
Bela membawa mobilnya menyusuri jalanan kota. Kerlap-kerlip lampu menghiasi perjalanannya. Bela merasa bingung, dia hanya menyetir tanpa arah tujuan.
Keputusannya untuk menjauhi Agam sangat menyiksa hatinya. Setiap malam Bela selalu memikirkan Agam. Merindukan sosok yang mampu membuatnya bahagia.
Berulang kali Bela akan menghubungi Agam, tapi selalu ia urungkan niatnya. Bela memberhentikan mobilnya di depan rumah Agam. Disana Nampak ramai seperi sedang mengadakan sebuah pesta, Bela berfikir mungkin Agam sedang merayakan sesuatu bersama Reyna.
"Sepertinya hubungan kalian baik-baik saja." Ucap Bela sambil menginjak gasnya lagi, pergi dari depan rumah Agam.
Dirumah Agam, Reyna sedang berpesta bersama Naya dan juga teman-temannya yang lain. Karena Agam sedang mengurus bisnisnya di singapura, Reyna bebas berbuat sesukanya. Dia tidak lagi khawatir ketahuan Agam.
"Nay, kita pesta sepuasnya malam ini!" Teriak Reyna kepada Naya.
"Oke Rey, Sebagai imbalan, gw bawa apa yang loe mau, loe tinggal pilih mana yang oke!" Ucap Naya dengan gaya genitnya.
"Itu foto suami loe tan?" Tunjuk Digta pada sebuah foto yang tergantung di dinding dekat tangga.
"Ooohhh... Iya, lebih tepatnya ATM berjalan. Hahaha" Jawab Reyna sambil tertawa yang di ikuti oleh Digta dan Naya.
Digta sangat mengenal wajah laki-laki yang pernah mempermalukan dirinya di depan Bela. Dia yakin kalau laki-laki di foto itu sama dengan laki-laki yang bersama Bela.suami Reyna berselingkuh dengan Bela.
"Loe udah lama tan nikah sama dia?" Tanya Digta mulai memancing-mancing obrolan.
"Kenapa Digat? loe penasaran sama Agam, dia gak seperti kita Dig, dia itu laki-laki Alim." Buaknya Reyna yang menjawab justru Naya yang menjelaskan seolah-olah sangat tahu tentang Agam.
"Ya, bisa dibilang begitu, Suami yang sangat Alim, sampai-sampai gw harus memakai topeng di depannya." Reyna menambahkan.
"Tapi loe yakin tan, dia tidak sperti kita?" Tanya Digta tersenyum jahat.
"Wah... Dia belum ngerti Rey. Agam sangat kuno Dig!"
"Tapi... Gw pernah liat dia bareng cewe lain Nay, Di klub, loe ingat kan Nay, waktu itu gw pulang dengan muka bengkak?" Digta mengingtkan Naya akan kejadian tempo hari.
"Aahh... iya, loe Bilang kalau si mantan loe jalan sama om-om, Berarti cowok itu Agam, Suami Reyna?" Tanya Naya, saat menyadari semuanya.
"Tunggu dulu, gw gak ngerti arah pembicaraan kalian?" Reyna kesal mendengar percakpan yang membawa nama suaminya sedangkan dia sendiri tidak mengerti.
"Gini Rey, ternyata Agam tidak sepolos yang kita kira. Dia di belakang loe selingkuh dengan gadis muda Rey!" Naya menjelaskan maksud dari ucapan Digta.
"Sial, siapa ****** itu? kalian mengenalnya?" Umpat Reyna kepada wanita yang mendekati suaminya.
"Iya. Dia mantan Digta."
"Sshiitt... Agam. loe gak akan bisa lolos dari gw." Ancam Reyna dengan mata yang tajam.
Karena suasana hatinya yang berubah, Reyna membubarkan semua yang menghadiri pestanya.
Termasuk Naya dan Digta. Mereka ingin memberi Reyna ruang Agar bisa melampiaskan kemarahannya.
"Aarggghh.... Sialan Agam, kamu berani selingkuh di belakangku. Aku sudah memperingatkan kamu akibatnya. Lihat saja, akan ku habisi wanitamu. Nikmati saja pekerjaanmu di sana. Begitu kamu pulang kamu pasti bertekuk lutut meminta pengampunan dariku." Reyna Berteriak di ruang kerja Agam, mengahancurkan apa saja yang ada di depannya.
__ADS_1
...※※※※...
Reyna membuat janji dengan Digta, Reyna sudah mempunyai rencana di kepalanya. Dia melirik jam yang melingkar di lengannya, menunggu Digta yang tak kunjung datang.
"Sorry tan, macet!" Digta beralasan. Dia langsung duduk di depan Reyna, dan tak lupa memesan minuman.
"Kenapa kalian putus?" Tanya Reyna kepada Digta.
"Dia tahu hubungan gw dengan Naya."
"Berapa usianya, Apa kelebihannya, ceritakan semua yang kamu tahu." Reyna penasaran dengan sosok yang berhasil menggoda suaminya.
"Kita pacaran 5 tahun, aku sedikit memanfaatkannya, karena dia adalah anak tunggal dari orang tua yang sangat kaya, Usianya 20 tahun, dia seorang Dj, tinggi dan sangat sexy...."
"Stop. Gw muak membayangkannya. pasti kalian sering melakukannya?"
"Itu yang membuat gw berpaling dari dia. Dia selalu saja menolak. Dia masih virgin." Ucap Digta memelankan suaranya.
"Hahaha... Gak mungkin Digta. Mana ada jaman sekarang, apalagi dia seorang dj klub malam." Reyna menertawakan ucapan Digta. Dia tidak percaya dengan yang Digta ucapkan.
"Bisa jadi suami loe tan yang dapet virginnya dia," Ucap Digta tersenyum jahil.
"Sshhiitt.... Tutup mulut loe Dig." Reyna kesal dengan mulut Digta yang sering bicara sembarangan.
"Soory tan!"
"Apa tan, gw siap bantu. Asal ada duitnya." Agam tersenyum mengiyakan permintaan Reyna.
"Gw akan bayar loe lebih dari yang loe bayangkan."
"Apa tugas gw tan?"
"Bawa mantan loe ke gudang kosong di jalan xxx, Dengan cara apapun, selebihnya jadi urusan gw!"
"Gampang tan, mudah sekali."
Reyna sangat tidak sabar menunggu hari itu tiba, dia sudah sangat penasaran dengan wajah gadis yang berhasil membuat sosok Agam yang begitu Alim, berubah menjadi pria brengsek.
Dari awal Reyna sangat yakin bahwa Agam tipe laki-laki setia, Dia tidak akan selingkuh walaupun di abaikan Reyna. Yang Agam inginkan hanya perusahaan bukan dirinya. Kalau dia berani berbuat seperti ini sudah pasti dia siap kehilangan perusahaannya.
Reyna masih tidak percaya wanita itu bisa membuat Agam berpaling dari perusahaannya. tipu daya apa yang dia lakukan?
...※※※※...
Flashback
"Om dan tante akan menikahkan kamu dengan anak kami, itu adalah wasiat dari orang tuamu Rey."
"Bagaimana jika Agam menolak om?"
__ADS_1
"Om yakin Agam akan setuju."
"Agam, kemari. papa akan mengumumkan sesuatu!" Panggil papanya ketika melihat agam datang.
Agampun menghampiri papanya. Dia sudah tahu apa yang akan papanya katakan, apalagi sudah ada Reyna.
"Gam, kamu sudah kenal Reyna kan? Kami akan menikahkan kalian secepatnya."
"Apa pah? Agam belum siap menikah!" Agam langsung menolak. Tolaknya lagi, saat ini Agam menolak tepat di depan reyna.
"Bukankah perusahaanmu sedang krisis? ini solusinya Agam. Papa akan menggabungkan perusahaan yang papa jalani bersama orang tua Reyna, untuk membantu perusahaan kamu. dengan syarat kalian menikah!"
"Tapi pah, Aku tetap tidak bisa. Biarkan Aku cari solusi yang lain."
"Tenggat waktunya hampir habis Agam. Kamu mau membiarkan bisnis yang kamu bangun sendiri hancur begitu saja?"
Agam merenungkan perkataan papanya sejenak. sudah sering papanya mengatur kehidupannya. Apakah kali ini Agam harus mengikuti kemauan papanya lagi.
"Baik pah, dengan satu syarat, papa akan berhenti ikut campur masalah pribadiku! Bagaimana setuju?"
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan!"
Agam dan papanya sudah sepakat. tapi tetap hati Agam masih berat untuk menerima Reyna. apalagi dia sama sekali tidak mencintai Reyna.
"Rey, apa kamu sudah mengetahui ini semua?" Tanya Agam, saat menyisakan dia dan Reyna di ruang tamu.
"Menurut mu?"
"Aku tidak bisa Rey, bukankah kamu sudah mempunyai kekasih? Batalkan pernikhan ini bagaimanapun caranya! Pinta Agam.
"Aku tidak mau Gam. Kita harus menggabungkan perusahaan yang kita miliki, wasiat papaku berisi aku akan mendaptkan hak mutlak perusahaan jika menikah dengan kamu. dan kamu juga membutuhkan perusahaanku untuk menyelamatkan perusahaan yang kamu bangun sendiri."
"Tidak Rey, Penggabungan perusahaan, sangat tidak masuk akal."
"Itu jalan satu-satunya Gam. kita harus menikah. Tapi suatu saat jika ada yang melanggar kesepakatan maka dia harus kehilangan hak perusahaan."
"Ayolah Rey. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup, dengan orang yang aku cintai kelak." Agam berusaha terus membujuk Reyna. Dia yakin pasti Ada cara lain, selain pernikahan.
"Percuma Gam, kita yang akan rugi, dan yang paling banyak kehilangan adalah kamu Gam. Kamu yang akan kehilangan perusahaan yang selama ini kamu kembangkan." Ucap Reyna sambil berlalu meninggalkan Agam.
Reyna ingin mendaptkan hak mutlak atas perusahaan orangtuanya, karena orang tuanya dan orang tua Agam membangun perusahaan bersama. Sebelum orang tua Reyna meninggal mereka membuat surat wasiat yang berisi akan memberikan hak perusahaan kepada Reyna sebagai ganti mereka jika Reyna menikah dengan Agam. Orang tua Reyna sangat tahu jika anaknya tidak bisa mengurus perusahaan, mereka butuh sosok Agam untuk mengurus masalah perusahaan dan anaknya setelah mereka tiada.
Flashback end.
Reyna tidak tahu pasti kapan Agam akan datang sejak kepergiannya yang sudah hampir 3 bulan, Agam sama sekali tidak memberi kabar kepadanya. Rencananya harus segera di jalankan sebelum Agam datang Reyna khawatir jika Agam mengetahui semuanya, makan Rencananya akan gagal.
DIGTA, JUMAT MALAM LOE HARUS BAWA ****** ITU. JANGAN SAMPAI GAGAL.
Reyna mengirimkan pesan kepada Digta. Reyna akan membuat wanita itu tidak bisa lagi menampkan diri di depan suaminya.
__ADS_1