Mencintai Sahabat Papa

Mencintai Sahabat Papa
Terbongkar


__ADS_3

Agam sudah menunggu David di depan kantor Bram. David sengaja meminta Agam menemaninya karena Agam yang menemukan semua bukti tentang Bram.


"Kita masuk sekarang!" Ajak David kepada Agam. David dengan kepala dingin berjalan memasuki perkantoran Bram.


"Pak Bram ada?" Tanya David begitu bertemu sektetaris Bram di depan ruangan Bram.


"Sebentar pak!" Ucap sekretaris Bram. Dia terlebih dahulu melaporkan kehadiran tamu yang akan menemui bosnya.


"Baik pak, silahkan masuk!" Ucapnya lagi setelah mendaptkan izin dari atasannya.


"Selamat sore, Kenapa tidak memberi kabar sebelumnya. Untung saja saya tidak sedang di luar!" Bram menggiring David dan Agam untuk duduk di kursi tamu yang ada di dalam kantornya.


"Pak Bram, kita batalkan saja pernikahan anak- anak kita!" Ucap David langsung kepada tujuannya. dengan menahan segala emosinya. Dia ingin membalas Bram dengan cara sehalus mungkin.


"Jangan bercanda pak David, pernikahan ini hanya tinggal menghitung hari saja." Bram sangat terkejut mendengar keputusan David.


"Saya akan tetap dengan keputusan saya."


"Beri saya alasan mengapa pernikahan ini harus di batalkan?"


"Ada sesuatu hal yang tidak bisa saya jelaskan."


"Apa pak David tahu akibatnya jika pernikahan ini dibatalkan?"


"Saya tahu, dan saya siap dengan resikonya."


"Saya tidak siap. pernikahan ini harus tetap berlangsung."


"Saya tidak akan membiarkan Bela dekat dengan keluarga anda!"


"Kenapa pak David melakukan ini semua. Apa ini atas saran dari dia? Pak David jangan pernah mendengarkan dia. dia adalah anak musuh Davinson." Bram menujukan tangannya ke arah Agam.


"Cukup pak. Saya sangat tahu siapa sebenarnya musuh saya."


"Pak Bram, anda tidak bisa mengelak lagi." Ucap Agam menyela perdebatan Bram dengan David. Agam memperlihatkan beberapa photo yang di dapat dari papanya.


"Photo ini, dapat dari mana? Bagaimana bisa ada di tangan anda?" Tanya Bram membelakan mata saat melihat photo dirinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi di hari itu?" Tanya David menatap curiga.


"Ini salah. Justru saya dan Davinson seharusnya berada di dalam mobil itu, karena kami harus menghadiri suatu acara. Tapi, pada saat akan berangkat tiba-tiba saya mendapatkan telphon dan membatalkan kepergian bersama Davinson." Bram tetap mengelak. Bahkan Bram merangkai cerita baru.


"Pak Bram ini sudah jelas. Anda merayakan pesta setelah kematian Pak Davinson." Bentak Agam yang kesal karena Bram tak juga mengakuinya.


"Pak David, anda tidak boleh percaya begitu saja omongan yang keluar dari mulutnya. Dia hanya ingin menggagalkan pernikahan ini. Apa anda tahu kalau Dia selama ini berhubungan dengan Bela di belakang anda. Menjadikan Bela selingkuhannya." Ucap Bram membongkar rahasia yang di ketahuinya.


Agam terkejut saat mendengar itu, Dia melupakan bahwa dia punya rahasia besar yang di ketahui Bram.

__ADS_1


"Apakah benar Gam? Apa Benar yang di katakan pak Bram?" David mengalihkan pandangannya, menatap tajam kearah Agam.


"Vid Gw bisa jelaskan ini semua." Ucap Agam merasa tersudutkan.


"Pikirkan kembali Pak David. Jika anak-anak kita batal menikah. kemungkinan Dia akan kembali lagi mendekati Bela." Bram terus saja memprovokasi David.


Ditariknya kerah baju Agam.


"Jawab Gam, kenapa harus Bela?" Teriak David yang bejarak hanya beberapa senti meter dengan wajah Agam.


"Gw mencintai Bela vid." Jawaban Agam terngiang di telinga David.


Bugh...


David melayangkan tinjunya ke wajah Agam. Dan pergi meninggalkan kantor Bram.


"Vid, David...!" Teriak Agam memanggil.


"Jika harus terjatuh maka tidak akan hanya saya seorang!" Ucap Bram saat Agam akan menyusul David.


"Anda akan merasakan akibat atas perbuatan anda sendiri!" Ucap Agam sebelum meninggalkan Bram dan berlari mengejar David yang sudah meninggalkan kantor Bram.


...※※※※...


David keluar dengan membanting pintu mobil dan segera masuk kedalam tumahnya.


"Bela...Bela...!" Teriak David mencari keberadaan Bela.


"Bagaiamana pah, apa om Bram mengakui semuanya?"


"Iya, om Bram mengatakan kalau kamu menjadi selingkuhan Agam." Teriak David


"Apa tidak ada laki-laki lain sehingga kamu harus menjalin cinta dengan suami orang? Kamu tahukan Agam adalah seorang suami dan juga Ayah. Kamu mau menghancurkan sebuah keluarga bahagia? Papa tidak mengajarkan hal semacam itu!" David kehilangan kesabarannya, dia membentak dan memarahi Bela.


Bela sangat terkejut, air matanya sudah membendung di pelupuknya.


"Bela sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Agam. yang papa katakan benar. Tapi kami sudah lama berakhir pah."Ucap Bela bercucuran airmata.


"Papa tidak yakin. papa tahu kalian masih bersama. Dan kalian juga mencari cara agar pernikahan ini batal. karena kalian ingin bersama kembali!"


"Tidak pah. kami benar-benar sudah berakhir."


"Yang di katakan Bela benar!" Sela Agam masuk kedalam rumah David. Dia melihat Bela yang sudah beruraian air mata.


"Kamu berani datang kemari, setelah apa yang kamu perbuat!" David yang sudah dikuasai amarah, melayangkan tinjunya lagi ke wajah Agam.


Bugh....

__ADS_1


"Pah tolong hentikan, jangan sakiti Agam!" Teriak Bela menyaksikan sudut bibir Agam yang berdarah.


"Gam kita sudah lama bersahabt, tapi kenapa harus anak aku yang jadi korban hawa nafsu kamu."


"Itu bukan nafsu vid. Aku benar-benar mencintai Bela." Ucapnya dengan sisa nafasnya. Karena David mencengkram kerah Baju Agam kembali.


"Loe berengsek Gam. Pergi dari sini!" David mendorong melepaskan cengkramannya.


Setelah mendorong Agam, tangannya menujuk kearah Bela.


"Dan kamu masuk kedalam kamar. jangan keluar sampai papa izinkan.


Setelah kepergian Agam dan Bela David masuk kedalam kamarnya merenungkan diri, Bagaimana bisa dirinya di bohongi orang paling terdekatnya.


Sahabat yang di percayainya ternyata menjadi benalu. Menjalin hubungan gelap dengan anaknya sendiri.


Rekan bisnis yang di hormatinya ternyata hanya memanfatkannya dan menjadi dalang dari kecelakaan ayahnya.


David harus mengambil keputusan untuk menyelesaikan ini semua.


Dia membuka laptopnya, mendaftarkan Bela untuk program S2 di singapura. David memutuskan untuk membatalkan pernikahan dan juga menjauhkan Bela dari Agam. Dia yakin bahwa Bela dan Agam masih saling mencintai, terlihat masih ada tatapan cinta di mata keduanya.


...※※※※...


Bela gelisah di dalam kamarnya, airmatanya terus mengalir membasahi pipinya. Bela menunggu hukuman apa yang akan David berikan. Karena setiap kali Bela membuat David marah pasti Dia akan menerima hukuman. Namun kali ini berbeda, Bela baru melihat papanya semarah tadi. Apa lagi papanya sampai menggunakan tinjunya. Dan Bela baru melihatnya.


Tok.... tok... tok...


Ketuk David di pintu kamar Bela. Bela bergegas bangun dan membuka pintunya. dengan wajah yang tertunduk Bela berhadapan dengan papanya.


"Siapkan barang bawan kamu. Besok kamu harus segera berangkat ke singapura. Tinggallah di sana sampai papa meminta kamu untuk pulang."


Kalimat papanya yang membuat Bela mengangkat wajahnya.


"Tapi pah,apa papa harus mengusir aku seperti ini?" Tanya Bela tidak terima dengan keputusan papanya.


"Ini demi kebaikan kamu. persiapkan semuanya disana, sampai perkuliahan kamu di mulai. Papa tidak ingin mendengar penolakan." David Pergi dengan membanting pintu kamar Bela.


Bela sampai terperanjat dibuatnya. Bela kesal dengan keputusan papanya.Dia tidak menyangka dirinya akan di usir seperti sekarang. Padahal hubungan dengan Agam sudah lama berlalu, tapi papanya tidak mempercayainya sama sekali.


Bela mengingat selembaran yang pernah di berikan Rangga kepadanya. Bela bergegas mencari selembaran itu.


"Ini dia. Aku harus mulai mencari uangku sendiri. Dan di tempat ini akan menjadi awal bagiku."


Bela memiliki rencananya sendiri. Dia akan mencoba bekerja dengan rekomendasi yang Rangga berikan.


Kuliah sambil bekerja, adalah pengalaman baru untuk Bela nanti.

__ADS_1


"Aku akan buktikan kepada papa, kalau aku bisa hidup tanpa papa!"


Bela mulai menurunkan beberapa koper dan mulai mengepak pakaian yang akan di bawanya.


__ADS_2