
Setelah Maya dan Adit pergi, Akhirnya Agam yang menemani Bela, dia berencana akan menginap di rumah Bela. Bagaimanapun juga ini merupakan kesalahannya. Dia penyebab ini semua terjadi.
"Satu suap lagi, ini yang terakhir!" Paksa Agam menyuapi Bela.
"Aku kenyang Agam!" Bela mentutup mulut dengan tangannya, Dia sudah sangat kenyang sekali.
"Sekali lagi..." Pinta Agam menggeser tangan Bela yang menutupi mulut dan digantikan dengan satu suapan terakhir
"aaaa..." ucap Agam sambil membuka mulutnya.
"Udah...!" Bela kembali menutup mulutnya, kali ini dengan kedua tangannya. sambil menggelengkan kepalanya bak anak kecil yang susah di suapi orangtuanya.
Agam hanya tersenyum melihat tingkah Bela yang menurutnya menggemaskan.
Agampun memberi minum dan membawa piring bekas makan Bela untuk di cucinya.
"Kamu langsung pulang aja Gam, sudah malam!" Ucap Bela sebelum Agam keluar kamaranya.
Agam hanya mengangguk,tanda mengiyakan. Lalu dia berjalan menuju Dapur, Agam membersihkan sisa-sisa masakannya di dapur. dia sudah seperti suami yang istrinya sedang sakit. kegiatan seperti ini yang sangat di nikmati Agam dan belum pernah Agam rasakan bersama Reyna.
"Kenapa kamu masih di sini?" Tanya Bela saat Agam masuk kembali ke kamar Bela.
"Aku akan menginap di sini. Apa masih sakit?" Agam duduk di samping Bela yang berbaraing. Lalu membelai pipi Bela lembut dengan telapak tangannya.
"Ini....?" Bela pun meletakan telapak tangannya di atas tangan Agam
"Aku sudah baikan,berkat kamu Gam." Ucapnya menggengam tangan Agam.
"Tidak Bela, justru aku penyebab semua ini."
"Jangan salahkan dirimu Gam, ini semua bukan salah kamu, Aku sangat berterimakasih kamu sudah menyelamatkan aku, kamu juga sudah mau merawatku."
"Karena, aku mencintai kamu Bela. Dan, aku akan menceraikan Reyna."Ucap Agam dengan sunggu- sungguh.
" Jangan Gam, Aku tidak mau jadi penyebab hancurnya rumah tangga kamu." Bela menarik tangannya dari genggaman Agam, Bela tidak ingin jika dirinya adalah alasan perceraian Agam.
"Ini semua bukan karena kamu Bela. Memang sedari awal pernikahaan kami sudah hancur. dan juga Benar yang kamu katakan. Maafkan aku tidak langsung mempercayai ucapanmu." Agam meraih kembali tangan Bela lalu dia menciumnya.
Bela bangun dan memeluk Agam erat.
"Datanglah kepadaku Gam, jika kamu sudah bercerai. Aku juga mencintai kamu!"
...※※※※...
Agam kembali tidak pulang ke rumah.Reyna sudah menduga ini semua, pasti Agam sedang berada di rumah Bela. Kesabaran Reyna sudah Habis, dia tidak bisa mentolelir lagi.
Reyna membawa mobilnya menuju kantor Agam, sudah sangat lama sekali dia tidak pernah ke kantor ini. Ini adalah kantor yang akan menjadi miliknya jika Agam sampai menceraikannya. Karena semua kesalahan ada di Agam.
"Selamat siang bu, Mau bertemu pak Agam? Kebetulan pak Agam sedang rapat, Silahkan ibu menunggu di dalam!" Sapa sekertaris Agam.
__ADS_1
"Iya, Saya tunggu di dalam saja." Ucap Reyna masuk kedalam ruangan Agam
Tak begitu lama Agam masuk. Dia sudah di beritahu bahwa istrinya sedang menunggu di ruangannya.
Kreekk..... Suara pintu di buka Agam.
Bugh... Agam mendapati bantal sofa melayang mengenai dirinya.
"Apa kamu lupa pulang mas?" Bentak Reyna
"Apa maksud kamu?" Agam takalah emosinya dengan Reyna perbuatan Reyna kali ini sangat tidak menghargai Aga.
"Aku tahu mas, kamu pasti nginep di rumah perempuan sialan itu." Teriak Reyna yang mengisi ruangan kantor Agam.
"Reyna saat ini kita di kantor, apa kamu tidak malu pertengkaran kita terdengar semua orang?" Ucap Agam, pasti dirinya akan malu jika menjadi bahan gosip di kantornya.
"Biarkan saja mas. Biar mereka tahu orang macam apa kamu ini." Reyna menunjuk-nujuk wajah Agam.
"Ayo, kita pergi dari sini." Agam menarik tangan Reyna meninggalkan ruangannya. Semaki lama Reyna berada di kantornya, Semakin cepat pula pertengkaran ini terdengar semua karyawannya.
Agam menaiki lift khusus, membawa reyna langsung kenparkiran Mobil.
"Lepas Agam, Aku bisa jalan sendiri." Reyan terus saja meronta.
"Jangan pernah buat keributan di kantor lagi!"
"Ini akibatnya jika kamu tidak pulang ke rumah. Apa yang kamu lakukan di luar sana? Pasti kamu mendatangi selingkuhan kamu, sebab aku tahu bahwa David tidak ada dirumanya." Semakin memuncak saja emosi yang Reyna rasakan.
"Itu hanya Alasan." Ucap Reyna yang tidak memeprcayai perkataan agam.
"Terserah bagaimana kamu menanggapinya. Sekarang kamu pulang, berbelanja atau pergi dengan teman-temanmu seperti yang kamu lakukan selama ini."
Agam meninggalkan Reyna di tempat Parkir. Reyna yang bertambah kesal kepada Agam, sudah mempunyai rencana untuk menjauhkan Agam dari Bela.
Sampai saat ini tidak terucap kata maaf dari Agam padahal itu yang sangat Reyna harapkan.
"Halo, David."
"Ya Rey, kebetulan kamu telphon, saya sudah sampai di jakarta. Dimana kita bertemu?"
"Ah syukurlah kamu sudah sampai. Kita bertemu di restoran xxx, sekalian makan siang!"
"Baik, aku kesana sekarang!" Reyna bergegas membawa mobilnya menuju tempat yang sudah di sepakati. Dalam otaknya sudah tersusun rencana untuk menjauhkan suaminya dari Bela.
Reyna Melambaikan tangan saat melihat David masuk kedalam restoran.
"Hai Rey, sorry macet." David duduk tepat di sebrang Reyna.
"Gak masalah, aku juga baru samapi."
__ADS_1
"Bagaimana, sepertinya sangat penting?" David langusng bertanya inti dari pertemuan mereka hari ini."
"Ini, bukalah!" Reyna memberikan amplop coklat kepada David.
"Sebenarnya aku ingin menyembunyikan ini, tapi aku memposisikan diri sebagai orang tua, dan memberitahukan kamu adalah hal yang tepat." Ucapnya setelah David mulai membuka amplop tersebut.
David perlahan membuka amplop itu, dan mengeluarkan isinya. dia nampak terkejut melihat isi amplop yang ternyata fhoto Bela. David melihat satu persatu fhoto yang ada di tangannya.
"Kamu dapat dari mana Rey?" Tanyanya seakan tidak percaya dengan yang di lihatnya.
"Aku sengaja memotretnya agar kamu mengetahuinya. Kebetulan malam itu aku ada acara di klub bersama teman-temanku, aku tidak sengaja melihat Bela. dan dia sudah cukup terkenal di klub tersebut. dan juga ada yang bilang Bela adalah simpanan om-om." Reyna terus mempropokasi David dengan cerita yang tidak sesuai dengan faktanya.
"Tidak mungkin. Bela tidak mungkin menjadi simpanan om-om, dan bekerja di klub malam. Dia tidak kekurangan apapun. Bagaimana mingkin ini terjadi?" Dengan rasa marah yang di tahannya David masih tidak percaya dengan foto yang di lihatnya.
"Aku tahu kamu akan seperti ini, jadi aku memberitahukan kamu beserta bukti-buktinya. kalau kamu kurang yakin atau tidak percaya kepadaku, Ayo kita ke pergi ke klub!"
David tidak bisa berkata apapun lagi, dia sudah sangat syok mengetahui kelakuan Bela dari Reyna, padahal selama ini dia selalu memperhatikan putrinya,memberikan apa yang Bela mau.tapi dia tetap saja tidak mengetahui apa yang Bela lakukan di luar sana.
"Aku seperti ini karena aku tidak ingin masa muda Bela hancur karena pergaulan yang seperti itu." Ucapnya lagi yang berpura-pura bersimpati.
"Aku faham Rey, Terimakasih sudah peduli kepada Bela."
"Walau bagaimanapun Bela adalah anak kamu, dan kamu adalah sahabat suamiku. Dan aku sudah menganggap Bela sebagai anakku sendiri."
Rencananya kali ini sepertinya berhasil, terlihat jelas wajah David yang memendam rasa marah kepada putrinya yang selalu dia banggakan. Reyna sangat menantikan tindakan apa yang akan David lakukan kepada Bela.
...※※※※...
Setelah pertemuan dengan David, Reyna langsung menelphon Naya untuk bertemu di klub merayakan keberhasilan rencananya.
"Ada apa Rey, sepertinya ada hal yang menyenangkan?" Tanya Naya yang melihat Reyna memasang muka bahagianya.
"Hahaha...Pokoknya hari ini gw lagi happy banget, loe bisa pesen apapun yang loe mau. Gw yang bayar." Teriak Reyna kepada Naya.
"Gw juga kan tante?" Ucap pria muda di samping Reyna.
"Iya loe juga, kerja loe juga bagus!" Reyna mengacungkan jempolnya kepada Pria muda yang telah membantu Reyna mengambil fhoto Bela di klub.
"Loe udah kasih fhoto itu ke David?" Tanya Naya yang langsung mengerti.
"Ya, Dan bodohnya David langsung percaya apa yang gw katakan. Dia pasti sangat kecewa. Apalagi selama ini dia selalu membanggakan putrinya."
"Langkah selanjutnya apa?"
"Gw akan tunggu apa yang akan David lakukan kepada putrinya. dan di saat itu hubungan gw dan Agam pasti akan seperti semula lagi."
"Bagaimana kalau David tidak memberi hukuman apapun kepada anaknya?" Naya khawatir jika rencana Reyna gagal.
"Tenang Nay, gw punya satu lagi fhoto andalan, yang sengaja gw simpan untuk rencana B."
__ADS_1
"Waahh... loe emang pinter Rey." Puji Naya, sedikit lega dengan adanya rencana B
"Hahaha....." Reyna tertawa bahagia merayakan keberhasilannya kali ini.