Mencintai Sahabat Papa

Mencintai Sahabat Papa
Uluran Tangan


__ADS_3

Bela mencari Hpnya yang terus bedering, dengan mata yang masih tertutup, tangannya meraba-raba kesekitar tempat tidurnya.


"Halo...!" Suara parau Bela terdengar.


"Bela.... gw dilamar Adit, akhirnya gw akan nikah!!!" Teriak maya dari sebrang sana.


"Oke, selamat ya... tapi apa gak ada waktu lain? ini masih pagi!" Keluh Bela kepada sahabatnya.


"Gw mau loe orang pertama yang tahu kabar ini."


Mata Bela sedikit terbuka, dia tidak fokus berbicara dengan Maya ditelphon, karena saat ini dirinya sedang mengendus-enduskan hidungnya, mencari aroma sedap yang tercium di hidungnya.


"Wangi apa ini?"


"Ada apa Bel, wangi apa?" Maya yang mendengar pertanyaan Bela merasa bingung.


"Gw nyium wangi masakan may" Jawab Bela yang juga masih mencari sumber wangi itu. sampai dia mengingat bahwa semalam dirinya berdua bersama Agam sampai larut.


"Gak mungkin dia masih disini!" Ucapnya terdengar Maya.


"Loe sama siapa disana?" Maya semakin bingung dibuatnya.


"May, gw tutup dulu!"


Bela bergegas keluar kamar, untuk melihat siapa yang sudah membuat bau wangi ini dipagi hari.Dan dia melihat Agam sedang memasak di dapurnya.


Masih terlihat sama seperti dulu, postur tubuhnya, cara dia memasak. semua itu jelas masih terbayang di pikiran Bela. Namun segera Bela menyadarkan diri dari bayangan masa lalunya.


"Agam, kamu ngapain disini?" Tanya Bela, bertolak pinggang.


"Selamat pagi,Duduk Bel, kita sarapan dulu sebelum ke kantor!" Bukannya menjawab Agam menawarkan Bela untuk duduk dan menikmati sarapan buatannya, seolah-olah dia tuan rumahnya.


Bela menghembuskan nafasnya kasar mendengar ajakan Agam.


"Sejak kapan kamu disini, bagaimana kamu bisa masuk?" Tanyanya lagi.


"Lebih baik kamu duduk dulu, kita bisa bicarakan ini sambil sarapan!" tubuhnya menegang, ketika Agam memegang bahunya, menuntu untuk duduk di kuris yang sudah Agam siapkan.


Bela mengikuti semua intruksi Agam, dia pun duduk dan memulai sarapannya.


"Ayo jelaskan!" Ucapnya di sela-sela sarapannya.


"Oke, dari semalam aku disini, kamu lupa? setelah kamu cerita semuanya, kamu tertidur di bahu aku dan...." Agam menceritakan apa yang terjadi dengan mereka berdua semalam.


Namun Bela segera memotong cerita Agam, karena Bela merasa malu dengan tingkahnya semalam kepada Agam, apa lagi status mereka sebagi mantan pacar.


"oke stop. aku ingat itu. Sorry, aku merepotkan kamu. dan terima kasih untuk mau mendengarkan semua ceritaku!"


"Aku siap,kapapun kamu butuh aku!"


"Thanks gam, dan kamu bisa pulang sekarang, karena aku harus berangkat ke kantor!"


"Baiklah, aku tunggu di depan, kita berangkat bersama!" Ajak Agam kemudian. Agam yakin dirinya sudah mendaptakan izin untuk lebih memasuki kehidupan Bela lagi.


"Aku menolak gam. sorry!" Bela sadar bahwa kembali dekat dengan Agam bukan hal yang baik. meskipun semalam dirinya merasa nyaman berada dekat Agam.

__ADS_1


"Tapi Bel....?"


Bela menggelengkan kepalanya, matanya menunjukan isyarat untuk Agam segera keluar dari Apartmennya.


"Baiklah!"Jawab Agam menyerah.


Agampun keluar meninggalkan tempat Bela. Mungkin kali ini sedikit sulit memasuki kehidupan Bela lagi, dia bukan gadis belia yang Agam kenal dulu, gadis belia yang mudah Agam bujuk dan rayu. Kini dia sudah menjelma sebagai wanita dewasa, yang penuh pertimbangan dalam keputusannya.


...※※※※...


"Pagi semuanya!!!" Sapa Bela duduk di meja kerjanya.


Semua rekan kerjanya melihat aneh kearah Bela. saling lirik dan tanya tentang perubahan drastis Bela.


"Apa terjadi hal baik?"


"Siapa? Tanya Bela memastikan bahwa rekannya sedang bertanya kepadanya,


aku?" Tannyanya menujuk kedirinya sendiri.


"Iya, pagi ini kamu terlihat bersemangat!"


"Tidak ada yang spesial, bukannya setiap hari aku seperti ini?"


"Iya kamu selalu seperti ini, tapi pagi ini seperti kamu membawa cahaya di kepalamu!" Tutur rekannya.


"Apa sih, kamu berlebihan!"


Julie datang dan melihat semua rekannya berkumpul di meja Bela.


"Kenap ini, pagi-pagi sudah rame sekali?"


"Oh begitu, mungkin Bela senang karena liburan panjangnya. sudah kalian semua kembali ke meja masing-masing!" Julie membubarkan rekan-rekannya. Karena Julie melihat Bela sedang tersudutkan.


" Thanks kak, udah nyelamatin aku!" Ucap Bela dengan suara pelan.


"Oke, tapi kamu hutang cerita ya." Julie tersenyum jahil.


Liburan Akhir tahun sebentar lagi, Bela memiliki jatah liburannya tiga hari, di tambah cuti tahunan yang baru bisa di pakainya. Rencanya Bela akan menghabiskan liburannya pulang ke indonesia, selain liburan dia juga akan menghadiri pertunangan sahabatnya.


"Apa yang sudah terjadi di antara kalian?" Bisik Julie yang juga penasaran.


"Maksud kak Julie apa?"


"Aduh Bel, wajah kamu tuh gak bisa bohong, aku tahu ada hal baik yang sudah terjadi, karena tadi aku juga melihat Agam dengan mood yang berbeda, dia berseri-seri."


"Sebenarnya aku sudah memberitahu Agam semuanya. dan itu sangat membuat aku lega, seperti semua beban hilang begitu saja. Tapi, apa aku boleh menerima itu semua?"


"Kenapa tidak, aku tahu kamu menderita satu tahun ini. dan sekarang ada seseorang yang bisa membuat kamu seperti sekarang ini. itu bagus."


"Aku ragu kak. satu sisi aku mulai nyaman dengan Agam, seperti tidak ada yang berubah dengan perlakuanya kepadaku dulu maupun sekarang. tapi, disisi lain aku juga merasa takut, aku belum siap untuk membuka diri lagi."


"Aku mengerti, aku tahu apa yang kamu takutkan. Tapi kamu tidak akan tahu jika tidak mencobanya. coba saja jalani dulu. mungkin rasa takut itu hanya kabut sementara yang mengahali jalan kamu. yang membuat kamu takut untuk untuk melangkah."


Bela mencerna setiap kata yang Julie utarakan.

__ADS_1


"Aku selalu menemukan pandangan lain setelah bercerita kepada kakak, terima kasih!"


"Sama-sama, aku senang kamu sudah kembali tersenyum!"


Tiba-tiba Jery datang menghampiri mereka berdua.


"Bel, kamu di suruh ke ruangan pak Agam, katanya sebelum kesana dia minta di bikinkan kopi." Ucap Jery yang mendudukan dirinya di samping Julie.


"Ya sudah Bel, kamu kesana dulu!" Ucap Julie yang tersenyum jahil.


Apa yang bisa Bela lakukan selain menuruti keinginan bosnya.


"Aku permisi dulu kak, pak Jery!"


Seperti yang Agam minta Bela masuk kedalam pantry untuk membuat kopi, Agam sangat menyukai kopi buatannya, entah apa Bedanya, padahal cara Bela membuat kopi sama seperti yang lainnya, namun di lidah Agam sangat berbeda.


tok...tok...tok...


Bela mengetuk pintu sambil menahan nampan berisikan secangkir kopi panas.


"Masuk!" Suara Agam dari dalam sana.


"Silahkan di minum!" Ucap Bela meletakan secangkir kopi tepat di hadapan Agam.


Agam memamg sedang duduk di sofa menunggu kehadiran Bela.


"Duduk lah!" Pinta Agam, bak tersihir Belapun mengikuti apa yang di inginkannya.


Bukannya membuka pembicaraan justru Agam menyeruput kopi yang sudah lama tidak diminumnya.


Ddhhemm... Bela berdehem memecahkan kegugupannya. sudah hampir 10 menit Bela hanya menyaksikan Agam meminum kopinya saja.


"Kalau saya tidak di perlukan lagi, saya undur diri!" Ucap Bela berusaha tetap bersabar menghadapi bos anehnya ini.


"Justru kehadiran kamu yang saya butuhkan." Jawab Agam yang membuat Bela menarik nafas dan,


Hhuuuhhh.... Suara hembusan nafas kasar terdengar.


Agam faham Bela mulai kesal, karena dirinya hanya diam, belum juga menanyakan apapun.


Agam kemudian berdiri mengambil sebuah Amplop dan diberikannya kepada Bela.


"Apa ini?" Tanya Bela terheran-heran.


"Buka saja!"


Perlahan Belapun membuka amplop dan mengeluarkan isinya.


"Tiket pesawat?"


"Iya, Aku mau kamu temani aku berlibur di paris."


Itu adalah impian Agam, bisa mengajak Bela ke negeri terkenal dengan romansa cintanya.


"Maaf pak, saya tidak bisa menerima ini." Bela memasukan kembali tiket itu kedalam amplop dan di berikan kembali kepada Agam.

__ADS_1


Agam meraih kedua tangan Bela, tangan lembut yang sudah lama lepas dari gengamannya.


"Kamu pikirkan baik-baik, karena aku sangat berharap bisa pergi kesana bersama kamu. Namun, jika memang di dalam hati kamu tidak menginginkan ini semua, kamu bisa membuang tiket pesawat ini." Tutur Agam, sebelum meninggalkan Bela sendiri di ruangannya.


__ADS_2