MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Kedatangan Lalisa


__ADS_3

Rumah sakit besar yang ada di Jakarta..


"Hai sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Alvino saat melihat Alisa terbangun.


Alisa tersenyum sambil mencari-cari keberadaan seseorang.


"Bibi Kinara masih belum kembali, dia akan segera datang setelah mengambil beberapa makanan dan juga vitamin untuk Alisa."


Alvino kemudian menerima pesan dari Mama Helena, yang mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di bandara.


"Sayang, papa mau menelpon seseorang dulu. Jadilah anak yang baik, dan jangan kemana-mana sampai papa kembali."


Alisa hanya menganggukkan kepalanya, sementara Alvino sedikit menjauh dari tempat tidur Alisa dan mulai menelepon orang-orangnya agar menjemput mantan Ibu mertuanya dan juga Lalisa.


Alvino memberi kabar kepada Keyla dan Lalisa, bahwa Alisa masuk rumah sakit.


"Alvino, bagaimana keadaan cucu ku?" tanya Keyla begitu sampai di rumah sakit.


"Alisa ada di dalam, besok hasil pemeriksaan nya akan segera keluar. Jadi kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya di derita Alisa."


Keyla dan Lalisa segera masuk untuk menemui Alisa, sementara Alvino pergi untuk berbicara dengan dokter.


"Sayang, ini nenek dan ini Tante Lalisa," ucap Keyla sambil melihat ke arah Alisa.


Alisa melihat ke arah Kinara, seolah-olah ingin bertanya tentang siapa mereka yang mengaku sebagai nenek dan juga tante dari Alisa.


"Sayang, ini memang nenek dan juga tante Alisa.


Alisa hanya melihat keduanya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Kinara memberikan ruang agar Keyla dan Lalisa bisa mendekat dan melihat Alisa dengan lebih jelas lagi.


Keyla segera memeluk cucu pertamanya dengan penuh kasih sayang dan kerinduan.


"Apa kamu adalah perawat yang selama ini merawat Alisa?" tanya Lalisa.


"Benar, nona." Kinara menundukkan kepala.


"Kenapa papa Alisa memberikan seorang perawat kepada Alisa? memangnya kemana istrinya?" tanya Lalisa.


"Maaf, Nona. Saya tidak mengetahui kemana istri dan juga Ibu dari Alisa. Saya hanya diperintahkan untuk merawat Alisa."


Kenapa Kak Alvino membiarkan Alisa dirawat oleh seorang perawat. Memangnya kemana kak Husna? apa dia tidak sudi merawat Alisa?

__ADS_1


Lalisa yang penasaran, memilih untuk menemui Alvino, demi bisa mendapatkan informasi mengenai Alisa yang ternyata di rawat oleh perawat.


"Kak Alvino.." panggil Lalisa setelah dia menemukan Alvino yang baru saja keluar dari ruangan dokter.


"Lalisa, ada apa?"


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Lalisa.


"Tentu,"


Alvino dan Lalisa kemudian memilih untuk berbicara di kantin rumah sakit.


"Kak Alvino, Kenapa Kakak bisa mempercayakan Alisa untuk dirawat oleh seorang perawat?" tanya Lalisa.


"Memangnya kenapa?" tanya Alvino.


"Apa kakak tidak pernah mendengar jika seorang perawat bisa saja melakukan kesalahan?"


"Apa kamu mencurigai jika apa yang terjadi dengan Lalisa karena ulah dari perawat?"


"Ya, memangnya kak Husna kemana? sehingga kakak justru mempercayakan Alisa kepada seorang perawat?" tanya Lalisa.


"Kenapa kamu justru meminta Husna untuk merawat Alisa? memangnya kenapa jika Alisa aku percayakan kepada seorang perawat?" tanya Alvino.


"Lalisa, apa kamu pikir jika Alisa tidak mendapatkan kasih sayang yang melimpah sehingga mengalami sakit seperti ini?"


"Mungkin saja dia mendapatkan banyak tekanan karena melihat kak Alvino terlalu fokus pada kak Husna dan tidak pada Alisa."


"Lalisa, aku fokus pada pekerjaanku dan tidak fokus pada Husna karena memang kami sudah bercerai."


"Apa? Kenapa kak Husna menuntut cerai dari kakak sementara, kakakku sudah rela mati demi menjaga hubungan pernikahan kak Husna dan Alvino tetap terjaga?"


"Lalisa, Kenapa kamu jadi merembet ke masalah pernikahan aku dan Husna? Bukankah seharusnya kita hanya membahas tentang Alisa?"


"Kak, seharusnya Kakak bisa mencegah perceraian yang terjadi. Sehingga kak Husna bisa menggantikan posisi Kakak Helena untuk memberikan kasih sayang terhadap Alisa."


"Lalisa, jika memang kedatangan kamu hanya untuk berdebat tentang masalah ini. Lebih baik lupakan saja."


"Kak Alvino, biarkan aku yang merawat Alisa, aku bersedia menggantikan perawat yang selama ini merawat Alisa. Aku tidak ingin alisha diasut oleh orang asing bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana perlakuannya terhadap Alisa."


"Lalisa cukup. jangan kamu pikir jika aku tidak memberikan yang terbaik untuk putriku. Aku tahu apa yang aku lakukan jangan pernah menggurui aku." Alvino kemudian memilih pergi dari hadapan Lalisa dan tidak mendengarkan panggilan Lalisa lagi.

__ADS_1


Lalisa dan Keyla tinggal di rumah Alvino, Kinara terpaksa di berhentikan demi menghormati keputusan Keyla yang ingin merawat cucu nya.


Alisa di vonis anemia ringan, jadi bisa di rawat di rumah. Mama Alvino sendiri tidak pernah lagi datang ke rumah Alvino setelah sebelumnya Keyla datang ke Mansion dan memaki-maki mama Alvino karena membiarkan Husna dan Alvino bercerai, sehingga Alisa harus di rawat oleh orang lain.


"Mama tidak habis pikir dengan nenek Alisa, jika dia tidak ingin cucu nya di rawat oleh orang lain, kenapa dulu Alisa di antar padamu?" ketus Mama.


"Alvino juga tidak tahu, ma. Alvino pusing memikirkan kesehatan Alisa."


"Ma, dimana Elvio?"


"Mana mama tahu, biarkan saja dia dengan urusannya. Kenapa tiba-tiba kamu jadi peduli?"


Bagaimana aku tidak peduli, aku takut jika Elvio lebih dulu menemukan Husna.


Alvino tidak tahu, jika Elvio sudah berhasil mendapatkan hati Anisa. Anisa sangat bahagia karena kehadiran Elvio.


Elvio sering mengajak Anisa untuk jalan jalan dan menghabiskan hari bersama.


Anisa sering menangis saat Elvio akan pulang, jadi Husna mengijinkan Elvio menginap dan menemani Anisa tidur sementara Husna akan tidur bersama dengan Salsabila dan yang lainnya di lantai atas.


"Husna, kenapa kamu tidak mencoba untuk membuka hati dan memulai kehidupan yang baru bersama dengan Elvio?" tanya Salsabila.


"Benar, aku tidak pernah melihat Anisa sebahagia ini. Aku takut kebahagiaan akan berganti kesedihan saat Elvio kembali ke kota," imbuh Lala.


"Entahlah, rasanya aku masih belum siap untuk memulai kehidupan yang pernah gagal" ucap Husna.


"Apa salahnya mencoba, Bukankah sekarang ceritanya akan berbeda? pikirkan lagi."


Husna terdiam, sepertinya hari di mana Salsabila dan teman-temannya akan pergi meninggalkan Husna untuk memulai kehidupan yang baru yang dinamakan rumah tangga akan segera datang.


Husna yang tidak bisa tidur, kembali memakai cadarnya kemudian turun ke lantai bawah untuk melihat apakah putrinya sudah tidur atau belum.


Husna mengintip dari balik pintu yang dia buka sedikit. Terlihat Anisa tidur sambil memeluk Elvio.


Husna tersenyum kemudian membenarkan apa yang baru saja teman-temannya katakan. Memang, sejak Anisa bertemu dengan Elvio. Anisa terlihat lebih bahagia dan ceria.


Ya Allah, aku tidak tahu dengan perasaan ku. Haruskah aku menjawab pertanyaan dari Elvio? dan memulai kembali bahtera rumah tangga atau tidak?


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2