MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 27 : Kesabaran Husna


__ADS_3

Helena benar-benar tidak memberikan kesempatan untuk Alvino bisa berbicara ataupun sekedar menemui Husna.


Jika malam sudah tiba, Helena akan langsung menunggu kepulangan Alvino di depan rumah dan mengajak Alvino untuk masuk ke dalam kamar.


Husna hanya bisa menahan diri setiap kali melihat Helena langsung menarik Alvino masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.


"Helena, kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk menemui Husna." Pekik Alvino.


"Nanti saja. Aku sudah menyiapkan makan malam romantis untuk kita berdua." Helena tersenyum sambil meletakkan tas yang di bawa Alvino dan mengajak Alvino untuk ke balkon kamar mereka.


"Ayo duduk."


Setelah makan malam, Helena mendekati Alvino dan duduk di pangkuan nya.


"Aku mencintaimu, Alvino. Aku bahagia karena kayaknya nanti untuk menjadi istrimu sudah benar-benar terpenuhi."


Alvino hanya tersenyum sambil memegang tangan Helena yang akan menyentuh bibirnya.


"Helena, tolong. Aku sangat lelah, Aku ingin mandi dan beristirahat." Ucap Alvino.


"Mau mandi bersama?" tawar Helena.


"Helena..."


"Baiklah..." Ucap Helena sambil pergi dari pangkuan Alvino.


"Terima kasih." Alvino segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Helena terlihat membereskan sisa makan malam mereka.


"Oh ya, aku dan Alvino sudah makan malam romantis. Jadi, jika kamu ingin menyiapkan makan malam, sebaiknya kamu memasak untuk diri kamu sendiri." Ucap Helena saat dia pergi ke dapur untuk mencuci piring yang digunakan untuk makan malam romantis itu dan melihat Husna sedang memilih beberapa bahan di dalam kulkas.


Husna hanya tersenyum dan tidak menanggapi apa yang baru saja Helena katakan, karena Helena langsung pergi setelah selesai mencuci piring.


Husna menghela nafas panjang kemudian memasak makanan untuk dirinya sendiri.


Saat Alvino sudah keluar dari kamar mandi, dia melihat Helena sudah menunggunya di tempat tidur.


"Alvino..." Helena yang sudah memakai lingerie tipis, tersenyum dan berjalan ke Alvino.


"Helena, kenapa kamu ada di kamar ini?" Tanya Alvino yang baru menyadari jika sedari tadi dirinya dan Helena berada di kamar Husna.


"Oh itu, karena kita semalam bercinta di kamar ini. Husna kemudian mengizinkan aku untuk berada di kamar ini dan tidur denganmu."


"Maksudnya, kalian bertukar kamar tidur?" Tanya Alvino.


"Tidak, Husna memilih untuk tidur di kamar tamu. Dia mengatakan jika baik aku maupun dirinya tidak akan suka jika tidur di kamar bekas pasangan yang baru saja bercinta."


Alvino kemudian menyadari bahwa Husna sudah melihat dirinya tidur bersama dengan Helena di kamar ini.


"Alvino, kamu mau kemana?" Tanya Helena saat Alvino segera berganti pakaian dan bersiap untuk pergi dari kamar.


"Aku harus menemui Husna."


"Tapi Al..."

__ADS_1


"Cukup Helena. Aku mulai bosan dengan sikap manjamu yang sudah keterlaluan ini. Jika kamu tidak mengizinkan aku untuk menemui Husna. Maka, Aku tidak akan bisa pergi denganmu untuk berbulan madu ke Bali." Ketus Alvino sambil keluar dari kamar dan menutup pintu dengan sedikit keras sebagai bentuk protesnya kepada Helena.


Helena yang merasa sangat kesal memilih untuk tidur saja.


Alvino berjalan menuju dapur, dia tahu jika Husna pastilah masih ada di sana karena ini masih masuk jam makan malam.


"Apa kamu hanya menyiapkan seporsi makanan? lalu bagaimana dengan suamimu? apakah kamu tidak akan menyiapkan makan malam untuk dia juga?" tanya Alvino yang mengejutkan Husna.


"Mas, kamu disini?"


"Loh, kenapa kamu bertanya seperti itu. Apa aku tidak boleh berada di sini bersama dengan istriku?" Ucap Alvino sambil memeluk Husna dari belakang.


Husna berbalik badan. Alvino segera mengambil alih piring yang Husna bawah dan mengajaknya untuk duduk di meja makan.


"Kenapa kamu hanya menyiapkan satu makanan saja? apa kamu pikir aku tidak akan datang untuk makan malam?"


Husna tersenyum kemudian dia mengambil satu piring lagi dan memberikannya kepada Alvino.


"Helena mengatakan jika kalian sudah makan malam romantis di dalam kamar. Jadi aku akan menyimpan makanan ini untuk nanti, sekarang Mas ada di sini. Jadi makanan ini boleh Mas makan."


"Kemarilah.."


Husna menurut dan langsung duduk di sebelah Alvino.


"Kita akan makan sepiring berdua saja." Ucap Alvino yang mulai menyuapi Husna.


Setelah makanan habis...


"Maaf, kemarin malam mas tidak sengaja mengajak Helena untuk tidur di kamar kita."


"Bukankah di lantai atas juga masih ada beberapa kamar kosong. Kenapa kamu memilih untuk tidur di lantai 1 dan di kamar tamu?"


"Hanya mengikuti saran dari dokter agar aku tidak terlalu lelah." Ucap Husna sambil tersenyum.


Alvino kemudian berdiri dan mengajak Husna untuk beristirahat.


"Malam ini, mas akan tidur bersama dengan Husna."


"Jika Mas tidur bersama dengan Husna, bagaimana dengan Helena?"


"Husna, jika Mas terus saja bersama dengan Helena. Itu artinya mas tidak bersikap adil kepada kalian."


Husna tersenyum dan akhirnya malam itu Husna bisa tidur dalam pelukan Alvino.


Tidak masalah jika kini aku harus berbagi kehangatan dengan Helena, asalkan kamu bisa bersikap adil dan tidak membuatku merasa tersisih, Mas.


Pagi harinya...


Husna terbangun yang tersenyum saat melihat ke arah samping, dimana Alvino tertidur setelah mereka melakukan salat subuh berjamaah.


Husna pergi ke dapur untuk membuat makanan, namun Husna terkejut saat dia melihat Helena sudah ada di sana dengan beberapa makanan yang sudah tertata di meja.


"Helena, apa kamu yang mau masak semua ini?"


"Tidak, Aku baru saja membelinya melalui aplikasi ini."

__ADS_1


"Kenapa?, bukankah stok makanan yang ada di kulkas cukup untuk beberapa hari kedepan?"


"Husna, sesekali kita beli makanan atau makan di luar boleh. Agar kita tidak terus-terusan memasak."


"Itu hanya akan menambah pengeluaran bulanan."


"Haduh, Alvino itu memiliki perusahaan yang besar. Aku yakin, Alvino juga tidak akan keberatan jika sesekali kita membeli makanan." Ucap Helena.


"Alvino, masih ada di kamar kamu kan. Boleh aku yang membangunkannya?" Tanya Helena.


Husna hanya mengangguk walaupun sebenarnya dia ingin sekali melarang Helena.


Helena dengan senyuman langsung berjalan menuju kamar Husna dan membangunkan Alvino.


"Husna..." Lirih Alvino.


"Ini aku sayang, Helena."


Alvino langsung membuka mata dan menatap tajam Helena.


"Helena, kenapa kamu ada di sini?"


"Aku membangunkan kamu, lagipula fitnah sudah memberikan izin untuk aku membangunkan kamu."


Alvino menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia segera pergi dari kamar Husna untuk menuju kamarnya dan bersiap.


"Al, kok aku di tinggal?" pekik Helena.


Di meja makan...


"Siapa yang memasak makanan ini, kenapa makanan ini terasa asing di lidah?" Tanya Alvino sambil melihat ke arah Husna. Husna menggelengkan kepala.


"Helena?"


"Aku memang yang menyiapkan makanan ini, tapi aku tidak memasaknya. Aku membeli nya."


Brak !!


Alvino meletakkan sendok dan garpu serta bergegas pergi dari sana.


"Husna, Aku berangkat ke kantor dulu. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam..," Ucap Husna.


...----------------...


...----------------...


Nah, Alvino marah kan. Helena sih, mentang-mentang udah sehat dan udah sah menjadi istri Alvino. Kelakuan nya bar bar...


Next mau?


Masih mikir oke...


wakakak

__ADS_1


__ADS_2