
Bela masih tidak menyangka menerima lamaran dari seorang Rannga. Entah punya keberanian dari mana Bela bisa menjawab Rangga tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
Bela sangat senang, walaupun hanya sekejap bertemu dengan Rangga dan dia harus kembali lagi ke indonesia untuk pekerjaannya. Bela merasa tersanjung Rangga ke singapura hanya untuk bertemu dengannya saja.
Perasaanya kepada Rangga sangat berbeda dengan dulu saat bersama Agam. saat bersama Agam Bela merasa bahagia namun tertekan. Mungkin karena hubungannya yang di sembunyikan yang membuat Bela tidak bisa bergerak bebas. Berbeda saat dengan Rangga, dia bisa mengekspresikannya sebebas mungkin. Tanpa mengkhawatirkan ada yang melihat dan mengetahuinya.
Rangga berjanji akan kembali kesingapura menemui Bela, setelah pekerjaannya selesai. Untuk saat ini Rangga meminta supaya Bela tidak membritahu David dulu tentang lamarannya. Karena Rangga yang akan mengatakan sendiri kepada David.
Melihat kesungguhan Rangga, hati wanita mana yang tidak bahagia dan semakin yakin dengan laki-laki seperti Rangga.
Bela tersenyum sendiri melihat langit-langit kamaranya. saat ini ingin sekali membagi kebahagiannya kepada Maya. Namun niatnya di urungkan, karena Bela merasa belum saatnya. Terlebih lagi kekasih Maya adalah sahabat Daniel. Dia tidak ingin Daniel mendengar berita tentang hubungannya, sementara pernikahanya baru saja batal.
Besok bela berencana akan mempersiapkan lamaran berdasarkan rekomendasi Rangga ke perusahaan xyz. Dia akan mulai meniti karirnya dengan magang di perusahaan tersebut.
...※※※※※...
"Kamu keterlaluan mas, katanya pergi hanya sebentar tapi nyatanya sampai malam begini kamu baru pulang? Dari mana saja kamu seharian ini?" Baru saja Agam masuk kedalam rumah, dia sudah di teriaki Reyna.
"Aku sibuk Rey!" Jawab Agam datar sambil berlalu masuk kedalam kamar Arka.
"Sibuk katamu mas? Bagaimana dengan aku, aku sampai membatalkan acaraku gara gara harus menemani Arka. sedangkan kamu mengingkari janji kamu."
"Apa salahnya menemani Arka hanya satu hari saja. lagi pula selama ini kamu tidak pernah menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang ibu!"
"Kenapa kamu menyudutkan aku mas, disini yang salah adalah kamu yang tidak menepati janji kamu."
"Sudahlah Rey, aku lelah sekali hari ini!"
"Biasanya kamu selalu memgutamakan Arka dibandingkan apapun sekalipun project miliaran rupiah, jika Arka ingin bersama kamu. Tapi hari ini kamu menomor duakan Arka. Apa jangan -jangan kamu mulai lagi mas?"
"Apa yang di mulai?" Emosi Agam terpancing juga.
"Penyakit kamu. Kali ini wanita mana? wanita seperti apa lagi? Atau jangan-jangan dengan Dia lagi?"
"Apa yang kamu bicarakan Rey? Aku mohon jangan memancing amarahku, kalau tidak ..."
"Kalau tidak apa mas? apa yang akan kamu lakukan? menceraikanku lagi?"
__ADS_1
"Iya jika itu yang kamu mau."
"Silahkan. Tapi jangan harap kamu bertemu dengan Arka. Apa kamu sudah siap berpisah dari anak kesayangan kamu?"
Reyna pergi meninggalkan Agam yang masih mematung mendengar ancaman dari Reyna. Reyna sangat tahu bahwa kelemahan Agam adalah anaknya, selama ada Arka posisi Reyna sebagai istri Agam akan selalu Aman.
Agam tidak bisa berkutik, Dia tidak bisa mengorbankan Arka, selama Arka menjadi alasan Reyna, selama itu pula Agam tidak bisa melawan.
Arka yang mendengar pertengkaran orang tuanya terbangun, Dan Agam lah yang harus menidurkannya kembali. Setelah Arka tidur barulah Agam bisa beristirahat. Agam sudah terbiasa tidur di kamar Arka. Arka sudah sejak bayi berbeda kamar dengan Reyna. dengan Alasan Arka selalu bangun tengah malam dan itu membuat tidur Reyna terganggu.
Agam hanya menatap anaknya, merasa kasihan terhadap Arka yang tidak mendaptkan kasih sayang dari bunya. Andai saja bukan Reyna yang menjadi ibunya.
"Andai saja Bela...!" Ucap Agam memejamkan mata, berharap dapat betemu Bela dalam mimpinya.
...※※※※...
Bela bangun dari tidurnya dengan tersenyum bahagia, mengingat semalam dirinya telah di lamar oleh seorang pria.
Tring....
Suara Hpnya berbunyi.Rupanya satu pesan yang di terima dari Rangga.
"Aaaa... Rangga ternyata kamu bisa seromantis ini." Hati bela menjerit mendaptkan pesan yang menurutnya romantis.
Pagi juga, aku tunggu kamu disini, sayang.
Uughhh... Bela membuang nafasnya,Jantungnya di buat maraton di pagi hari.
Bela segera bersiap-siap, karena hari ini Bela akan memasukan lamaran magangnya di perusahan xyz. Mendaptkan suport dari Rangga, Bela menjadi lebih yakin untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Menggunakan rok hitam di bawah lutut dengan kemeja putih yang ditutupi jas senada dengan roknya. Bela membawa map berisis lamaran pekerjaan beserta riwayat pendidikannya. pergi menaiki taksi menuju perusahaan tersebut.
Rupanya dengan membawa surat rekomendasi, Bela langsung di bawa masuk untuk wawancara, untung saja pakaian yang dikenakannya sudah cukup sopan untuk tahap wawancara. Sebenarnya Rangga sudah memberi bocoran tentang ini semua. yang membuat Bela menjadi lebih percaya diri menjalani setiap tahapannya.
Bela duduk di depan ruangan, menunggu namanya di panggil untuk wawancara. Bela sangat cemas. dia khawatir tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan di tanyakan.
"Bela Davinson"
__ADS_1
Jantung Bela berdetak lebih kencang ketika namanya di panggil.
Belapun berdiri dan masuk kedalam ruangan. Dia harus tetap tenang, agar bisa menjawab setiap pertanyaan nanti.
Hanya 10 menit Bela berada di dalam, namun serasa satu jam yang dia rasakan. Setelah wawancara, Bela berkeliling di lobi perusahaan, melihat miniatur perusahaan. Namun saat sedang melihat-lihat, bahunya di sentuh oleh seseorang. Dan Belapun menoleh.
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap seorang wanita yang tadi menyentuh bahunya.
Belapun tersenyum dan memperkenalkan dirinya, dan mengatakan bahwa dia baru saja selesai wawancara.
"Perkenalkan saya Julie, Jika kamu diterima bekerja disini mungkin kita akan bertemu lagi!"
Julie orangnya sangat ramah, dan dia tidak pernah memandang orang dari jabatannya. Buktinya dia sangat ramah kepada Bela yang belum tentu bekerja di kantor ini.
"Terimakasih. Sampai bertemu lagi!" Ucap Bela pamit, baru saja bela melangkah namun dirinya sudah di panggil Julie kembali.
"Tunggu, ini kartu nama saya. Jika butuh teman sharing bisa telphon saya." Julie memberikan kartu namanya.
Belapun berjalan keluar kantor dia melihat kartu nama yang di berkian Julie, ternyata Dia adalah Manager marketing di kantor ini. Bela cukup canggung jika harus menghubungi Julie jika hanya sekedar menjadikannya teman ngobrol saja
Bela kembali ke asrama kampusnya, dia hanya tinggal menunggu telphon dari bagian personalia kantor xyz untuk penempatannya jika di terima bekerja di sana.
Bela mengambil telphonnya untuk mengabari Rangga. Namun ternyata ada satu pesan dari Rangga yang belum di baca Bela.
Kamu pasti bisa cantik! Semangat! Bunyi pesan yang Rangga kirimkan 2 jam yang lalu.
Bela tersenyum membaca pean dari Rangga, dia tidak menyangka Rangga bisa seperhatian itu, sikapnya sangat bertolak belakang dengan awal pertemuan mereka dulu.
Aku sudah wawancara, hanya tinggal menunggu keputusannya saja.
Balas Bela meskipun sangat telat.
Aku yakin kamu akan diterima untuk bekerja disana.
Tak perlu menunggu lama, pesqn Bela sudah di balas Rangga. Meskipun di jam sibuk, Rangga tetap mengutamakan Bela.
Terima kasih sayang.
__ADS_1
Bela berguling-guling di kasurnya setelah berbalas pesan dengan Rangga. Dia merasakan lagi bagaimana rasanya jatuh cinta.