Mencintai Sahabat Papa

Mencintai Sahabat Papa
Malam Ini


__ADS_3

Agam berada di singapura dengan segudang pekerjaannya. Bisnis yang baru dia jalani butuh dirinya untuk mengatur semuanya. Ini adalah bisnis baru Agam yang dia sembunyikan dari istrinya. Reyna hanya tahu Agam pergi kesingapura demi perusahaannya. dia tidak tahu kalau Agam punya perusahaan lain yang dia bangun sendiri.


"Terimakasih semuanya" Ucap Agam kepada semua rekan kerjanya.


Agam meninggalkan kantornya untuk kembali ke Apartmennya.


Agam baru saja membeli Apartmen untuk dia singgah jika ke singapura, untuk kedepannya pasti Agam akan sering ke negara ini.


tring....


Suara notifikasi hpnya berbunyi. Agam langsung membuka hpnya, rupanya teman-temannya sedang berkumpul di klub. mereka mengirimkan foto kebersamaan mereka dalam merayakan ulang tahun pernikahaan salah satu teman Agam.


"Bela..." Ucap Agam ketika melihat foto tersebut. Ternyata tanpa di sadari ada Bela yang sedang manggung ada di foto tersebut.


Agam kembali mengingat terakhir kali dia bertemu dengan Bela.


"Arrggghh.... Kenapa aku sulit melupakan kamu Bela."


Sudah hampir 3 bulan ini Agam selalu membayangkan wajah Bela. Ketika manja, cemberut, tersenyum, tertawa, marah, sedih, menangis dan terakhir ekspresi Bela yang sulit Agam lupakan, ketika dia menyeringai kearahnya.


...※※※※...


"Papa berangkat ke gorontalo lagi?" Tanya Bela, saat menyantap sarapannya.


"Iya sayang, apa kamu mau papa titipkan di rumah Tante Reyna lagi?"


"Gak pah, Bela di rumah aja."


"Kenapa? padahal tante Reyna sendirian loh di rumahnya. Om Agam sedang ke singapura!"


"Oohh... Ternyata Agam di singapur, pantas saja aku tidak pernah melihatnya." Akhirnya jawaban dari kekahwatiran Bela terjawab.


"Gak usah pah, aku di rumah aja, lagi pula nanti Maya akan menginap."


"Ya... terserah kamu aja sayang."


Bela sangat lega, ternyata Agam tidak menghindarinya. Bela selalu mengira bahwa Agam sedang menghindarinya sebab Bela tidak pernah bertemu lagi dengan Agam sejak kepergiannya dari rumah.


Bela sudah sampai dikelasnya. Dia hanya seorang diri, mungkin karena dia datang terlalu pagi.


"Hai Bela...!" Sapa Digta mendekat.


"Ada perlu apa?" Tanya Bela dengan wajah tidak suka. Bela sangat ingin menghindari Digta. tapi pagi ini Digta kembali mengganggunya


"Jangan jutek dong sayang."

__ADS_1


"Berhanti ganggu aku Digta," Bela mulai kesal dengan keberadaan Digta.


"Tidak bisakah kita jadi teman? Lagi pula kita sudah berteman sejak dulu." Pinta Digta. memang sebelum mereka pacaran, mereka adalah teman yang cukup dekat.


"Maaf Digata, Aku tidak mau berteman dengan kamu!"


"Ayo lah, kita lupakan masalalu, Aku ingin berhubungan baik dengan kamu."


Bela yang tidak ingin berurusan lagi dengan Digta pergi meninggalkan Digta.


"Bel... Bela, Tunggu!"


Bela merasa risih dengan sikap Digta akhir-akhir ini. Dia selalu menggangu Bela. Bela tidak mau terlibat lagi dengan mantan kekasinya. cukup dia pernah di datangi Naya. Dia tidak ingin Naya datang lagi dan mengganggu dirinya.


Akhirnya Bela keluar kelas dan duduk berjongkok di luar kelasnya.


"Gw liat tadi loe bareng Digta, Apa jangan-jangan kalian..." Tanya Maya curiga.


"Apa? loe mau bilang gw CLBK gitu? Gak mungkin Maya. Loe tau kan 'gmana gw berlarut - larut meratapi pengkhianatan Digta." Bela membelakan mata mendengar yang Maya ucapkan. Dia kesal karena sempat-sempatnya Maya menggoda dirinya.


"Oke,Oke, gw tau. tapi ngapain dia ngedeketin loe lagi?"


"Berteman, masuk akal gak, dia ngajak berteman setelah selama ini dia hanya manfaatin gw?"


"Betul juga. Dia pasti ada niat terselubung Bel. Loe harus hati-hati, jangan sampai dia manfaatin loe lagi!" Maya menepuk bahu Bela.


"Siapa, Agam. loe belum move on Bel?" Maya kaget dengan pertanyaan Baela. Maya fikir Bela sudah melupakan Agam, karena sudah lama Maya tidak pernah mendengar Bela menceritakan Agam.


Bela hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya ampun Bela, udah hampir 3 bulan loh. Apa lagi dia gak ada niat buat ngabarin loe!"


"Tapi May, gw gak bisa lupain dia. menurut loe gw harus gimana?"


"Cari cowok baru. Lagi pula Agam mungkin ingin mempertahankan rumah tangganya terelpas dari kesalahan istrinya."


"Ah.... Maya, Kenapa gw harus jatuh cinta sama Agam?" Bela memukul-mukul kepalanya, berharap dirnya segera sadar dari bayang-bayang Agam.


"Loe mau gw kenalin sama temennya Adit? Dia seorang pilot, mapan dan pastinya dia masih single."


"Males gw May." jawab Bela, tak peduli.


"Ayo lah, malam minggu besok Adit libur. Kita doubel date, loe harus ikut!"Maya bergelayut di lengan Bela memaksa Bela untuk mengikuti rencananya.


"Hhhmmm... terserah loe May." Akhirnya Bela menyerah. Dia melepaskan tangan Maya dan masuk kedalam kelas.

__ADS_1


...※※※※...


MALAM INI GW AKAN BAWA DIA KE GUDANG ITU. LOE JANGAN KHAWATIR TAN GW PASTI BERHASIL.


Digta mengirim whatsapp kepada Reyna.Saat ini Digta sedang duduk menikmati permainan DJ Bela. Digta sudah tahu bahwa malam ini Bela akan menggantikan Rico. Dia sudah memastikan dengan bertanya kepada Rico.


Digta juga sudah menyiapkan obat tidur untuk dia masukan kedalam minuman Bela.


Tak lama Bela turun, rupanya dia sudah selesai. Digta bergegas menghampiri Bela dengan membawa dua gelas minuman, salah satunya sudah berisikan obat tidur.


"Hai, Bela. penampilan kamu malam ini sangat menghibur."


"Minum..." Diga menawarkan minuman yang ada di tangannya.


Bela sempat menolak minuman yang Digta berikan


"Sebagai Ucapan terimaksih karena sudah menghibur malam ini." Ucap Digta mengartikan minuman yang dia berikan.


"Oke, thanks." Ucap Bela sambil duduk di kuris meja bar.


"Kamu sangat cantik Bel, maaf karena dulu aku harus melarang kamu menjadi Dj."


"Lupakanlah,itu masalalu." Ucap Bela yang berkali- kali memfokuskan pandangannya.


"Hubunga kalian baik-baik saja?" Digta tersenyum saat Bela sudah tidak bisa fokus.


"Siapa?" Tanya Bela yamg mulai kehilangan kesdarannya.


"Kamu dengan laki-laki yang sudah memukulku dua kali!"


"Oohh... Dia, aku dan dia...." Bela tidak bisa menerusakn kalimatnya. Dia sekarang suda tak sadarkan diri.


Digat tersenyum penuh kemenangan, Rencananya kali ini berhasil, Digta membawa Bela menuju mobilnya. Sempat ada rasa tak tega melihat Bela yang terkulai lemah, Tapi Digta merasa ini semua adil, Bela memang pantas mendaptkan ini semua. Setelah apa yang selama ini Digta dapatkan dari Bela.


Awalnya Digta tulus menjalin hubungan dengan Bela, tapi sikap Bela semakin lama membuat Digta gerah, Bela selalu memakai barang-barang mewah, membayar tiket atau makan di setiap mereka ngdate. Itu membuat harga diri Digta terluka. Dari situlah Niatnya Berubah, yang semula tulus menjadi memanfaatkan Bela.


Apalagi Sikap Bela yang sok suci. Digta sudah berkali-kali mengajak Bela melakukan hal yang sudah biasa teman-temannya lakuka. Tapi Bela selalu menolaknya. itu juga yang membuat harga diri Digta terluka. Akhirnya Digta bermain dengan wanita-wanita dewasa yang kekurangan Belaian kasih sayang dari suaminya.


Itu semua Digta lakukan agar Dirinya sama seperti Bela. Dan dapat lebih percaya diri.


Digta sudah sampai di depan gudang kosong, Sesuai dengan rencana yang Reyna buat.


Mendudukan Bela di kursi dan mengikatnya. juga menutup mata Bela.


"Maafkan aku Bela. Ini semua karena kesombongan kamu. Dan juga karena kamu sudah berani bermain dengan suami orang." Ucap Agam, mebelai rambut Bela.

__ADS_1


Pekerjaan Digta telah selesai, Dia hanya menatap mantan kekasih yang terikat tak sadarkan diri. Lalu Digta menyalkan rokoknya, menunggu Reyna datang.


__ADS_2