MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Tertangkap..


__ADS_3

"Ma, aku sudah mengurus segala sesuatu untuk memindahkan Alisa ke negara kita. Aku juga sudah menghubungi dokter terbaik di kota itu. Kita pergi sekarang."


"Lalisa, Kenapa kamu terlihat gelisah dan terburu-buru? Bukankah sudah mama katakan bahwa Alisa akan tetap menjalani pengobatan di sini? sehingga dia akan tetap bersama dengan ayahnya?"


"Tidak, ma. Aku merasa bahwa perawatan yang didapat Alisa di sini tidak terlalu lengkap dan membuat alisha tidak bisa sembuh dari penyakitnya."


"Lalisa, kamu tahu apa soal dunia kedokteran dan penyakit yang sedang dialami oleh Alisa?" tanya mama.


"Ma, tidakkah Mama tahu apa yang terjadi kepada Alisa karena Kak Alvino tidak becus dalam mengurus Alisa. Kak Husna juga dengan keegoisannya memilih untuk bercerai sehingga membuat Kak Alvino terpaksa menyerahkan hak asuh Alisa kepada perawat."


"Lalisa, Kenapa kamu jadi menyalahkan semua orang atas apa yang terjadi pada Alisa?"


"Aku benar kan, Aku bahkan tidak membiarkan orang yang sudah membuat kakakku rela mengorbankan nyawanya agar bisa membuat kak Alvino hidup bahagia bersama dengan putrinya hidup tenang dan mendapatkan kebahagiaan."


"Cukup, Lalisa. Mama tidak bisa membiarkan kamu terus menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa Alisa. Kita bahkan sudah mendengar sendiri penjelasan dari dokter saat itu, saat kakakmu tetap bersikeras untuk mempertahankan bayi dalam kandungannya."


"Ma..."


"Tidak, Lalisa. sikap kamu yang menyalahkan orang lain ini tidak akan membuat Alisa menjadi sehat seperti sebelumnya, jadi lebih baik berhentilah menyalahkan orang lain dan mulai memberikan yang terbaik untuk Alisa."


"Aku tentu akan memberikan yang terbaik kepada Alisa, dia adalah satu-satunya kenangan yang ditinggalkan oleh kakak. Tapi sebelum itu aku harap mama bersedia untuk memindahkan Alisa dan merawat Alisa di negara kita sendiri."


"Baiklah, tapi sebelum itu Mama harus berbicara dengan Alvino."


"Tidak, ma."


Mama memilih untuk segera keluar dari ruangan Alisa dan mencoba mencari keberadaan Alvino. Lalisa yang saat itu mencoba untuk menghentikan sang mama, menjadi beralih menghampiri Alisa karena melihat gadis kecil itu terbangun akibat perdebatan yang terjadi antara dirinya dan juga mama.


"Hai sayang..."


"Tante, dimana Ibu?" tanya Alisa.


Sial, sekarang Alisa justru memanggil Husna dengan sebutan ibu dan mencarinya.


Sementara itu, Keyla terkejut saat melihat Husna dan Elvio sedang berada di depan ruang ICU.


Tanpa pikir panjang lagi Keyla segera menghampiri Husna dan Elvio.


"Husna, kenapa kamu masih ada di sini? bukankah kamu dan Elvio akan pergi setelah mendapat panggilan telepon dari orang tua kamu?" tanya Keyla.


"Mas, Alvino mengalami kecelakaan."

__ADS_1


"Apa? bagaimana bisa?"


Husna kemudian menceritakan tentang dirinya yang disuruh menunggu di depan rumah sakit sementara Elvio masuk ke dalam untuk menyampaikan pesan yang lupa dia sampaikan kepada Alvino.


Husna yang melihat toko puding jadi terpikir membelikan makanan untuk Aisyah, namun secara tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


"Jika saja Mas Alvino saat itu tidak menarik Husna untuk menjauh dari jalan raya itu, mungkin sekarang Husna yang berada di dalam ruang ICU tersebut," ucap Husna sambil menunduk.


"Tidak apa apa, Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang sudah terjadi. Sekarang lebih baik kita menunggu dokter untuk bisa mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada Alvino, semoga saja kecelakaan itu tidak terlalu parah."


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan asli dan menyampaikan bahwa kondisi Alvino saat ini sedang kritis, hal itu tentu saja membuat Husna semakin merasa bersalah.


Keyla, menepuk-nepuk bahu Husna seakan-akan mengingatkan Husna bahwa apa yang terjadi ini pastilah kehendak dari Tuhan.


"Aku akan pergi sebentar," ucap Elvio.


"Mau kemana?" tanya Husna.


"Aku harus mencari tahu tentang siapa yang menyebabkan kecelakaan ini terjadi."


"Untuk apa?"


Elvio sejarah pergi dari rumah sakit itu untuk segera melacak siapa yang sebenarnya menyebabkan kecelakaan yang menimpa Alvino.


Husna dan Mama mengikuti langkah kaki perawat yang membawa Alvino ke ruang rawat.


Ponsel Husna berulang kali berdering membuat dia memilih untuk berhenti mengikuti langkah kaki perawat yang sedang membawa Alvino.


Husna yang melihat bahwa Mama menelpon dirinya, memilih untuk segera mengangkat panggilan itu dan mengatakan bahwa dirinya belum bisa pulang karena Alvino mengalami kecelakaan.


Seseorang sedang mengawasi Husna yang pernah menelpon, begitu melihat bahwa koridor rumah sakit itu. Seorang yang menggunakan penutup wajah seperti yang digunakan Husna, pejalan perlahan ke arah Husna.


Tepat saat seseorang itu akan membungkam Husna, Elvio dengan cepat menarik seseorang itu dan membawanya menjauh.


Elvio mendorong seseorang itu hingga suaranya menarik perhatian Husna.


"Jangan," teriak Husna saat Elvio akan membuka cadar dari wanita itu.


"Kenapa?" tanya Elvio.


"membuka cadar seseorang di depan umum yang bukan muhrimnya merupakan suatu kesalahan, itu sama saja kamu menelanjangi seseorang itu."

__ADS_1


"Husna, asal kamu tahu dia adalah orang yang mencoba untuk mencelakai kamu saat kamu berada di depan rumah sakit tadi. Bahkan, dia juga ingin mencoba untuk menghabisi kamu saat kamu sedang fokus menerima panggilan telepon."


"Tidak mungkin."


"Hanya karena dia memakai cadar sama seperti kamu, jangan mengira bahwa dia benar-benar seorang sehingga seperti kamu. Dia sengaja menggunakan ini agar tidak ada orang lain yang mengenalnya, sayangnya dia salah karena aku masih bisa mengenalinya Walaupun dia memakai pakaian seperti ini," ucap Elvio


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu seolah-olah kamu memang sudah sangat mengenal orang ini?"


"Jika kamu sangat penasaran kenapa tidak kamu saja yang membuka cadar dari wanita itu."


"Wanita?" terus nama kerutan dahinya saat Elvio mengatakan bahwa orang yang mencoba untuk menghabisi nyawanya adalah seorang wanita.


Elvio memberikan kode agar Husna melakukan apa yang baru saja dikatakan nya, Walaupun ada keraguan di dalam hatinya. Husna berjalan mendekati seseorang yang sedang dipegang tangannya, dan berusaha untuk melepaskan diri dari genggaman kuat Elvio.


"Lepaskan aku."


Deg !!


Husna yang baru berjalan beberapa langkah terkejut saat mendengar suara yang sangat familiar itu.


Husna melihat sekilas ke arah Elvio sebelum akhirnya dia kembali fokus pada wanita yang sedang berusaha melepaskan diri dari genggaman Elvio.


"Kenapa kamu berhenti? apa kamu mulai mengenali siapa wanita yang berada di balik cadar ini?"


Husna terdiam dan mencoba untuk menjauhkan segala sifat negatif yang sekarang menyerang pikirannya.


Tentu saja Husna mencoba untuk tidak berpikiran negatif, tidak mungkin seseorang itu melakukan hal kecil seperti yang dia lakukan padanya. Mencoba untuk menghabisi nyawa orang lain.


"Husna, ayo. Buka cadarnya."


Dengan langkah kaki yang bergetar dari sebelumnya, Husna mendekati wanita itu dan membuka cadarnya.


Dia adalah.....


...----------------...


...----------------...


...----------------...


"Melia?"

__ADS_1


__ADS_2