MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 75 : Minta maaf


__ADS_3

"Meminta maaf dengan penuh ketulusan dan menyentuh hati bisa kamu sampaikan kepada seseorang saat berbuat salah. Tak bisa dimungkiri, setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan."


"Perbuatan salah tersebut biasanya dilakukan kepada orang-orang terdekat, seperti orang tua, teman hingga pacar. Kesalahan yang diperbuat tersebut ada yang disengaja dan tidak."


"Jangan sampai terlena dengan melakukan kesalahan berulang kali. Penting untuk saling maaf dan memaafkan kepada sesama, sekecil apa pun kesalahannya."


"Hal tersebut tentunya demi menjaga kerukunan, kekompakan, dan keharmonisan. Kendati, ada sebagian orang yang merasa gengsi untuk memohon maaf terlebih dahulu. Padahal, meminta maaf terlebih dahulu merupakan sikap yang mulia."


"Melalui permintaan maaf, akan sedikit mendeskripsikan tentang penyesalan atas kesalahan yang telah diperbuat. Jadi jangan pernah takut untuk memulai minta maaf karena memang dari awal kamulah yang bersalah."


Berbekal dari banyaknya nasehat yang disampaikan oleh teman-teman Alvino, membuat Alvino berani mendatangi kembali mansion mama dengan membawa serta Putri yang dia beri nama Alisa Rahmi Hafizah.


Alvino ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungan yang sempat rusak dengan mama nya. Alvino berpikir dengan melihat anak dari Alvino, pintu hati dari Mama akan terketuk dan memaafkan Helena yang sekarang sedang kritis.


Mama tentu saja terkejut saat melihat kedatangan Alvino bersama dengan seorang bayi yang seumuran dengan cucu pertamanya.


"Ma..."


Alvino menyapa dan langsung menghampiri sang mama yang sedang duduk bersantai di ruang tengah.


"Jika kamu datang hanya untuk memamerkan anak kamu dengan Helena, sebaiknya kamu bawa saja. Aku tidak sudi mengakui bayi itu sebagai cucuku, walaupun bayi itu adalah darah daging kamu."


Alvino menundukkan kepala, dia tahu tidak seharusnya dia pergi dari rumah saat itu dan tidak pernah kembali selama berbulan-bulan lamanya hanya karena sang Mama tidak mau memberitahukan keberadaan Husna kepadanya.


"Dengan hati yang terluka dan ego yang mengempis, dengan jiwa yang sedih dan kepala tertunduk, aku minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mama tanpa syarat."


"Kenapa Mama harus memberikan kamu syarat jika kamu sendiri yang datang dan meminta maaf kepada Mama."


"Menyakiti mama adalah hal terakhir yang aku lakukan, aku tidak bermaksud begitu. Aku mohon maaf. Tolong temukan dalam hati mama untuk memaafkanku."


Alvino sujud di hadapan sang Mama sambil memegang bayi yang sedang tertidur pulas.


Mama yang sedikit melirik ke arah bayi yang sedang digendong oleh Alvino, sedikit terkejut karena melihat wajah bayi yang berada di dalam gendongan Alvino sama persis dengan bayi Husna.


"Terkadang aku bertindak tidak dewasa dan mengucapkan kata-kata kasar kepada mama. Tapi, aku bersumpah tidak bermaksud sama sekali. Aku minta maaf. Tolong maafkan aku, mama."


Mama terlihat menghela nafas panjang, namun tidak sedikitpun ada niat untuk menyapa dan bertanya mengenai bayi yang dibawa oleh Alvino.

__ADS_1


"Jika memang mama tidak bisa memaafkan aku, setidaknya tolong lihatlah dan sapa cucu mama. Aku tahu Mama tidak pernah menginginkan anak dari aku dan Helena, tapi setidaknya inilah permintaan terakhir dari Helena agar bayinya mendapatkan penuh cinta dan kasih sayang."


"Permintaan terakhir, seperti sebuah drama saja. Apa kamu pikir sekarang Helena sedang sekarat sehingga dia menginginkan permintaan terakhir?" ketus Mama.


"Ya, Helena sedang sekarat karena kanker yang dideritanya sudah sampai pada stadium 4. Helena mengorbankan dirinya untuk tetap menjaga bayi yang masih ada di dalam kandungannya lahir cukup umur, itu membuatnya harus berada dalam masa kritis setelah melahirkan."


"Hentikan Alvino, jangan melarang sesuatu untuk mengalihkan perhatian mama karena Mama masih kecewa pada kamu."


"Alvino tidak berbohong Ma, Alvino sendiri baru mengetahui beberapa hari yang lalu saat Lalisa datang dengan membawa bayi ini."


Alvino kemudian menceritakan bagaimana kondisi Helena kepada mama seperti yang Lalisa ceritakan kepadanya.


Tepat saat Mama masih fokus mendengarkan penjelasan dari Alvino mengenai Helena.


Husna datang.


"Assalamualaikum, mama. Maaf Husna datang terlambat karena tadi jalanan sedang...."


Husna berhenti berbicara dan melangkah saat melihat Alvino.


Husna melihat Alvino kemudian pandangannya beralih menatap mama.


Husna terlihat kecewa karena mama tidak memberitahu bahwa di mansion itu ada Alvino.


Husna lalu kembali melihat Alvino dan pandangannya turun melihat bayi yang sedang berada di gendongannya.


Husna mulai berjalan mundur dan berencana untuk pergi. Alvino yang melihat itu langsung menitipkan Alisa kepada sang mama dan berlari mengejar Husna.


"Eh Eh eh, apa-apaan kamu kenapa kamu memberikan bayi ini kepada Mama?"


"Tolong ma, aku harus mengejar Husna dan menyelesaikan apa yang belum sempat aku selesaikan bersama dengannya."


Alvino segera mengejar Husna dan beruntung, Alvino segera memegang tangan Husna sebelum Husna masuk ke dalam taksi yang sudah siap untuk membawanya pergi.


"Husna, kita perlu bicara." Alvino menarik Husna dan membawanya sedikit menjauh kemudian memberikan isyarat kepada sopir taksi agar pergi dari sana.


"Aku tahu kata maaf ini tidak akan mampu menembus kesalahanku kemarin. Namun, aku tak akan putus asa untuk meminta maaf kepadamu sampai kau memaafkanku.." Alvino langsung berlutut di hadapan Husna.

__ADS_1


Husna terdiam, bulir air mata menetes begitu saja membasahi cadar berwarna merah muda itu.


Husna menggerutuk dirinya sendiri yang begitu bodoh, seharusnya dia mencari baby sister saja agar putrinya bisa dirawat di apartemen. Dengan begitu, persentase untuk bertemu kembali dengan Alvino bisa sangat tipis.


"Penyesalan, patah hati, dan kesedihan telah mencuri kebahagiaan hidupku. Aku minta maaf karena mengecewakanmu, tapi aku berjanji untuk menghapus air matamu."


"Tidak perlu, aku sudah terbiasa menangis dan menghapus air mataku sendiri. Tidak perlu lagi kamu repot-repot mencoba untuk menghiburku dan menghapus air mata ini."


"Hatiku telah bocor dan berdarah sejak hari aku menyakitimu. Tolong tutup lubangnya dengan pengampunanmu. Aku menyesal."


"Beli saja Nodrop agar hatimu bebas dari kebocoran."


Alvino yang tertunduk sedikit tersenyum mendengar apa yang baru saja Husna katakan, setidaknya Alvino merasa bahwa mungkin ada setitik cahaya pengampun yang akan bisa di dapatkan Alvino.


"Tolong jangan salah paham. Aku tidak bisa dengan sengaja menyakitimu dalam situasi apa pun. Maaf atas semua kesalahan yang terjadi di antara kita."


"Jika aku memaafkan mas, apakah masakan membiarkan aku pergi dan tidak akan pernah lagi mengganggu?"


"Husna, apa yang kamu bicarakan?"


"Bukankah aku sudah mengirimkan surat perizinan mas untuk menikah dengan Helena bersama dengan surat perceraian kita?"


"Husna, Bagaimana bisa kamu meminta aku untuk menikah lagi dengan Helena setelah aku mentalak dia."


Deg !!


Husna refleks memandang Alvino, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Tidak Husna, Alvino pasti berbohong. Bukankah tadi kamu melihat jika dia menggendong seorang bayi. Itu pasti bayi mereka.


Ah kenapa semesta memberikan aku ujian di hari pertama aku ingin memulai kehidupan baru.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2