
"Aku tahu. Aturan mengenai talak tercantum dalam Alquran QS Al-Baqarah ayat 229 serta QS At-Talaq ayat :1-7," ucap Alvino.
Husna tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar karena Alvino menjelaskan tentang segala hal yang berkaitan dengan rujuk.
"Mungkinkah selama dia berpisah dengan aku, dia belajar tentang hal tersebut?" lirih Husna.
"Husna, aku tahu bahwa kata-kata yang sempat aku ucapkan kepada kamu dulu mengandung kata talak. Tapi, itu bisa diartikan aku hanya mintalah kamu dengan talak satu. Kita bisa kembali bersama."
Alvino kemudian melanjutkan kata-katanya yang berkaitan tentang kapan seseorang bisa kembali melakukan rujuk.
Husna terdiam saat Alvino mulai mengatakan tentang syarat dan juga ketentuan seseorang boleh melakukan rujuk, yaitu setelah sang istri menyelesaikan masa iddahnya.
Deg !!
"Ya Allah, kenapa sekarang jadi dia banyak mengerti tentang agama. Apakah Alvino benar-benar berubah dan akan menjadi pribadi yang lebih baik atau mungkin bisa adil?" lirih Husna.
Tidak, tidak Husna. Bukankah sebelumnya kamu sudah ikhlas untuk melepaskan jalan takdir yang tidak lagi berpihak. Kamu harus kuat dan kamu tidak boleh lagi terlena oleh rayuan cinta ya bahkan tidak akan bisa kamu genggam lagi.
Ingatlah bawa sekarang kamu sudah memiliki malaikat kecil yang akan menjadi penyemangat hidup kamu.
Suara tangisan dari Aisyah membuyarkan lamunan dari Husna, dan itu juga membuat Alvino tersadar bahwa sedari tadi ada bayi berada di dalam gendongan Husna.
Alvino terus melihat bayi itu dengan seksama. Alvino melihat berulang kali bayi itu dan juga Husna. Alvino mulai berpikir bahwa Ada kemiripan di antara keduanya.
"Husna, apa bayi yang kamu bawa adalah bayi kita?"
Deg !!
Husna gemetar.
Semesta, kenapa kamu menempatkan aku dalam posisi di lema seperti ini?
...
Husna...
Aku tercipta olehnya
Untuk selalu cintai kamu
Beri aku kesempatan
Tuk bahagiakan dirimu
Kamu tercipta olehnya
Untuk selalu aku cintai
Genggam erat tangan ini
__ADS_1
Jangan sampai kau lepaskan
Sampai aku tutup usia
Kan kujaga hatimu
Sampai aku tua
Walau keriput di pipimu terlihat
Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat
Sementara kau butuh
Aku tak pernah ada untukmu
Kuakui memang sudah
Sempat ku mengacuhkan dirimu
Sebenarnya tak ada niatku
Sedikit pun 'tuk melukaimu
Ku mengerti keadaanmu
Wajar sikapmu begitu
Maafkanlah semua kesalahanku
Aku yang selalu
Membuat perih di dalam hatimu
Aku yang takut kehilangan cintamu
Kusadari semua kesalahanku
Bukalah hatimu
Berikan kesempatan 'tuk diriku
...
Husna memejamkan mata, dia tidak tahu sejak kapan Alvino pandai merangkai kata-kata.
"Meski kata cerai atau talak telah diucapkan oleh seorang suami, bukan berarti pasangan tidak bisa kembali bersama. Bagi pasangan suami istri yang berada di ambang perpisahan, masih bisa berdamai dan bersatu kembali. Dalam Islam, kondisi seperti ini dikenal dengan nama 'Rujuk'."
"Di sini, jika memang kata-kata yang aku ucapkan saat itu telah menjatuhkan talak satu atau dua kepada kamu. Maka aku datang dengan kembali kepada kamu, untuk mengajak kamu rujuk."
__ADS_1
"Rujuk adalah hak suami berdasarkan firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah ayat 228. Aku harap kamu akan membuka hati kamu untuk menerima maksud baik aku yang ingin memperbaiki hubungan rumah tangga kita yang bahkan aku tidak tahu kapan hubungan itu menjadi retak dan hancur seperti ini."
Husna segera mengambil sebuah buku yang ada di bawah meja. Buku yang memang di siapkan Husna, jika suatu saat dia akan bertemu kembali dengan Alvino.
"Dalam kehidupan berkeluarga tidak dapat dipungkiri bahwa sering terdapat banyak permasalahan yang menjadikan sebuah ikatan perkawinan tidak dapat dipertahankan yang pada akhirnya terjadi talaq atau perceraian." Ucap Husna sambil memberikan buku catatan kepada Alvino."
Isi dari buku itu, kurang lebih seperti ini..
Meskipun talaq adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan konflik dalam sebuah rumah tangga. Namun, agama masih memberikan peluang untuk memperbaiki kehidupan sebuah rumah tangga, upaya untuk kembali pada rumah tangga setelah perceraian itu diistilahkan dengan rujuk.
Para ulama mazhab sepakat hukum rujuk itu diperbolehkan. Dalam melakukan rujuk tidak disyaratkan kesediaan dari istri yang ditalak.
Dalam Kompilasi Hukum Islam ada penjelasan yang sangat berbeda dengan fiqih yaitu (Pasal 164) “Seorang wanita dalam masa iddah talak raj’i berhak mengajukan keberatan atas kehendak rujuk dari mantan suaminya di hadapan Pegawai Pencatat Akta Nikah disaksikan dua orang saksi”. Dan (Pasal 165) “Rujuk yang dilakukan tanpa persetujuan mantan isteri dapat dinyatakan tidak sah dengan putusan Pengadilan Agama”.
Tesis ini menggunakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang sumber utamanya dari buku, jurnal, dan bahan dokumenter lainnya. Dalam hal ini penulis menyiapkan sumber-sumber yang diambil dari buku primer dan sekunder yang mendukung untuk menjawab permasalahan dalam konteks masalah terkait hak perempuan menolak rujuk suami dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 164 dan 165 perspektif Maslahah Mursalah.
Penelitian ini dapat disimpulkan kepada tiga poin. Pertama, Menurut”hukum Islam ulama sepakat bahwa rujuk merupakan hak prerogatif” suami atau hak mutlak milik suami. Kedua, Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Istri berhak mengajukan keberatan atas rujuk suami dan menolaknya. Ketiga, Hak istri menolak rujuk suami apabila dikaji perspektif maslahah” mursalah maka tampak kemaslahatan dalam pemberian hak atas istri menolak rujuk suami.
"Husna..."
"Mas, jangan memperkeruh keadaan. Husna Nya Saj lebih baik Mas telusuri dan mencari tahu, apakah benar Helena kritis atau hanya akal-akalan nya saja untuk mendapatkan perhatian kamu. Apa kamu tidak lelah dibodohi oleh Helena?"
Alvino terdiam, sebenarnya tujuannya datang ke rumah Mama hari ini adalah untuk menitipkan putrinya. Alvino ingin ikut pulang bersama dengan Lalisa untuk melihat apakah Helena benar-benar dalam kondisi yang kritis atau tidak.
Alvino tidak tahu jika Lalisa sudah lebih dulu meninggalkan negara itu.
"Lalisa, kamu sudah pulang?" tanya Mama.
"Ya ma, aku langsung kembali begitu Mas Alvino sudah mau menerima putrinya."
"Apa Alvino sudah memberikannya nama?"
"Belum, Lalisa tidak berani bertanya karena melihat raut wajah sedih yang terpancar dari wajah mas Alvino."
"Apa kamu bertemu dengan Husna?"
"Jika dilihat dari keadaan rumah yang sangat sepi dan terlihat kurang berwarna. Aku rasa mbak Husna masih belum kembali bersama dengan mas Alvino."
"Ya Tuhan.."
Mama kemudian mengajak Lalisa untuk pergi ke rumah sakit menemui Helena.
Sesampainya di rumah sakit, Lalisa mendekati sang kakak kemudian berbisik di telinganya.
"Kakak, aku sudah mengatakan Putri kakak kepada ayahnya. Aku harap tidak akan ada lagi yang memberatkan kakak untuk pergi meninggalkan dunia. Aku dan mama sudah ikhlas jika Kakak akan pergi meninggalkan kami," lirih Lalisa sambil berusaha keras menahan air matanya.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...