
Helena terkejut saat melihat rumahnya kembali rapi dan bersih.
Helena kemudian melihat Alvino yang sedang melihatnya juga, membuat Helena bersikap biasa dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Aku lelah, aku akan lebih dulu masuk ke dalam kamar." Ucap Helena sambil berlalu pergi meninggalkan Husna dan Alvino.
Sepeninggalan Helena..
"Husna, apakah kamu tadi memperhatikan ekspresi terkejut yang ditunjukkan oleh Helena?"
"Apa maksud Mas ekspresi terkejut saat melihat rumah kita dalam kondisi rapi?"
"Ya, jika kamu ingin tahu kondisi rumah kita sebelumnya, maka lihatlah video ini." Alvino memberikan ponselnya kepada Husna.
Husna melihat Alvino sebagai bentuk keterkejutannya melihat kondisi rumah yang porak-poranda.
"Kondisi rumah hanya berantakan di dalam saja. Kamar tempat di mana kamu beristirahat dan kamar yang ada di lantai atas tetap terlihat rapi seperti sebelumnya. Aku juga tidak bisa menemukan sidik jari di manapun."
"Mas, kita tidak bisa langsung mencurigai Helena tanpa bukti," ucap Husna sambil memandang ke arah Alvino.
"Ya, kamu bener. untuk itu aku meminta bantuanmu mengawasi gerak-gerik Helena dan cari tahu jika ada sesuatu yang mencurigakan."
"Insyallah."
Alvino kemudian mengantarkan Husna untuk beristirahat ke kamarnya. Kali ini, Alvino tidak membiarkan Husna untuk beristirahat di kamar yang ada di lantai 1.
Alvino mengajak Husna untuk beristirahat di kamar yang ada di lantai atas, tepatnya kamar yang berhadapan dengan ruang kerja Alvino.
"Husna, Aku tidak ingin kamu tidur sendirian di lantai bawah, jadi aku memutuskan untuk hari ini dan seterusnya kamu akan menempati kamar ini."
Husna tersenyum dan memasuki kamar yang sebelumnya sudah direncanakan untuk menjadi kamar buah hati mereka.
"Terima kasih, mas."
"Istirahatlah, aku akan memeriksa CCTV yang aku pasang di luar rumah."
Alvino segera masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia sengaja tidak menemui Helena, karena dia tahu Helena pasti sedang bingung karena uang yang ada di dalam kopernya menghilang.
Ingin rasanya aku masuk dan menemui Helena untuk melihat apakah dia sudah mengetahui jika uangnya tidak lagi ada di dalam koper itu? tapi jika aku melakukan itu, aku tidak akan tahu motif di balik perbuatan Helena.
Alvino mulai masuk ke dalam ruang kerjanya dan memeriksa CCTV yang dia pasang di luar rumah.
"Sudah aku duga," ucap Alvino saat mengetahui jika CCTV yang dia pasang di rumahnya sudah dinonaktifkan beberapa jam sebelum kondisi rumah berantakan.
"Huft, Helena .. Helena .. sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?"
__ADS_1
Di kamar, Helena terlihat panik dan mencoba mencari kemana perginya uang yang ada di dalam kopernya.
"Sebentar, apa mungkin Alvino sudah mengetahui jika uangnya raib dan berada di dalam koper ini?"
Helena mulai berpikir sebenarnya apa yang terjadi, dia juga tidak habis pikir kenapa kondisi rumah dalam kondisi normal.
Helena tidak tahan lagi, dia keluar dari rumah dan mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Helena turun ke lantai bawah untuk menemukan sesuatu yang mungkin bisa dijadikan petunjuk.
Helena menghilangkan nafas panjang dan memilih untuk duduk di dapur karena dia tidak bisa menemukan apapun.
"Apa yang sebenarnya terjadi..."
"Apa kamu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Alvino yang tiba-tiba datang dan mengejutkan Helena.
"Al.."
"Helena, kenapa aku melihatmu gelisah? apa kamu sedang memikirkan sesuatu atau kamu berharap sesuatu yang nyatanya tidak berjalan sebagaimana mestinya?"
"Tidak." Ucap Helena.
"Baiklah, kalau begitu kenapa kamu ada di sini? bukankah tadi kamu mengatakan jika kamu lelah dan ingin beristirahat?
"Aku sedikit lapar dan merasa haus. Karena itu aku pergi ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan dan membawa air untuk di bawah ke dalam kamar."
"Alvino, kenapa dia seolah-olah sudah mengetahui jika aku yang membuat kondisi rumah ini berantakan? apa Alvino sengaja mengajak kami pulang lebih awal karena sebelumnya dia sudah mengetahui jika uang yang ada di dalam brankasnya hilang?"
"Apa yang aku lewatkan?"
Helena mulai berpikir keras kemudian dia menyadari jika ada satu kesalahan yang tidak sempat dia lakukan.
"Benar, Alvino pasti tidak menduga jika yang membuat rumah ini berantakan serta hilangnya uang di dalam brankas adalah ulah pencuri."
"Bodohnya aku, seharusnya aku sedikit merusak pintu atau jendela di rumah ini agar rencanaku berjalan dengan lancar."
"Hah, ini benar-benar menyebalkan. Aku harus kembali menyusul rencana B, agar aku bisa segera menyingkirkan Ernesto dan membuatnya berhenti mengganggu ku."
Tring .... !!!
Saat Helena sedang berpikir untuk menyusun kembali rencana B secepat mungkin, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
Helena terkejut saat melihat pesan itu berisi video di mana dia dengan sengaja mendorong Husna.
Wajah Helena terlihat pucat terutama saat dia melihat Alvino masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Al, kamu mengejutkanku. Kenapa kamu langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?" Ucap Helena.
"Apa aku harus mengetuk pintu terlebih dahulu saat aku memasuki kamarku, yang berada di rumahku sendiri?"
Helena tersenyum dan berusaha menutupi rasa keterkejutannya dengan meletakkan ponsel, dan menghampiri Alvino.
"Bukan seperti itu, maksudku seharusnya kamu memberikan kode agar aku bisa berdiri di depan pintu untuk menyambutmu masuk."
"Apa kamu tidak merindukan aku? sudah lebih dari sepekan kamu tidak menghabiskan waktu berdua denganku."
Helena tersenyum sambil memeluk Alvino dan mulai melepas kancing pakaian Alvino satu persatu.
"Aku ingin mandi kemudian beristirahat. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan untukku, jika kamu tidak keberatan bolehkah kamu melepas pelukanmu dan membiarkan aku untuk mandi?"
"Apa kamu tidak ingin mengajakku untuk mandi bersama?"
"Helena ..."
"Baiklah, pergilah mandi dan aku akan menyiapkan pakaianmu."
"Terima kasih."
Alvino sejarah berjalan menuju kamar mandi dan mulai berendam di bak mandi air hangat.
Helena menghembuskan nafas panjang, sebelum kemudian dia segera meraih ponselnya untuk menghapus video itu dan memblokir nomor yang mengirimkan video itu.
"Ernesto semakin berani. Aku harus segera melakukan rencana B agar Ernesto bisa segera pergi dari hidupku."
Malam itu, Alvino memilih tidur di kamar terpisah. Membiarkan Helena tidur sendiri untuk memberinya kesempatan memikirkan rencana yang akan dia lakukan selanjutnya.
Helena sendiri tidak merasa keberatan saat Alvino mengatakan jika dia ingin tidur di kamar yang berbeda.
"Syukurlah malam ini Alvino tidak berniat untuk tidur bersamaku. Aku harus memeriksa apakah uang itu kembali ke brankas atau tidak."
Helena menunggu hingga tengah malam, sebelum akhirnya dia keluar dari kamar dan masuk ke dalam ruang kerja Alvino.
"Sial !!" Helena mengumpat saat dia memeriksa bahwa uang yang dia ambil sudah kembali dan tertata rapi di brankas milik Alvino.
"Helena?"
Deg !!
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...