MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 67 : Saling terhubung


__ADS_3

Alvino terkejut karena saat dia terbangun, tidak menemukan keberadaan Mama ataupun kakak iparnya.


Alvino bertanya kepada pelayan, pelayan mengatakan bahwa alfiana pergi bersama dengan suaminya untuk mengunjungi nenek dari suami Alviana.


"Lalu dimana Mama?"


"Maaf Tuan, tidak ada satupun yang melihat kepergian nyonya besar."


Alvino tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia sangat sedih setelah usahanya membujuk Mama agar mau mengatakan kemana perginya Husna gagal.


Alvino memandangi foto pernikahan nya dengan Husna.


"Perpisahan memang nampak seperti akhir dan selamat tinggal mungkin akan nampak selamanya. Namun di dalam hatiku masih tersimpan kenangan bersamamu yang akan senantiasa ada."


"Kini hidupku terasa gelap karena tidak ada sepercik cahaya yang berpendar darimu di sekitarku. Seperti lukisan yang sangat indah, namun tak terjelaskan. Seperti rasa perih dan kehilangan yang tersamarkan oleh cinta yang sebentar."


"Maafkan aku Husna, semoga kamu akan segera kembali padaku."


Sementara itu di tempat Husna...


"Hal itu dikarenakan kehadiran orang-orang yang kamu cintai sangat berarti. Rasa kesepian dan kesedihan mendalam seolah menjadi isyarat bahwa saat ini kita sudah kehilangan seseorang terkasih," ucap Mama saat Husna mengatakan bahwa dirinya masih di bayang-bayangi perasaan sedih.


"Namun, seiring berjalannya waktu, kamu harus bangkit dan tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Kehilangan memang dapat menyayat hati, bahkan tidak bisa terlupakan sepanjang hidup."


"Kehidupan terus berjalan dan kamu hanya bisa berdoa agar ia sudah menjadi lebih baik. Kamu juga harus yakin bahwa kebahagiaanmu adalah yang ia inginkan," imbuh nenek.


Husna tidak percaya jika dia di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Husna benar-benar merasa beruntung ditemukan dengan keluarga Alvino. Walaupun Alvino sendiri justru memberikan luka, tapi keluarganya tetap menyambutnya dengan hangat dan penuh kasih sayang.


"Bahkan kehidupan yang bahagia tak akan pernah ada tanpa sedikit kegelapan. Kata bahagia akan kehilangan maknanya jika tak diseimbangkan dengan kesedihan. Akan lebih bijak jika kita menerima segalanya dengan kesabaran dan ketegaran." Mama memegang tangan Husna seolah-olah ingin memberitahu Husna bahwa Mama ada di sini untuk selalu menemani dan mendukung Husna.


"Terima kasih, Mama."


"Sama sama sayang, jadi jangan pernah sungkan dan takut untuk mengatakan apapun yang ingin kamu katakan kepada kami. Semua ini tidak akan sampai pada Alvino sebelum kamu sendirilah yang memberitahukan kepadanya."


"Jika ada kemungkinan menemukan penghiburan dari tragedi kehilangan seseorang yang amat kita cintai, itu adalah harapan yang perlu ada, barangkali semua yang terjadi adalah yang terbaik."


"Iya, insya Allah Husna sudah ikhlas dan siap untuk menerima takdir yang digariskan Allah untuk Husna."


"Jaga cucu mama dengan baik. Mama harus kembali sebelum Alvino menyadari jika mau pergi."


"Mama akan pergi secepat itu?" tanya Husna.


"Iya, Elvio akan berada di sini karena dia akan membangun proyek besar di sini. Kamu bisa meminta bantuan kepada nya jika kamu membutuhkan sesuatu," ucap Mama saat melihat kedatangan Elvio.


"Pesawat nya sudah siap, Ma." Ucap Elvio.


"Mama pamit pulang ya sayang." Husna tersenyum dan menganggukkan kepala.


Husna mengantarkan kepergian Mama sampai ke depan pintu, Mama melambaikan tangan ke arah Husna dan juga nenek. Elvio terlihat membunyikan klakson mobil sebelum mobil berjalan meninggalkan rumah.


"Nduk, nenek sama kakek mau pergi sebentar. Kamu tidak apa apa kan kalau harus tinggal sendirian di rumah untuk beberapa waktu saja?"


"Ya nek, Husna akan baik-baik saja."


Nenek tersenyum kemudian mengelus lembut pipih Husna sebelum pergi bersama dengan kakek menggunakan motor.

__ADS_1


Husna tersenyum geli saat melihat pasangan yang sudah berumur itu tetap mesra seperti pasangan muda.


Husna memilih masuk ke dalam rumah dan menutup pintu setelah memastikan bahwa nenek dan kakeknya sudah sangat jauh dari jangkauan mata.


Husna menghela nafas panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.


Husna membuka jendela kamarnya, membiarkan cahaya mentari dan kehangatan nya memasuki ruangan.


Husna bersandar di dinding jendela, memejamkan mata seperti yang dilakukan Alvino sekarang.


Keduanya seolah-olah bertemu dalam dunia khayalan. Saling bertukar sajak dari pink.


Sejak awal.


Right from the start.


Anda adalah seorang pencuri, Anda mencuri hati saya.


You were a thief, you stole my heart.


Dan aku korbanmu yang menyerahkan diri.


And I, your willing victim.


Aku membiarkanmu melihat bagian diriku, yang tidak begitu cantik.


I let you see the parts of me, that weren't all that pretty.


Dan dengan setiap sentuhan Anda memperbaikinya.


Sekarang Anda telah berbicara dalam tidur Anda.


Now you've been talking in your sleep.


Hal-hal yang tidak pernah Anda katakan kepada saya.


Things you never say to me .


Katakan bahwa Anda sudah cukup.


Tell me that you've had enough.


Dari cinta kita, cinta kita.


Of our love, our love.


Beri aku alasan, sedikit saja sudah cukup.


Just give me a reason, just a little bit's enough.


Sebenernya kita tidak hancur hanya bengkok, dan kita bisa belajar untuk mencintai lagi.


Just a second we're not broken just bent, and we can learn to love again.


Ada di bintang-bintang, tertulis di bekas luka di hati kita.

__ADS_1


It's in the stars, it's been written in the scars on our hearts.


Kita tidak hancur hanya bengkok, dan kita bisa belajar untuk mencintai lagi.


We're not broken just bent, and we can learn to love again.


Maaf saya tidak mengerti.


I'm sorry I don't understand.


Dari mana semua ini berasal


Where all of this is coming from.


Saya pikir kami baik-baik saja, kami memiliki segalanya


I thought that we were fine we had everything.


Sayangku kita masih memiliki segalanya


My dear we still have everything'


Dan itu semua ada dalam pikiranmu, tapi ini terjadi.


And it's all in your mind, but this is happenin.


Anda telah mengalami mimpi buruk yang nyata.


You've been havin' real bad dreams.


Anda dulu berbohong begitu dekat dengan saya.


You used to lie so close to me.


Tidak ada yang lebih dari lembaran kosong antara cinta kita, cinta kita


There's nothing more than empty sheets between our love, our love


Aku tidak pernah berhenti, kamu masih tertulis di bekas luka di hatiku.


I never stop, you're still written in the scars on my heart.


Aku akan memperbaikinya untuk kita.


I'll fix it for us.


Baik Husna dan Alvino, sama sama merasa bahwa hati mereka terhubung satu sama lain..


Hanya saja mereka tidak tahu apakah semesta akan merestui mereka untuk bersatu kembali atau tidak.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2