jika perhiasan dan berlian ini asli, total dari keseluruhan adalah 200 juta. Anggap ini sebagai uang muka dan kamu harus segera menghapus video itu."


Ernesto tersenyum kemudian dia mengambil kotak perhiasan itu. Ernesto membuka dan melihat sekilas isi perhiasan sebelum kemudian mengembalikannya kepada Helena.


"Aku minta uang, Aku bukan minta barang."


"Sama saja, jika kamu menjual ini maka kamu akan mendapatkan uang."


"Helena, kamu pikir kamu bisa menjebakku dengan memberikan aku barang ini?"


"Apa maksud?"

__ADS_1


"Jika kamu tidak mengetahui aturan dari kota ini maka aku akan memberitahumu sekarang juga. Jika kamu menjual perhiasan tanpa ada identitas kamu, atau identitas dari pemilik perhiasan ini. Kamu akan dikira orang yang sudah mencuri perhiasan ini. Sekalian kamu kenal dekat dengan orang yang memiliki perhiasan."


"Tidak mungkin."


"Jika kamu tidak percaya coba saja kamu jual ini di tempat manapun, saat yang bersangkutan menyadari jika perhiasannya hilang. Dia hanya perlu menunjukkan bukti transaksi, kurang dari waktu 24 jam orang yang menjualnya akan ditemukan dalam langsung diproses."


Sial, sebenarnya negara ini negara macam apa sehingga diberlakukannya aturan seperti itu? jika memang itu yang akan terjadi. Aku harus segera mengembalikan ini sebelum Husna menyadari jika perhiasannya hilang.


"Helena?"


"Al?"


Helena terkejut saat melihat Alvino ada di sana, dengan cepat tangannya segera meraih kotak perhiasan itu dan memasukkannya ke dalam tas.


"Al, Bukankah kamu mengatakan jika kamu pergi ke luar? kenapa kamu masih ada di sini?"


"Ya, ternyata ada beberapa berkas yang harus diselesaikan sebelum aku berangkat ke luar kota. Aku berencana pulang ke rumah tapi berhenti untuk makan di kedai ini, hingga kemudian aku tidak sengaja melihatmu bersama dengan ..."


Alvino mengalihkan pandangannya dan langsung memandang Ernesto.


"Siapa dia?" tanya Alvino pada Helena.


"Dia? dia adalah teman yang kemudian datang dan menyampaikan pesan yang dikirimkan oleh kedua orang tuaku," ucap Helena sambil melirik ke arah Ernesto.


"Pesan? Aku juga ingin mendengarkan pesan apa yang dikirimkan oleh orang tuamu kepadamu." Alvino kemudian segera duduk di kursi yang ada di sana.


"Ayo katakan, apa yang diucapkan oleh kedua orang tua Helena?" tanya Alvino pada Ernesto.


"Mereka menyampaikan pesan jika kalian mempunyai waktu, datanglah untuk mengunjungi mereka," Ernesto tersenyum ke arah Helena.


"Hanya itu?"


"Ya, karena hanya itu yang akan aku sampaikan jadi sebaiknya aku pergi untuk menjemput istriku." Ernesto segera pergi meninggalkan Alvino dan Helena.


"Helena, apa kamu ingin mengatakan sesuatu kepada aku?" tanya Alvino.


"Tidak ada."


"Kamu yakin tidak ingin menjelaskan sesuatu tentang kotak perhiasan di Senayan sekarang berada di dalam tas?"


"Aku.... aku..."


Dengan santai, Alvino mengambil kotak perhiasan yang ada di dalam tas Helena.


"Al .."


"Apa kamu bermaksud memberikan perhiasan ini, pada pria yang mengatakan jika dia datang untuk menyampaikan pesan dari kedua orang tua kamu?"

__ADS_1


"Al .."


Alvino memainkan jarinya seolah-olah dia sedang memberikan kode kepada seseorang, di mana seseorang itu mulai berjalan mendekati Alvino sambil membawa beberapa berkas di tangannya.


Setelah meletakkan berkas yang di bawa, seseorang yang merupakan orang terpercaya dari Alvino itu bergegas pergi meninggalkan meja.


"Helena, Aku sebenarnya masih ingin menahan tanpa ingin. Ternyata aku tidak bisa, Aku ingin segera tahu langsung dari mulutmu."


"Apa maksud kamu Al?"


Alvino kemudian memberikan berkas itu kepada Helena, Helena membukanya dan betapa terkejutnya Helena saat melihat beberapa isi dari berkas itu adalah foto pertemuannya secara diam-diam bersama dengan Ernesto.


"Helena, sebenarnya dia siapa dan apa yang membuatmu merasa takut ketika harus berhadapan dengan pria itu? apa yang pria itu miliki sehingga kamu berusaha keras memikirkan cara untuk mendapatkan sejumlah uang yang dia minta?"


Deg !!


"Kenapa kamu mencuri uang di dalam rumah sendiri? kamu juga memporak-porandakan isi rumah seakan-akan kamu ingin aku dan Husna melihat bahwa rumah kita sudah menjadi sasaran maling?"


"Al?"


"Kenapa kamu juga berbohong mengenai penyakit yang sedang kamu derita?"


"Oke, aku mengaku jika memang aku yang sudah mencuri uang kamu dan memporak-porandakan rumah. Tapi soal penyakit yang aku derita. Aku tidak pernah berbohong."


Alvino menghela nafas panjang, kemudian dia membuka berkas yang ada di tangan Helena pada bagian akhir.


Helena terkejut saat melihat hasil yang sebenarnya dari pemeriksaan kanker nasofaring yang sedang dia derita.


"Husna menemukan itu pada bungkusan sampah yang ada di kamar, Husna menyimpan dengan baik catatan itu hingga dia memberikannya di malam aku akan pergi ke luar kota."


"Kenapa Helena? kenapa kamu melakukan serangkaian sandiwara ini?" tanya Alvino.


Helena benar-benar mati kutu sekarang, dia tidak mungkin mengatakan jika dia terpaksa berhubungan dengan Ernesto. Karena Ernesto memiliki bukti tentang dirinya yang sengaja mendorong Husna, hingga Husna kehilangan bayinya.


Brak !!!


Helena terkejut saat Alvino menggebrak meja.


"Jawap aku, Helena."


"Al, kamu membentak ku?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2