
"Mbak Husna, kok sendirian?" Tanya Bu RT yang kebetulan bertugas untuk menyambut tamu undangan yang datang.
"Jelas sendirian lah Bu RT. Kan suaminya lagi sama istri kedua." Ucap salah seorang tetangga Husna.
"Loh, Mbak Husna di poligami apa mengijinkan suami berpoligami?" Tanya Bu RT yang terkejut dengan berita bahwa suami Husna menikah lagi dan ketiganya tinggal dalam satu atap yang sama.
"Saya mengijinkan suami untuk berpoligami, Bu.." Ucap Husna sambil tersenyum.
"Seperti nya terpaksa Bu, mangkanya bu RT kalau keluar kota jangan lama-lama biar tidak ketinggalan berita yang sudah hangat dibicarakan warga perumahan ini."
"Saya permisi dulu, assalamualaikum." Ucap Husna.
"Walaikumsalam..." Ucap Ibu Ibu yang ada di sana.
Husna memilih untuk pergi dari sana karena dia tidak ingin ikut dalam kelompok ibu-ibu yang suka ghibah.
Sepeninggalan Husna...
"Bu, apa yang terjadi?" Tanya Bu RT.
Beberapa Ibu yang lainnya pun menceritakan tentang kejadian yang belakang menjadi perbincangan hangat di kompleks perumahan itu.
Husna mencoba untuk bersikap biasa, saat banyak sekali omongan yang menyakiti hati nya.
Husna bisa memaklumi tentang orang-orang yang sedang membicarakan nya.
Pertama, Husna selalu pergi dengan suaminya, sekarang dia pergi sendirian.
Kedua, suaminya menikah lagi setelah banyaknya desakan yang meminta Helena untuk dipulangkan atau di nikahi.
Ketiga, orang-orang berpikir Alvino lebih menyayangi Helena daripada Husna, karena membiarkan Husna pergi ke pengajian seorang diri.
Husna memilih untuk berbaur dengan sesama wanita yang menggunakan cadar.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Ucap seorang ustadz yang diundang untuk mengisi acara inti.
"Walaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Ucap para jamaah pengajian.
"Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat, baik Nikmat Iman, nikmat Islam ataupun Nikmat Sehat."
__ADS_1
"Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari Zaman kegelapan ke zaman terang benderang saat ini."
"Hadirin yang saya hormati, izinkan saya menyampaikan ceramah singkat mengenai Poligami, Merusak Keharmonisan..?"
Deg !!
Husna menoleh sekilas ke asal suara, sebelum kembali menunduk.
Hmmm, kenapa bisa kebetulan seperti ini? ada ceramah tentang poligami, disaat hati rasanya mulai tidak ikhlas melihat suami berbagai kehangatan dengan wanita lain.
"Syariat Islam membenarkan para suami untuk menikahi lebih dari satu istri, mereka diizinkan menikahi empat istri jika memiliki kesanggupan untuk itu. Dan para suami diperintahkan berlaku adil terhadap istri-istrinya, adil dalam masalah pembagian giliran dan nafkah."
"Dan sebagaimana yang sudah dimaklumi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi sembilan wanita yang kemudian dikenal dengan sebutan Ummahatul Mukminin Radhiallahu ‘anhum. Rasulullah merupakan contoh terbaik dalam hal berlaku adil kepada para istri, dalam hal pembagian giliran ataupun urusan lainnya. ‘Aisyah Radhiallahu anha pernah mengungkapkan"
"Apabila Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam hendak berpergian, beliau mengundi di antara isteri-isterinya. Barang siapa yang keluar undiannya, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam. (HR Muslim)."
Husna terdiam, dan berharap bahwa isi dari ceramah akan membuka pintu keikhlasan dalam dirinya.
"Riwayat Anas berikut ini memaparkan kepada kita salah satu bentuk keadilan beliau kepada para istri. Anas Radhiyallahu anhu menceritakan..."
"Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki sembilan istri, jika beliau menggilir mereka, beliau tidak kembali ke istri pertamanya kecuali setelah hari ke sembilan, biasanya mereka berkumpul setiap malam di rumah istri yang sedang beliau datangi. Ketika beliau sedang di giliran Aisyah, datanglah Zainab, lalu beliau mengulurkan tangan kepadanya, lantas Aisyah berkata; Ini Zainab! Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tangannya."
"Hadirin sekalian, jika kita mengingat kembali tentang kisah nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang memiliki banyak istri, tentu rasanya indah dan berbahagia. Karena itu, setiap kali engkau para lelaki. Jika kamu memiliki keinginan untuk berpoligami, pastikan kamu sudah menekuni akhlak yang baik. Mengikuti jalan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam."
"Menurut Syekh yang sudah pulang ke Rahmatullah. Pernikahan merupakan taufik dari Allah SWT."
"Sebenarnya persoalan nikah itu di luar jodoh, ada taufik Allah SWT. Tidak semuanya bisa mempunyai istilah hidup bahagia, tapi di samping itu memiliki istri lebih dari satu menurut saya (kemampuan) orang yang bisa membina keluarganya semua itu sesungguhnya taufik dari Allah SWT," ucap Syekh saat dia dalam acara wawancara mengenai poligami.
Syekh tersebut menegaskan, tidak semua laki-laki di dunia sanggup mengemban amanah beristri lebih dari satu.
"Jadi bukan semua orang sanggup, apa lagi kebiasaan kita di Indonesia dan kita melihat seperti ini. Di Arab pun sama seperti Indonesia, tidak semua bisa menerima kondisi (poligami)," katanya.
"Dari zaman Rasul, tapi karena namanya Rasul, Allah berikan kemampuan bisa menjadi suami yang adil, kemudian jujur, dan bisa membina keluarga yang begitu banyak istrinya," ucap Syekh tersebut
Syekh lantas menjelaskan, ia tak bisa mencap apakah poligami itu boleh dilakukan karena suatu masalah keluarga, karena itu urusan agama.
Husna merasa luka kembali mengiris hati nya.
"Ya Allah, maafkan aku jika ternyata aku tidak ikhlas melihat suamiku mendua. Kuatkan aku Ya Allah. Astaghfirullah, apa yang terjadi padaku. Bukankah aku sendiri yang meminta Mas Alvino untuk menikahi Helena. Kenapa sekarang aku tidak ingin melanjutkan ini?" Pekik Husna.
__ADS_1
Husna tetap menyimpan ceramah itu hingga akhir. Setelah doa penutup selesai dibacakan, Husna memilih untuk lebih dulu pulang.
Sayangnya, Helena dan Alvino yang terlalu lelah bermain membuat mereka kelelahan dan tertidur.
Husna sedikit kecewa karena dia mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci. Untung saja Husna selalu meletakkan kunci cadangan di bawah vas bunga yang berada di dekat pintu.
Husna memilih untuk berjalan setelah mungkin agar tidak menimbulkan suara. Husna berpikir Alvino masih berada di kamar Helena.
Saat Husna masuk ke dalam kamar dan lampu utama, dia terkejut mendapati suaminya dan Helena berada di kamarnya.
Tes....
Air mata Husna tidak dapat lagi dia tahan. Husna mematikan kembali lampu utama kamar. Husna berjalan menuju ruang ganti dan mengambil beberapa pakaiannya serta mukena.
Husna memilih untuk tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Husna yang tidak bisa tidur memilih untuk membaca Alquran terjemahan, agar pikirannya bisa teralihkan.
"Kenapa kamu membawa Helena tidur dan kalian bercinta di kamar kita?" Lirih Husna sambil menghapus air matanya.
(Jangan kamu kehilangan harapan, dan jangan pula kamu bersedih hati.)–Q.S. Ali Imran ayat 139.
(Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.) - QS Al Baqarah 153.
"Astaghfirullah, apa yang sudah kamu pikirkan Husna." Pekik Husna, saat dalam pikirannya tiba-tiba muncul kata menyerah.
"Tidak Husna, perceraian adalah perkara yang dibenci oleh Allah. Kamu harus kuat Husna, kuat demi bayi kalian. Percaya bahwa suatu saat kamu akan mendapatkan kembali cinta suami mu."
Malam itu, mungkin menjadi malam yang bahagia bagi Helena...
Bagi Husna, malam itu menjadi malam yang panjang karena dia terus berdebat dengan dirinya sendiri.
Aku yang mengizinkan, seharusnya aku yang lebih bisa bersabar dalam kelompok atas kejutan-kejutan yang mungkin akan aku temui di hari kemudian...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
(Maaf yaa, gabut. Tadi ada acara kejutan ulang tahun keponakan. Besok Up lagi)