
Setelah menemui gadisanya di mall, Agam kembali ke kantornya. Dia memulai rapat yang sempat ia tunda karena mendaptkan telphone mendadak dari Bela.
"Kita teruskan rapat yang sempat tertunda. 15 menit lagi, saya akan masuk." Agam memerintahkan kepada sekretarisnya.
Lalu Agam membuka hpnya yang sudah banyak sekali notifikasi sms yang belum dia baca. Salah satunya adalah laporan penarikan dana.
"Dua ratus juta. Kapan aku mengeluarkan uang sebanyak ini?"
Agam mengingat-ngingat kemana uang itu dia gunakan. seingatnya dia sudah lama tidak menghabiskan banyak uang.
"Apa ini total belanja Bela hari ini? Bela bisa menghabiskan sebanyak ini dalam satu kali belanja??" Agam membelakan mata terkejut.
Harusnya Agam sudah memperkirakan semua ini, sebab Bela adalah anak David. Sudah pasti dia menurun gaya hidup papanya.
Agam langsung mengirimkan beberpa uang dalam jumlah besar ke kartu yang saat ini dia berikan kepada Bela. karena dia yakin saldo yang ada di kartu itu sedikit dan tidak akan memenuhi semua kebutuhan Bela.
......※※※※......
tok...tok...tok...
Setelah mengetuk dan mendaptkan izin untuk masuk, Bela pun membuka pintu perlahan dan menutupnya kembali. Bela berdiri di sambil menundukan wajahnya.
"Pah, Bela minta maaf, Bela tidak akan mengulanginya lagi, Bela tidak akan masuk klub lagi, Bela akan meninggalkan hobi Bela. tapi, batalkan rencana papa, Bela tidak mau kuliah di singapura dan juga berada jauh dari papa." Bela mencoba mengalah dari David. Dia turunkan egonya demi Agam. Dia tidak ingin berada jauh dari Agam.
"Janji kamu tidak akan melakukan hal-hal yang papa benci?" Tanya David, David terharu mendengar permintaan maaf dari putrinya. Sebab baru kali ini David mendengar Bela meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
"Iya pah Bela janji. Makasih papa." Bela memeluk David, dia senang akhirnya David membatalkan semua keputusannya.
David memberi kesempatan lagi untuk anak tersayangnya, dia juga merasa tidak sanggup jika berada jauh dari Bela.
"Ingat ini terakhir kali papa memaafkan kamu. Lain kali kamu harus selalu ikuti semua keputuaan papa."
Setelah menyelasikan masalahnya dengan david, Bela kembali kekamarnya. dia menelphon Rico bahwa dia tidak akan mengambil job DJ lagi. Dia pun sudah bertekad untuk tidak mengunjungi klub. Ini semua adalah gara-gara Reyna yang merenggut kebebasan Bela.
SELAMAT KAMU SUDAH BERHASIL MEMBUAT AKU DI MARAHI PAPA. TAPI KAMU HARUS TAHU, TIDAK SEMUDAH ITU MENGALAHKANKU. TUNGGU SAJA GILIRAN KAMU.
"kirim...."
Bela mengetik pesan teks. lalu dia kirimkan kepada Reyna. Bela sudah siap dengan serangan yang akan Reyna berikan untuknya lagi. Entah apa yang akan Reyna lakukan lagi. Sekalipun Dia nekat membongkar kedekatannya dengan Agam.
Hari ini adalah hari terakhir UAS. Seperti biasa Bela memulai rutinitas paginya. Pagi ini dia akan memakai pakaian yang di belinya dari uang Agam. Dan dia juga akan makan siang bersama Agam.
__ADS_1
"Pagi pah....!" Bela memeluk David.
"Kartu kamu sudah bisa di pakai." David sudah mengaktifkan kembali semua kartu Bela.
"Makasih pah...."
"Besok malam, temani papa ke acara ulang tahun pernikahan teman papa!"
"Siap papaku."
Setelah berpamitan dengan David, Bela mengendarai mobilnya menuju kampus. Hari ini dia sangat bersemangat. Karena Bela merasa semua masalahnya sudah teratasi, Dia sudah tidak mempunyai beban apapun.
Tring....
Sebuah notifikasi masuk di Hpnya Kemudian Bela membukanya. Dia melihat satu pesan dari Reyna. Reyna mengirimkan sebuah fhoto saat dirinya sedang memeluk seorang pria. Bela sangat mengenal pria di fhoto itu yang tak lain adalah Agam. Namun wajah Agam tidak terlihat sama sekali.
JANGAN SENANG DULU. BAGAIMANA JIKA DAVID TAHU FHOTO INI???
Bela hanya tersenyum mengejek membaca peaan dari Reyna.Lalu Bela pun segera membalas pesan yang ia dapatkan.
SILAHKAN! ITU AKAN SANGANT MEMBANTU. AKU TIDAK PERLU REPOT-REPOT MEMBERITAHUKAN KEPADA PAPA.
"Bagaimana UASnya?" Tanya Agam saat makan siang dengan Bela.
"Sukses dong..." Jawab Bela bersemangat. Ujian kali ini Bela yakin akan mendaptakan nilai terbaiknya.
"Memang pacarku paling pintar!" Agam mengusap kepala Bela.
"Pacar....???" Tanya Bela, merasa aneh dengan pengakuan Agam
"Canda sayang....!" Agam mencubit pipi Bela yang menurutnya menggemaskan.
"Selesaikan dulu hubungan kalain. Lalu kita bisa melangkah bersama!" Bela menunggu kepastian status kedekatannya dengan Agam.
"Segera. Aku sedang menyiapkan semua berkas yang di butuhkan." Ucap Agam yang membuat Bela tersenyum.
"Selesai makan langsung ke kantor? Bisa antar aku ke butik, memilih gaun untuk ulang tahun pernikahan teman papa?" Ajak Bela yang ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Agam.
"Kamu akan hadir?" Agam bertanya sebab dirinya pun akan menghadiri pesta tersebut.
"Iya aku harus menuruti semua keinginan papa."
__ADS_1
"Ayo. kita pilih gaun yang cocok untuk kamu!" Ajak Agam yang menggengam tangan Bela.
Selesai Makan Agam mengantar Bela menuju butik, namun kali ini bukan butik langganan Bela yang mereka kunjungi, melainkan menuju tempat kenalan Agam. Karena Agam mempunyai teman yang seorang desainer.
"Silahkan masuk...."
"Hai Gam, sudah lama kita tidak bertemu, Kamu semakin tampan saja." Teriak sang desainer, yang merupakan teman Agam, dia adalah Madam Yi.
"Kamu bisa aja. Aku kesini ingin memilih gaun yang cocok untu wanita yang sangat spesial." Ucap Agam mengarahkan sorot matanya ke arah Bela.
"Apakah Dia....?" Tanya Madam Yi yang mempunyai nama asli Ali.
"Hallo..." Sapa Bela ramah.
" Wah... Gam istri kamu masih muda dan sangat cantik.
Bela hanya tersenyum tanpa mengoreksi kalimat yang di ucapkan Madam Yi. Begitupun Agam.
"Baikalh, Bawakan gaun terbaru untuk wanita yang sangat spesial ini" Teriak madam Yi kepada para pekerjanya.
Suadah tersedia beberapa gaun yang cocok dengan Bela. Bela mencoba satu persatu dan pilihanya tepat pada satu gaun. dan itu juga gaun yang sama yang di pilihkan Agam untuknya. Gaun dengan warna ungu muda. Sangat cocok di gunakan Bela yang berkulit putih.
Gaunnya kali ini Agam yang membelikannya. Dia juga membelikan Bela sepasang sepatu serasi dengan gaunnya.
...※※※※...
"Kamu habis jalan dengan Bela?" Ucap Reyna saat Agam masuk kedalam rumahnya.
"Sekarang kamu berani ya jalan di depan umum. kamu tahu, teman-temanku melihat kamu mas. Aku kira hubungan kalian sudah berakhir, ternyata kamu tidak mendengarkan semua peringatanku selama ini. Aku kan beritahu kan semua kelakuan kamu kepada mama dan papa!" Teriak Reyna mengancam.
"Silahkan. aku sudah muak dengan semuanya. kamu selalu marah dan juga selalu memikirkan diri kami sendiri. Aku juga lelaki biasa Rey. aku juga butuh di layani layaknya seorang suami. Tapi apa yang kamu lakukan selama ini. tidak pernah sekalipun kamu berprilaku sebagai seorang istri." Agam yang biasanya tidak pernah membalas ucapan Reyna, akhirnya dia mengeluarkan semua emosinya.
"Jadi menurut kamu Bela adalah orang yang tepat menggantikanku. Apa yang telah dia berikan kepadamu mas. apa dia begitu hebat melayani kamu mas, sehingga kamu tergila-gila kepada seorang gadis yang masih sangat muda dan bahkan perbedaan usia kalian sangat jauh. MEMALUKAN."
"Terserah kamu menganggapnya bagaiman, yang jelas Bela selalu mengerti diriku." Agam pergi meninggalakn Reyna menuju ruang kerjanya. Setelah seharian dia merasa bahagai bersama Bela, moodnya di rusak Reyna saat pulang ke rumah.
"Mas, jangan pergi. kebiasaan kamu, selalu pergi saat aku belum selesai dengan ucapanku." Teriak Reyna yang kesal melihat Agam lagi-lagi meninggalkan dirinya.
"Sial. awas saja Agam, aku akan memberitahukan semuanya kepada mama dan papa. Dan aku juga akan memberitahukan kepada David, tentu saja itu akan merusak persahabatan kalian. Tunggu saja." Reyna mengepalkan tangannya menyalurkan kemarahan kepada Agam.
Reyna sudah sangat yakin dengan keputusannya dia akan mengungkapkan semuanya kepada orang tua Agam dan juga David.
__ADS_1