MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Happy End


__ADS_3

"Ma, kenapa aku masih hidup?" tanya Alvino ketika dia sadar.


"Apa kamu berharap jika kamu tidak akan pernah bangun lagi setelah kecelakaan itu?" tanya Mama.


"Alvino merasa bahwa artinya sudah tidak pantas lagi untuk hidup mengingat Alvino sudah melukai hati Husna terutama mama."


"Nak, kamu memang sudah membuat kesalahan yang membuat Husna pergi dari lingkaran keluarga kita, tapi Elvio ada untuk menyatukan kembali Husna bersama kita."


"Ma, aku ingin sekali bertemu dengan Aisyah. Apa Husna bersedia mempertemukan aku dengan nya?" tanya Alvino pada sang Mama.


"Tentu saja, Mama akan menyampaikan hari ini kepada Husna saat dia datang kemari untuk menjenguk kamu."


"Apa Husna pernah datang untuk menjenguk Aku di rumah sakit ini?"


"Apa kamu lupa, jika harus adalah seorang perawat dan dia membantu di rumah sakit ini karena rumah sakit ini kekurangan tenaga perawat. Jadi tentu saja dia selalu datang untuk memeriksa keadaan kamu."


"Ma, maafkan Alvino."


"Alvino, semuanya sudah terjadi dan tidak ada lagi yang belum kita bahas. Lebih baik kita mulai menata kembali kehidupan kita yang sempat berantakan."


"Aku juga ingin bertemu Alisa."


"Alisa sudah dibawa pergi oleh Lalisa dan juga ibunya ke negara mereka sendiri karena mereka merasa bahwa perawatan yang didapat Alisa di rumah sakit ini tidak cukup untuk membuat Alisa sembuh."


"Mama membiarkan Lalisa membawa Alisa pergi?"


"Ya, Lalisa bahkan meminta sejumlah uang sebagai ganti rugi karena kita sudah menyebabkan Alisa menderita sakit seperti ini. Lalisa mengatakan bahwa itu untuk menunjang biaya hidup Alisha."


Alvino terdiam, mama merasa iba melihat raut wajah Alvino Yang sepertinya sudah kehilangan semangat untuk hidup.


"Alvino, tetaplah tegar dan berusaha ikhlas untuk menjalani kehidupan yang tidak sejalan dengan apa yang kamu inginkan. Berkacalah dari perbuatan kamu di masa lalu, sehingga di masa depan kamu tidak akan mengulangi perbuatan yang sama."


Keesokan harinya...


Aisyah datang menemui Alvino ditemani dengan mama dan juga Elvio. Husna harus membantu rumah sakit karena memang ada itu merupakan hari yang sangat sibuk bagi semua perawan, terutama perawat yang bertugas untuk menjaga para bayi dan merawat para bayi yang ada di rumah sakit itu.


Alvino meneteskan air mata saat dia memeluk Aisyah. Berkali-kali Aisyah di cium oleh Alvino.


Ya Allah, Jika saja seandainya dulu aku bisa mengendalikan emosiku. Mungkin sekarang aku akan bersama dengan putri kecilku dan juga istri yang sangat mencintai aku. Kini, Aku hanya bisa memandangnya tanpa pernah bisa memiliki seutuhnya lagi.


Tak lama kemudian, Husna datang. Melihat Aisyah berada di pelukan Alvino membuat hatinya sedikit bergetar dan terharu.


Akhirnya Aisyah bertemu dengan ayah kandungnya walaupun dia mengira bahwa Elvio ayah kandungnya.


Husna memilih untuk kembali keluar dari ruangan Alvino untuk memberikan ruang bagi ayah dan anak yang saling melepas rindu.


Elvio yang mengetahui kedatangan Husna, ikut keluar dari ruangan dan mencoba untuk mengejar Husna.

__ADS_1


"Husna,"


"El?"


"Kenapa kamu tidak ikut masuk dan menyapa Alvino yang baru saja sadar?"


"Tidak, Bukankah sudah ada Aisyah yang mewakili aku untuk menyapa Alvino?"


"Husna, apakah kamu yakin bahwa kamu akan memulai kehidupan yang baru bersama denganmu? Apa hati kecilmu tidak menginginkan kamu dan Aisyah bisa bersatu kembali dengan Alvino? menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah?"


"El, tidak ada dari seorang wanita yang pernah berstatus sebagai seorang istri, menginginkan perceraian. Tak jarak dari mereka rela bertahan demi kebahagiaan buah hati mereka. Walaupun beratnya cobaan yang dia lalui sebagai seorang istri, namun anak menjadi penguat seorang wanita untuk bertahan dalam rumah tangga."


"Aku? Jika kamu bertanya tentang keinginanku. Tentu saja Aku menginginkan keluargaku kembali bersatu, namun perlu kamu ketahui bahwa keluarga yang aku maksud adalah keluarga Winata."


"Jadi?"


"Ya, Elvio. Aku sudah memberikan hatiku kepada kamu dan aku siap untuk menjalani hidup rumah tangga yang baru bersama dengan kamu. Biarlah hubungan aku dan Alvino benar-benar sudah berakhir dan mungkin hubungan itu akan kembali terjalin sebagai seorang kakak ipar, karena sebentar lagi Alvino akan menjadi kakak iparku dan dia tetap ayah dari Aisyah."


"Maaf, Aku harus pergi karena panggilan pekerjaan," ucap Husna setelah dia mendapat panggilan telepon.


Elvio menatap kepergian Husna. Jika kalian ingin tahu, Elvio ingin memeluk Husna seharusnya mengatakan bahwa dia akan tetap menjalani pernikahan bersama dengannya.


"Husna, aku berjanji pada diriku sendiri dengan Tuhan sebagai saksinya. Aku akan selalu membahagiakan kamu dan tidak akan pernah membiarkan satu tetes air mata mengalir membasahi pipi kamu. Sudah cukup apa yang kamu rasakan di masa kamu menjadi istri dari Alvino. Aku akan mengganti setiap air mata yang pernah jatuh membasahi pipi kamu dengan kebahagiaan yang melimpah."


...----------------...


Alvino seakan tidak ingin jauh-jauh dari Aisyah, Alvino tidak keberatan saat Aisyah juga sangat nyaman berada di pangkuannya dan tidak mau digantikan oleh siapapun.


"Maafkan Papa, Aisyah. Papa berjanji mulai sekarang papa akan memberikan kasih sayang dan juga cinta papa kepada kamu. Walaupun Papa tidak bisa untuk hidup bersama dengan mama kamu lagi. Tapi setidaknya kita akan tetap menjadi keluarga," lirih Alvino.


Alvino sempat meneteskan air mata saat mendengar Elvio mengucapkan akad nikah di depan penghulu dan juga saksi dan tamu undangan. Mama yang melihat itu memilih untuk menghampiri Alvino dan memegang bahunya.


"Husna pantas mendapatkan pria seperti Elvio, aku merasa malu kepada diriku sendiri karena aku yang berpenampilan seperti ini, tidak terlalu banyak mengerti tentang agama. Sementara Elvio, yang selalu berpakaian dan bertingkah seperti anak punk, justru memiliki pengetahuan tentang agama yang jauh lebih tinggi dari aku sehingga dia mengetahui bagaimana cara yang baik untuk memperlakukan seorang wanita."


"Semoga setelah ini kamu mendapatkan kebahagiaan kamu sendiri," ucap Mama.


"Aku sudah mendapatkan kebahagiaan ku, ma. Aku mendapatkan kembali cinta kasih dari mama dan juga aku bisa bertemu dan berkesempatan memberikan perhatian ku pada Aisyah. Anakku."


Mama memeluk Alvino saat Husna dan Elvio datang menghampiri untuk meminta doa dan restu dari Mama.


Mama melepaskan pelukannya dan memeluk Husna.


"Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai kamu," bisik mama.


"Terima kasih, Ma."


Mama mengambil alih Aisyah yang tertidur pulas di pangkuan Alvino dan memberikannya kepada Husna.

__ADS_1


Elvio berlutut agar sejajar dengan Alvino, namun yang di lakukan Alvino justru langsung memeluk Elvio.


"Terima kasih karena kamu sudah menyatukan kembali keluarga kita, ingatlah walaupun kita bukan saudara sedarah. Tapi kamu akan tetap menjadi keluarga, karena kamu adalah bagian dari keluarga Winata."


Elvio yang merasa terharu dengan kata-kata yang diucapkan Alvino, membalas pelukan dari Alvino dan memanggilnya kakak.


"Terima kasih, kakak."


"Jaga Husna, bahagia kan dia seperti janji yang selalu kamu ucapkan."


"Tentu saja."


Alviana yang juga turut hadir menyaksikan pernikahan Elvio dan Husna, juga merasa terharu melihat kedua adiknya itu akhirnya bisa kembali rukun seperti sebelumnya.


"Alvino membuat perpecahan di antara keluarga Winata. Kemudian, Elvio menyatukan nya kembali. Papa, lihatlah bahwa keluarga kita yang sempat terpecah kini kembali menyatu."


Kisah ini, diakhiri dengan sesi foto bersama keluarga Winata dan keluarga kandung dari Elvio.


"Happy wedding untuk Husna dan Elvio.."


💖💖💖💖💖


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir...


Semoga kepada semua pembaca yang mengikuti cerita ini dilimpahkan rezeki dan juga diberikan kesehatan..


Sayangnya, kisah ini harus berakhir di sini karena memang sudah tidak ada lagi konflik yang bisa ditambahkan dalam cerita ini..


Jangan lupa untuk mampir ke cerita Mak phi-khun lainnya..


Seperti cerita yang berjudul PERMINTAAN TERAKHIR ISTRIKU...


Cerita yang menarik serta menguras emosi..


Sayonara...


Ketemu lagi dengan Mak Phi-khun di Nopel lainnya...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2