Mencintai Sahabat Papa

Mencintai Sahabat Papa
Menghilang


__ADS_3

Dengan terpaksa Bela menurut perintah papanya. Karena jika papanya sudah marah, sulit untuk meredakannya, selain mengalah mengikuti apa keinginannya.


Tak banyak barang yang Bela bawa untuk tinggal di sana, dia hanya membawa satu koper besar dan satu koper kecil. Bela masih berharap bahwa kepergiannya tidak akan lama, setelah kemarahan David mereda, mungkin dia akan segera kembali pulang.


"Kamu sudah siap? Berikan Hp kamu kepada papa!" Pinta papanya.


"Untuk apa pah? Tanya Bela, Bela tidak paham mengapa papanya sampai harus mengambil Hpnya.


"Kamu tidak lagi menggunakan Hp ini. Sekarang kamu pakai ini sebagai gantinya." Setelah mengambil Hp Bela, David memberikan Hp yang baru untuk Bela.


"Tapi pah, disana banyak data pribadiku, papa tidak bisa mngganti Hp Bela begitu saja!"


"Kalau tidak seperti ini, kemungkinan kamu akan kembali berhubungan dengan Agam."


"Sudah aku bilang, hubungan kami sudah berakhir pah, kenapa papa tidak percaya?"


"Bagaimana papa bisa percaya, kamu saja selama ini membohongi papa!" David masih sulit mempercayai Bela setelah kebohongannya yang membuat David merasa di bodohi.


"Terserah papa!"


Bela beranjak meninggalkan David dengan menarik kedua kopernya. Mobil David sudah terparkir di depan pintu rumah. dengan di bantu supir Bela memasukan kopernya kedalam bagasi mobil.


"Papa ikut mengantarkan aku?"Tanya Bela saat papanya duduk tepat di samping bela.


"Iya,papa ingin memastikan kamu benar-benar naik kedalam pesawat."


"Kemana lagi aku bisa pergi pah. selain ke singapura menuruti keinginan papa."


"Siapa yang tahu jika kamu membatalkan penerbanganmu dan pergi bersama Agam." Bela tersenyum getir, Bela tidak dapat mengatakan apapun lagi. karena percuma yang ada David tidak mempercayai ucapannya.


"Ini alamat tempat tinggal kamu. Tidak terlalu jauh dari bandara." David memberikan sebuah Alamat.


"Itu alamat Asrama kampus yang akan kamu tempati!" Jelas David menyelsaikan ucapannya.


"Asrama kampus? bukan apartmen?" Bela sangat terkejut, dia mengira dirinya akan tinggal di sebuah apartmen namun semua bayangannya salah. Papanya akan memasukannya kedalam asrama kampus, yang pastinya dihuni minimal 2 orang.


"Iya asrama kampus. Ingat kepergian kamu kali ini bukan untuk bersenang-senang. Tapi kamu sedang menjalani hukuman. Dan kelak kamu akan berterimakasih kapada papa karena hukuman ini.


Bela membuang nafasnya kasar. dia tidak bisa lagi melawan kehendak David. Hukuman yang diterimanya kali ini sangatlah berat. dia seperti pergi ke pengasingan, pergi ketempat dimana tidak ada satu orangpun yang mengenalinya.

__ADS_1


...※※※※...


Setelah melihat kemarahan David. Agam menjadi lebih khwatir kepada Bela. Dia tidak ingin David menyakiti Bela, walaupun itu tidak mungkin karena Bela tetaplah anaknya. Tapi persaan Agam sangat gelisah.


"Mau kemana mas?" Tanya Reyna saat Agam mengambil kunci mobilnya.


"Aku ada urusan penting!" Jawab Agam tanpa menoleh.


"Tapi hari ini kamu janji akan mengajak Arka bermain!" Reyna mengingatkan Agam janjinya.


"Iya, setelah urusanku selesai."


"Tapi mas, aku juga harus pergi sekarang, kamu kan tahu babysister Arka sedang sakit semua!"


"Tolong jaga Arak sebentar saja, sampai aku pulang. aku tidak akan lama!" Ucap Agam memohon.


"Tidak bisa mas. aku harus segera pergi. teman-temanku sudah menunggu!" Reyna menolaknya.


"Kali ini saja!"


"Kamu tidak seperti biasanya, kamu menomor duakan Arka!" Reyna mulai menatap Agam curiga. Karena tidak biasanya Agam menolak untuk menjaga anaknya.


"Sepenting apa urusan kamu sampai mengabaikan anak kamu sendiri!" Teriak Reyna saat Agam meninggalkan dirinya.


Agam sama sekali tidak memperdulikan teriakan Reyna. Sudah sering dirinya mengalah menjaga Arka. Namun untuk kali ini Agam harus bersikap egois. Dia sangat mengkhawatirkan Bela.


Agam melajukan mobilnya kencang Agar segera sampai di depan rumah David.


"Bela ada?" Tanya Agam kepada satpam begitu sampai di depan rumah Bela.


"Maaf pak, tadi pak David dan non Bela keluar!"


"Bapak tahu mereka pergi kemana?" Tanya Agam lagi yang semakin penasaran.


"Saya kurang tahu pak. Tapi, yang saya lihat tadi non Bela membawa koper, sepertinya non Bela pergi akan lama!"


"Terima kasih pak!"


Dengan rasa kecewa Agam masuk kedalam mobilnya kembali. Agam tidak tahu kemana David membawa Bela pergi. Tak ada satupun tempat yang terpikirkan Agam. Kali ini dirinya benar-benar kehilangan Bela.

__ADS_1


Agam memutuskan untuk datang ke kantor David. Setidaknya dia harus tahu keadaan Bela. Dan menjelaskan bahwa hubungannya dengan Bela sudah lama berakhir.


Karena David belum datang ke kantornya, Agam memutuskan untuk menunggu David di dalam ruangannya.


"Mau apa lagi Datang kesini, jika bukan masalah pekerjaan lebih baik jangan menampakan diri di hadapan saya!" Ucap David begitu masuk kedalam ruangannya. David langsung membuka pintu setelah sekretarisnya memberitahukan bahwa Agam sedang menunggunya.


"Vid. loe harus denger penjelasan gw dulu. ini tidak seperti yang loe fikirkan!"


"Ini semua sudah jelas. loe pria brengsek yang memanfaatkan anak muda belia seperti Bela untuk memenuhi nafsu semata. Loe ngerusak anak gw Gam!"


"loe salah faham vid. gw gak pernah menyentuh Bela."


"Sudah cukup. loe pergi dari sini!"


"Tapi gw perlu tahu keberadaan Bela sekarang, Dimana dia?"


"Dia di tempat yang aman. di tempat yang tidak akan pernah loe temukan."


"Dimanapun dia, gw berharap dia selalu bahagia. gw gak akan cari Bela. Karena memang hubungan kami sudah berakhir. Dan gw pun sekarang bahagia bersama anak dan istri gw. Loe gak usah khawatir vid, itu janji gw." Agam pergi meninggalkan ruangan David. meskipun perkataannya tidak sepenuhnya benar. Agam tidak bahagia. Karena sikap Reyna yang semakin berubah, membuat rumah tangga Agam menjadi goyah kembali. Sampai Agam menyesali keputusannya dulu. Kehadiran seorang anakpun tidak membuat kebahgaiaan Agam utuh.


...※※※※...


Daniel segera mendatang kantor papanya setelah di beri kabar yang mengejutkannya. Dia sampai tidak bisa berfikir jernih. Bagaimana pernikahan yang hanya tinggal menghitung hari saja harus batal. Dia merasa tidak punya kesalah apapun sampai Bela harus membatalkan pernikahan itu.


"Pah, Bagaimana ini? Daniel sangat mencintai Bela, Kenapa om David membatalkan pernikahan ini?" Tanya Daniel tidak terima dengan keputusan sepihak keluarga Davinson.


"Kamu harus menerimanya. ini kenyataannya. Bela sama sekali tidak mencintai kamu. Sadarlah Daniel, banyak wanita di luar sana yang pasti menginginkan kamu."


"Pah, apa ada yang papa sembunyikan?" Tanya Daniel menatap Bram curiga.


"Apa yang papa sembunyikan? Tidak Ada!"


"Apa papa membuat kesalahan, sampai om David membatalkan pernikahan ini?"


"Tidak Ada. Pernikhaan ini Batal karena Bela ingin kembali lagi bersama Agam. Sudahlah lupakan Bela. ternyata dia bukan wanita baik-baik. Setelah papa fikir ulang. Dia sudah lama bersama Agam, bahkan dia rela menjadi selingkuhannya, bukankah kamu hanya akan mendaptakan seorang gadis bekas?"


"Pah Bela tidak seperti itu!" Daniel tidak terima saat papanya menghina Bela.


"Buka mata kamu. Tidak mungkin dua orang dewasa bersama tanpa melakukan apapun. lebih baik cari wanita baik-baik yang belum tersentuh laki-laki manapun." Ucap Bram meninggalkan Daniel seorang diri si ruangannya.

__ADS_1


Bram sengaja menyembunyikan fakta di balik batalnya pernikahan itu. Karena dia tidak ingin Daniel mengetahui kejahatannya. Bram ingin menjadi orang tua sempurna bagi anaknya. tidak ada cela sedikitpun.


__ADS_2