MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Jaga Dia Untukku.


__ADS_3

Elvio memberikan sebuah tiket perjalanan ke salah satu rumah sakit di luar negara kepada Husna saat Husna datang ke Mansion untuk menjemput Anisa.


"Apa ini?"


"Tiga hari untuk menemui Alisa di rumah sakit sebelum kita melangsungkan pernikahan,"


Husna menatap Elvio sekilas dengan mata berkaca-kaca, sebelum kemudian dengan cepat mengalihkan pandangannya karena memang Elvio bukanlah orang yang halal untuk dipandang.


"Ayolah, Aku membayangkan kamu akan tersenyum dan mengucapkan terima kasih saat aku memberikan tiket ini kepada kamu, tapi kenapa justru kesedihan yang kamu perlihatkan kepadaku?"


"Maaf, aku hanya merasa terharu karena ternyata kamu akan mengizinkan aku untuk menemui Alisa,"


"Aku ingin ini menjadi permintaan terakhir kamu sebelum kamu memiliki kehidupan yang baru bersama denganku. Aku ingin kamu benar-benar meninggalkan semua tentang masa lalu kamu dan memulai yang baru bersama denganku,"


"Insyallah."


Elvio kemudian mengatakan bahwa mereka akan berangkat nanti malam, memakan ikut untuk membantu menjaga Anisa saat Husna akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Alisa.


Hari berikutnya, Husna ditemani Elvio sedang berjalan menelusuri koridor untuk mencari ruangan tempat di mana Alisa di rawat.


Lalisa yang melihat kedatangan Husna tentu saja merasakan amarah yang sangat meningkat. Jika saja Husna pejalan sendirian di koridor rumah sakit itu, mungkin Lalisa sudah kembali meluapkan amarahnya karena apa yang terjadi kepada Alisa.


Husna masuk ke dalam ruangan dan dia melihat gadis kecil itu sedang terbaring lemah.


"Ibu?"


Deg !!


Hati Husna sungguh terharu saat mendengar Alisa memanggilnya dengan sebutan ibu.


"Alisa.."


Husna mendekati tempat tidur Alisa, sementara Alisa langsung merentangkan kedua tangan. Husna yang paham akan kode itu segera memeluk Alisa.


"Ibu, aku merindukan ibu."


Alisa menangis ke dalam pelukan Husna, Husna berusaha menenangkan gadis kecil yang terus menangis itu hingga kemudian gadis itu bisa tenang.


Tak lama kemudian, Alvino dan mama dari Helena memasuki ruangan.


"Maafkan Alisa karena sudah memanggil kamu Ibu dan merepotkan kamu di hari pertama kamu datang untuk mengunjungimu, selama ini dia selalu bertanya ke mana Ibunya dan kami selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti punya akan datang. Mungkin dia menganggap bahwa kamu adalah ibunya."

__ADS_1


"Tidak masalah, saya juga sempat menjadi Ibu susu dari Alisa. Jadi saya tidak keberatan saat Alisa memanggil saya Ibu."


"Terima kasih karena sudah datang dan mau menjenguk Alisa, sama juga atas pernikahan yang akan segera kamu jalani."


"Terima kasih."


Alvino sadari tadi terus mengawasi Husna yang berbicara dengan mama Helena, ingin sekali rasanya lebih itu memeluk wanita yang sudah sangat amat dia rindukan itu.


Hanya saja, Alvino tahu bahwa kini sekarang Husna bukanlah wanita yang halal untuk dia sentuh. Alvino berusaha merelakan wanita yang dia cintai untuk Elvio.


Alvino memilih untuk pergi meninggalkan ruangan karena tidak tahan menahan kerinduan yang ada di dalam hatinya kepada Husna.


Elvio memilih untuk mengikuti langkah kaki Alvino yang sedang berjalan menuju balkon rumah sakit dan membeli minuman untuk menenangkan diri.


"Kenapa aku melihat dirimu yang berbeda untuk pertama kalinya, Apa kamu tidak lagi marah saat kamu lihat aku datang bersama dengan Husna seperti yang pernah kamu katakan sebelumnya?"


"Aku ingat saat kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan segan-segan untuk menghabisiku saat kamu melihat aku akan datang bersama dengan Husna."


Alvino terdiam sejenak sebelum kemudian dia berjalan menghampiri Alvino dan memberikan satu lagi minuman yang dia beli.


"Ya, awalnya memang aku sangat tidak rela jika suatu saat nanti Husna akan menjadi milik kamu, walaupun sebenarnya dalam hatiku masih ada cinta dan ingin memperjuangkan cinta ini hingga akhir."


"Sayangnya, percuma aku memperjuangkannya jika ternyata Husna sudah tidak bisa lagi memberikan aku kesempatan kedua."


"Tolong jaga dia untukku."


Itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Alvino sebelum dia pergi meninggalkan Elvio.


Elvio hanya bisa memandangi kepergian dari laki-laki yang selama berapa tahun ini dianggap sebagai kakak kandungnya. Ada rasa iba, melihat kehidupan dari Alvino yang langsung berubah secara drastis sejak dirinya berpisah dari Husna.


Husna banyak berbicara dengan mama Helena terutama tentang beliau yang akan membawa Alisa kembali ke negaranya dan menjalani pengobatan di negara itu juga.


Elvio kemudian mengajak untuk pulang setelah mendapat telepon dari mama yang mengatakan bahwa Anisa terus saja menanyakan tentang Husna.


"Husna, bisakah kamu tunggu di depan sementara aku menyelesaikan sesuatu yang belum sempat aku selesaikan," ucap Elvio.


"Baiklah."


Husna berjalan menuju luar rumah sakit, sementara Elvio kembali masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Alvino karena dia lupa menyampaikan pesan yang dikirimkan oleh sang mama.


Husna melihat toko puding di seberang jalan rumah sakit dan dia teringat kepada Anisa yang sangat menyukai puding.

__ADS_1


Husna melihat ke arah belakang dan dia belum menemukan Elvio, jadi Husna memutuskan akan pergi ke seberang jalan untuk membelikan puding bagi Anisa.


Husna sudah siap untuk menyeberang jalan salah sebuah mobil berwarna putih melaju kencang dan akan menabrak Husna


Brak !!


Alvino yang saat itu baru saja selesai menebus obat segera berlari ke arah Husna begitu mengetahui bahwa mobil itu sengaja melaju kencang untuk menabrak Husna.


"Alvino." Lirih Husna saat melihat Alvino sudah terkapar dengan cairan merah karena sempat mendorongnya untuk menjauh.


Husna segera bangkit dan menghampiri Alvino. Elvio yang saat itu kembali untuk menemui Husna setelah dia tidak berhasil menemukan Alvino. Tentu saja terkejut saat mendapati Husna berlari ke arah Alvino.


Sementara mobil yang tadi akan mendapat Husna secara melaju kencang dan tidak lagi terlihat.


"Husna, ada apa?" tanya Elvio saat dia berada di dekat Husna dan melihat bahwa Alvino sudah siap masuk ke dalam rumah sakit dengan menggunakan tandu.


"Aku tidak tahu, Aku sedang berdiri di seberang jalan sana untuk menyeberang jalan menuju toko puding sebelum kemudian Alvino tiba-tiba datang dan mendorongku. Saat aku melihat, aku baru mengetahui bahwa ada sebuah mobil yang mungkin berniat menabrak aku."


Elvio kemudian berjalan mendekati Alvino setelah dia memastikan bahwa Husna baik-baik saja.


"El, tolong jaga Husna dan juga mama. Sampai kan permintaan maaf kepada Mama karena ternyata aku tidak berhasil menemukan Husna dan membawanya kembali ke tengah-tengah keluarga kita,"


"Jangan berkataan seperti itu, aku datang ke sini juga ingin menyampaikan pesan yang dikirimkan Mama kepada kamu bahwa Mama sudah memaafkan kamu atas semua kesalahan yang terjadi."


Alvino berusaha untuk tersenyum dan meraih tangan Elvio.


"Jaga dia untukku dan berjanjilah bahwa kamu akan selalu membuatnya bahagia."


Elvio melihat sekilas ke arah Husna yang terlihat khawatir sambil ikut memeriksa luka yang diderita oleh Alvino.


"Aku berjanji."


Alvino tersenyum sebelum akhirnya dia menutup mata.


Aku bahagia karena setidaknya aku mengetahui dengan siapa Husna akan hidup dan akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak sempat aku berikan.


Husna, segala maaf aku ungkapkan kepadamu. Semoga setelah ini kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari apa yang hanya bisa aku berikan kepada kamu.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2