MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 82 : Rahasia Keluarga


__ADS_3

Elvio yang menerima pesan dari sang mama segera memutar kendaraannya dan menemui Melia.


Elvio dan Melia kini terlihat berada di taman rumah Melia yang ada di kota.


"Cinta adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Seperti kisah dari beberapa orang atau sepasang kekasih yang saling mencintai tapi tak bisa bersama karena berbagai alasan, mulai dari direstui orang tua, terpisah jarak yang sangat jauh, karena waktu yang belum bisa memberi kesempatan bersatu dan alasan lainnya yang terkadang sulit untuk dijelaskan."


"Melia kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Kau dan aku tak bisa bersama, Bagai syair lagu tak berirama. Mencari Cinta Sejati yang di populerkan Cakra Khan."


"Apa maksud kamu dengan mengatakan bahwa kita tidak akan bisa bersama? jika kamu kecewakan yang saat itu aku dan mama tiba-tiba pergi meninggalkan rumah keluargamu. Aku minta maaf."


"Elvio, Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan. Bahwa Aku memiliki ragamu tapi tidak dengan hatimu. Aku rasa, hal yang seperti itu tidak mungkin bagi kita untuk bisa mengarungi bahtera rumah tangga."


"Jika benar-benar menyelami keabstrakan cinta, maka berbahagialah bersama keindahannya dan tegarlah bersama kepedihannya. Cinta itu tak harus memiliki, namun mengasihi. Sebab cinta yang tulus adalah merelakan bukan memaksakan."


"Melia..."


"Tulusnya cinta, meski tak lagi bersama, kadang rasa benci hadir dalam dada, kamu tetap tak pernah melewatkan seharipun tanpa merindukannya," ucap Melia yang tahu bahwa Elvio begitu mencintai Husna sehingga sangat khawatir saat mendapatkan kabar bahwa Husna pergi.


"Melia, aku memang merindukannya tapi bukan berarti hubungan kita berhenti sampai di sini."


"Elvio, kita tidak akan pernah bersama sampai kapanpun."


"Tapi kenapa? apa hanya karena di dalam hatiku masih ada Husna?"


"Tidak."


"Lalu?"


"Karena kalian adalah saudara," ucap suara yang familiar bagi Elvio.


Elvio berbalik dan.


"Mama?"


Mama berjalan mendekati Elvio, di ikuti mama Melia yang terlihat menangis.


Mama kemudian menceritakan bahwa sebenarnya Elvio bukan bagian dari keluarga mereka.


Bayi Elvio ditahan oleh rumah sakit karena tidak bisa melunasi tunggakan rumah sakit. Bayi Elvio terlantar hingga dua bulan, hingga kemudian Pak Winata yang memang menjadi donatur terbesar di rumah sakit itu memutuskan untuk mengadopsinya dan memberinya nama Elvio.


Itulah kenapa jiwa bisnis Elvio sangat besar. Dia juga terlihat seperti anak punk karena memang ayahnya dulu seorang master jalanan.


Pak Winata berusaha mencari informasi mengenai orang tua Elvio. Namun mereka tidak menemukan nya sampai hari ini.

__ADS_1


Jika saja Elvio tidak dekat dan berniat menikah Melia, yang merupakan adik kandungnya. Semua tidak akan tahu, bahwa Elvio sebenernya adalah anak keluarga Handoko.


Elvio melihat Melia yang terus menangis.


"Melia..."


"Pergilah, aku tahu kamu mencintai Husna."


...----------------...


Husna lagi-lagi bertemu dengan Alvino dirumah sakit.


Alvino yang baru saja selesai berkonsultasi dengan bayinya, tentu saja merasa senang karena dia bertemu dengan Husna.


"Untukmu yang selalu kusebut dalam doa, izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu," ucap Alvino.


"Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya," jawap Husna dengan tegas.


"Bukankah kita adalah jodoh? kita dijodohkan oleh almarhum ayah."


"Bicara soal jodoh kadang memang agak sensitif untuk sebagian orang. Pasalnya kisah percintaan yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang memiliki cerita perjalanan cinta yang mulus ada pula yang kurang beruntung dan tidak sesuai dengan rencana," ucap Husna.


"Cinta memang menuntut suatu pengorbanan. Jika kita belum mampu berkorban demi ketaatan maka kita belum betul-betul mencintai sang pemilik alam."


"Husna..."


"Bagaimana aku bisa membiarkan kamu sendiri sementara sekarang mungkin adikku sedang berjuang untuk mendapatkan kamu."


"Sulit menerima kenyataan bahwa orang yang telah lama bersamamu harus berpisah denganmu. Telepas dari hal tersebut, perpisahan akan mengajarkan kita tentang keikhlasan karena tidak semua hal di dunia ini abadi dan bisa kita miliki selamanya."


"Husna, Jangan pernah mengatakan selamat tinggal karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mampu untuk mendengarnya."


"Selamat tinggal adalah hal tersulit untuk diucapkan kepada seseorang yang berarti bagimu, terutama saat perpisahan bukanlah yang kamu inginkan."


"Husna.."


"Bahkan jika kita tidak bisa bersama pada akhirnya, aku senang kamu adalah bagian dari hidupku."


"Aku benci perasaan ketika kamu harus mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang ingin kamu habiskan setiap menitnya." Alvino berbalik badan membelakangi Husna.


"Pada titik tertentu, kamu harus menyadari bahwa beberapa orang dapat tinggal di hatimu, tetapi tidak dalam hidupmu."


"Ketika aku melihat ke belakang sekarang, musim panas itu sepertinya berlangsung selamanya, dan jika aku punya pilihan, aku selalu ingin berada di sana, itu adalah hari-hari terbaik dalam hidupku," ucap Alvino berusaha tenang untuk mendapatkan kembali hati Husna.


"Suatu saat kamu akan melihat alasannya, ada kebaikan dalam perpisahan," ucap Husna yang benar benar membuat Alvino terluka.

__ADS_1


"Beberapa orang datang ke dalam hidup kita dan dengan cepat pergi. Beberapa tinggal sebentar, meninggalkan jejak di hati kita, dan kita tidak pernah sama."


"Aku tahu, aku sudah melakukan sesuatu yang mungkin menimbulkan luka yang sangat besar di dalam hati. Ijinkan aku untuk memperbaiki nya."


"Hari ini, saya menutup pintu ke masa lalu saya… Membuka pintu ke masa depan, ambil napas dalam-dalam dan melangkah untuk memulai bab berikutnya dalam hidup saya."


"Saya harap, anda menghargai keputusan saya."


Husna kemudian segera berlalu meninggalkan Alvino. Alvino memilih untuk mendatangi kamar bayi dan melihat bayi yang sudah memiliki nama.


"Alisa. Siapa yang sudah memberikan kamu nama secantik itu?" lirih Alvino.


Alvino baru saja mendapatkan keterangan dari Dokter bahwa dia belum bisa melakukan tes DNA mengingat kondisi bayinya yang sangat lemah karena kekurangan ASI.


Alvino meminta sang bayi dirawat di rumah sakit saja setelah mengetahui bahwa ada seorang dokter yang mau menjadi Ibu susu dari bayi tersebut.


Alvino memutuskan untuk pulang ke rumah dan memberitahu mamanya bahwa Helena sudah benar-benar meninggalkan dunia. Namun, baru saja Alvino sampai di rumah dia terkejut karena melihat Melia, kekasih Elvio sedang berada di mansion dan menangis dalam pelukan Mama.


"Ma, ada apa?" tanya Alvino.


"Melia menangis karena dia tidak bisa membatalkan pernikahannya," ucap Mama.


"Kamu baru pulang? kabar apa yang kamu dapatkan dan apakah kamu sudah mendapatkan hasil tes DNA dari bayi yang dibawa oleh Lalisa?"


Alvino menunduk, sebelumnya Mama sudah mengirimkan pesan bahwa dia mengirim bayi perempuan yang belum memiliki nama itu ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA. Karena harus menunggu Alvino untuk diambil sampel darah, akhirnya Mama memberitahukan kepada Alvino bahwa dia menginginkan tes DNA atas bayi yang dibawa oleh Lalisa.


Alvina kemudian menceritakan bahwa dia baru saja mengatakan Helena ke tempat peristirahatan terakhirnya dan mengunjungi bayi perempuan yang sudah diberi nama Alisa.


Mama sedikit terkejut saat dia mendengar kabar bahwa Helena sudah pergi meninggalkan dunia.


Ya Tuhan, Kenapa setelah kepergian suamiku kehidupan anak-anakku menjadi berantakan seperti ini. Alvino dengan segala kebodohannya harus kehilangan wanita yang benar-benar sholehah untuknya.


Elvio, bisa dia sudah mulai melupakan cintanya terhadap Husna dan memulai kisah cinta yang baru bersama dengan seorang gadis yang ternyata adalah adik kandungnya.


Sekarang, Aku bahkan tidak tahu di mana Husna.


*Semoga Elvio berhasil menemukan keberadaan Husna dan membawa kembali Husna ke dalam rumah ini, walaupun aku tahu kemungkinannya sangat kecil bagi Husna untuk mau kembali tinggal di sini lagi seperti dulu.


Husna, seandainya kamu tahu. Kamu akan bercerai atau tidak dari Alvino. Kamu tetaplah anak mama. Anggota keluarga Winata*.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2