MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 87 : Ada apa?


__ADS_3

Dua tahun kemudian....


Seorang perawat sedang mendorong anak perempuan yang tidak sadarkan diri menuju ruang ICU.


"Sayang, bertahanlah,"


Seorang wanita terlihat berjalan mengikuti perawat yang masih berusaha membawa gadis cantik itu ke ruang ICU dengan cepat.


"Maaf, anda tidak di perbolehkan masuk. Silahkan tunggu di sini," ucap salah seorang perawat saat mereka sudah memasuki ruang ICU.


Wanita itu hanya bisa menangis dan berdoa agar gadis yang sekarang sedang masuk ke dalam ruang ICU bisa baik-baik saja, Walaupun ada rasa khawatir karena ini sudah ketiga kalinya dalam 2 minggu terakhir. Gadis kecil yang dia rawat selama bayi mengalami mimisan dan pingsan.


Ya, wanita itu adalah Kinara. Gadis kecil yang baru saja memasuki ruang ICU adalah Alisa.


Kinara akhirnya mencoba untuk menghubungi Alvino, karena tidak mungkin dia menghubungi nenek dari Alyssa karena beliau sedang berada di rumah keluarga suami dari Alviana.


Alvino yang saat itu baru saja selesai melakukan meeting, begitu mendengar kabar bahwa Alisa lagi-lagi masuk ke rumah sakit. Segera meninggalkan kantor untuk menuju rumah sakit.


Alvino mulai berpikir sesuatu yang sangat negatif sepanjang perjalanannya dari kantor menuju rumah sakit.


"Tidak, tidak mungkin Alisa akan mengalami penyakit seperti yang pernah diderita oleh ibunya. Tidak, Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi."


Sesampainya di rumah sakit. Alvino dan Kinara segera menemui dokter.


"Menurut data yang ada di sini pasien bernama Alisa sudah datang ke rumah sakit ini tiga kali dalam dua minggu terakhir, apa sebelumnya Alisa mengalami gejala yang cukup serius?" tanya dokter.


Alvino melihat ke arah Kinara seolah-olah meminta Kinara untuk menjawab pertanyaan dari dokter, karena memang kinaralah yang selalu bersama dengan Alyssa selama 24 jam.


"Sudah 2 bulan ini saya melihat Alisa terus mengalami sakit kepala hebat dok, Alisa sering pingsan gara-gara sakit kepala yang di alami. Kadang pengelihatan Alisa juga mulai tidak fokus dok, Alisa juga sering mengalami mimisan secara tiba-tiba dok, kalo sakit kepala itu kumat kadang Alisa mimisan dan langsung tidak sadar diri, sering bilang kecapean padahal gak ngelakuin hal berat, wajah juga pucat jadi kelihatan banget kalo lagi sakit, Alisa mengaku juga sering sesak nafas, sebelumnya sudah pernah konsultasi ke dokter sana sini tapi kata nya Alisa cuma kurang darah saja. Alisa juga sudah bolak balik rumah sakit minum obat tapi gak pernah ada hasil. Hingga akhirnya Alisa tidak mau lagi minum obat."


Alvino sedikit terkejut mendengar penuturan yang baru saja dikatakan oleh Kinara.


"Kinara, Kenapa kamu tidak mengatakan perihal ini kepada aku?"


"Bukankah Tuan sendiri yang mengatakan jika Tuan tidak ingin tahu apapun yang berkaitan dengan Nona Alisa?"


Deg !!


Alvino merasa tertidur dan akhirnya dia memilih untuk diam, menunggu penjelasan yang akan Dokter katakan kepadanya.

__ADS_1


"Saya mengerti akan kekhwatiran anda, dimana keluhan yang Nona Alisa alami ini memang untuk memastikannya melakukan pemeriksaan secara langsung, keluhan sakit kepala hebat, mimisan hingga pingsan hal ini dapat disebabkan oleh berapa hal diantaranya.."


Dokter kemudian menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi jika seseorang terlalu sering mengalami sakit kepala, mimisan hingga pingsan.


"Saran saya sebaiknya anda konsultasi ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan secara langsung karena menegakan diagnosa harus dengan melakukan pemeriksaan selain dengan wawancara tanya jawab, harus disertai pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki, pemeriksaan tambahan seperti cek darah, serta ct-scan dll sesuai dokter yang memeriksa anda sehingga dengan begitu dapat dipastikan kemungkinan penyebab yang anda alami dan dapat diatasi sesuai penyebabnya. Anda bisa mencoba melakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam," ucap dokter setelah menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada Alisa.


Kinara segera beralih memandang Alvino yang sedang fokus mendengarkan ucapan dari dokter.


"Kita akan membawa Alisa ke rumah sakit Medistra Jakarta. Di sana Aku mempunyai kenalan seorang dokter penyakit dalam," ucap Alvino.


"Saya akan menyiapkan bekas-bekasnya agar Putri Anda bisa segera ditangani begitu sudah sampai di rumah sakit tersebut," ucap dokter.


"Terima kasih, dokter," ucap Kinara.


Alvino dan Kinara kemudian keluar dari ruangan dokter dan segera berjalan menuju ruang rawat Alisa.


Alvino seperti merasakan Dejavu saat dia memasuki ruangan dan melihat Alyssa sedang terbaring lemah dengan selang infus dan alat bantu oksigen.


"Apa kamu sudah memberitahukan Mama bahwa Alisa masuk rumah sakit?" tanya Alvino.


"Sudah, Tuan. Tapi sepertinya beliau belum sempat memegang ponsel nya," ucap Kinara setelah dia mengetahui bahwa pesan yang di kirimkan belum di baca oleh mama Alvino.


Alisa, maafkan papa karena tidak memerhatikan kondisi kamu, semoga kamu baik-baik saja dan tidak mengalami sesuatu yang buruk.


...----------------...


Bagaimana tidak, saat dia mengajak dua keponakannya untuk berjalan-jalan. Elvio tidak sengaja bertemu dengan Husna.


Elvio mengikuti Husna dan kemudian mengetahui bahwa Husna tinggal di sana dan membuka sebuah klinik.


Hari ini, Elvio memutuskan untuk berpura-pura menjadi pasien agar dia bisa memastikan bahwa orang yang dia lihat benar-benar Husna.


Elvio melukai dirinya sendiri saat dia masih berada di dalam mobil yang sudah terparkir tepat di depan klinik milik Husna.


Elvio kemudian berjalan memasuki klinik sambil memegangi tangan kirinya yang sedang terluka.


"Permisi, tangan saya terluka. Bisakah dokter membantu saya."


Husna tersenyum lalu mempersilahkan Elvio untuk duduk.

__ADS_1


"Sebenarnya jika kamu mampu melukai tangan kamu sendiri, kamu bisa mengobatinya sendiri," ucap Husna sambil mengambil sebuah pisau kecil yang terlihat dari balik saku celana Elvio.


Elvio memejamkan mata kemudian tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi dan putih pada Husna.


Husna hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Elvio.


"Kenapa?" tanya Husna.


"Apa yang kenapa?" Elvio bertanya balik pada Husna.


"Kenapa kamu melukai tangan kamu seperti ini? seperti sedang mencoba untuk menarik perhatian seseorang saja."


"Aku memang melakukan ini sengaja agar aku bisa bertemu dengan kamu."


Husna terdiam sebentar sebelum akhirnya dia mengambil peralatan yang dia butuhkan untuk menjahit luka di tangan Elvio.


Husna kemudian mulai membersihkan cairan merah yang terus keluar dari luka sayatan itu, dan mulai menyuntikkan anti nyeri sebelum mulai menjahit luka tersebut.


"Lain kali, langsung datang saja menemui aku. Tidak perlu melukai diri sendiri seperti ini."


"Aku tidak yakin kamu akan menemui aku jika aku tidak melukai diriku sendiri."


Husna tersenyum di balik cadarnya, dia harus mengakui jika Elvia benar-benar pandai dan tahu bagaimana cara menarik perhatian seseorang.


"Husna, Kenapa kamu menghilang dari dunia?"


"Aku tidak menghilang, Bukankah sekarang kamu mengetahui bahwa aku masih berada di bumi?"


"Maksudnya, Kenapa kamu pergi dari keluarga kamu sendiri? Kenapa kamu pergi dari aku?"


"Maaf, aku hanya butuh waktu untuk memahami takdir kehidupan yang baru."


"Lalu bagaimana dengan ku? dengan perasaanku padamu yang masih belum terbalaskan."


Deg !!


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2