
Agam dan Bela sedang menyiapkan kepindahan mereka, setelah urusan kantor ditangani Agam bersama Jery, hanya tersisa nasib dua apartemen mereka yang merekapun bingung akan diapakan.
"Aku tidak mungkin menjual apartmen ini, karena ini pemberian Rangga. Bagaimna kalau kita jadikan sebagai tempat singgah kita?" Usul Bela.
Agam sangat mengerti, Bela tidak mungkin menjual apartmen pemberian Rangga.
"Baiklah, dengan syarat kita renovasi ulang." ucap Agam setuju.
"Sorry aku belum sempat menurunkan itu semua."
Bela baru sadar bahwa selama ini fhoto dirinya bersama Rangga masih terpajang di dinding apartemennya dan Agam tidak mempermasalahkan itu semua.
"Aku tahu kok, dan apartmenku akan aku berikan untuk Jery setelah dia menikah dengan Julie." Usul Agam kemudian.
"Sebagai hadiah pernikahan?" Tanya Bela, karena Bela sudha mendengar bahwa julie akan segera menikah.
"Iya, dan juga mereka berdua sudah sangat membantuku selama ini!" Agam berpikir sudah sepantasnya dia memberi sesuatu untuk Jery karena sudah membantunya selama ini.
"Sekarang waktunya kita membahas rencana kita kedepannya!" Ucap Bela setelah selesai denagn masalah apartemen.
"Kamu ingin pernikahan seperti apa?" Tanya Agam, dia harus menanykan keinginan Bela untuk pernikahan impiannya.
"Karena aku sudah menjalani proses pernikahan sebanyak dua kali, jadi untuk kali ini aku ingin intimate, hanya ada kedua keluarga saja. Kita bisa melakukan itu di belakang rumahku.!" Ucap Bela yang membuat Agam terkejut, karena Agam sudah memikirkan pernikahan mewah yang pasti di inginkan Bela. Namun ternyata dia salah.
"Bel, ini pernikahan loh, apalagi ini pernikahan pertama kamu. Apa kamu serius ingin seperti yang kamu sebutkan tadi?" Tanya Agam memastikan lagi.
"Iya sayang, aku serius. Aku tidak ingin mengulang proses itu lagi."
"Tapi sayang, aku ingin merasakan memilih gedung, memilih baju pengantin dan lain sebagainya bersama kamu." Agam sangat ingin melalui banyak hal menjelang pernikahan seperti pasangan pengantin pada umumnya, karena saat pernikahaannya dulu, agam sangat cuek dan bersikap acuh, bahkan dia tidak ikut andil di dalamnya.
"Kita bisa memilih baju pengantin bersama, dan juga prewed."
__ADS_1
"Baiklah kita lakukan seperti yang kamu mau, aku tidak ingin kamu merasa terbebani."
"Maaf gam, sungguh itu sama sekali bukan beban. hanya saja aku ingin cepat meresmikan hubungan ini. Kita bisa melakukan pesta setelahnya."
"Iya sayang, aku ngerti. Dan maafkan aku yang tidak memahami kamu!" Ucap Agam memeluk membawa Bela kedalam pelukannya.
...※※※※...
Setelah pembicaran mengenai pernikahan selesai, Agam dan Bela bersiap untuk kepulangan mereka ke indonesia. Bela akan pulang kembali ke rumah David dan Agam kerumah orang tuanya, karena rumahnya sedang dalam proses penjualan.
Agam menjual rumah pertamanya atas keinginan Bela. karena menurut Bela sudah banyak kenangan bersama Reyna dan Arka di rumah itu, dan juga kenangan menyakitkan Bela bersama Agam.
Harun sebagai orang tua Agam, memenuhi janjinya untuk melamarkan anak David untuk menikah dengan anaknya. Harun dengan membawa istri dan juga anaknya mendatangi rumah David. mereka akan melamar Bela secara resmi sesuai dengan apa yang di inginkan David.
Disana merekapun langung mengajukan tanggal pernikahan. Rupanya kedua belah pihak tidak ingin menunda untuk pernikahan anak-anak mereka. Selain Agam dan Bela sudah sangat dekat, mereka pun ingin segera memiliki keturunan dari Agam, dan merekapun menyadari usia Agam yang sudah tidak muda lagi. Namun melihat kondisi dan usia Bela yang masih muda membuat mereka yakin akan segera mendaptkan keturunan dari anaknya.
...※※※※...
Bela sudah memilih lima dari puluhan koleksi yang di perlihatkan butik tersebut.
"Sayang, kamu harus fokus menilai gaun yang aku pakai nanti." Ucap Bela sebelum masuk ke dalam untuk mencoba beberapa gaun.
"Aku tahu, dan aku sudah tidak sabar!" Jawab Agam gemas. ini kali pertama Agam datang ke butik dan menunggu calon istrinya keluar dengan menggunakan gaun pernikahan untuk pertama kalinya.
Belapun masuk untuk mencoba gaun yang telah di pilihnya.
Sementara Agam menunggu dengan jantung yang berdebaran. matanya tidak berkedip menatap kain putih di depannya, menunggu kain putih itu terbuka.
Dan saat kain itu terbuka, terlihatlah Bela yang berbalut gaun pengantin yang sangat indah. Agam tersenyum dan matanya berbinar melihat Bela di depannya.
"Bagaimana sayang?" Tanya Bela berdiri di depan Agam dan juga memandangi dirinya sendiri di cermin.
__ADS_1
"Cantik!" Ucap Agam terkagum-kagum.
Bela kembali masuk dan Berganti gaun yang lainnya, sampai semua gaun sudah di cobanya dan dari semua itu, reaksi Agam tidak berbeda, Agam menujukan reaksi yang sama. dan itu membuat Bela menggelengkan kepalanya.
"Jadi gaun mana yang menurut kamu cocok aku gunakan?" Tanya Bela, dia ingin Agam menentukannya, karena penting baginya untuk Agam menentukan pilihanya.
"Semuanya terlihat cantik kamu gunakan." Puji Agam, dia bingung memilih karena semuanya sangat terlihat cocok di badan Bela.
"Kita harus pilih satu, gak mungkinkan aku pakai semuanya!" Bela memaksa Agam untuk memilih.
"Hhmmm... sepertinya gaun yang ke dua, aku suka ketika kamu memakai gaun itu." Ucap Agam setelah mengingat kembali kelima gaun yang tadi Bela pakai.
"Ya sepertinya kita memilih gaun yang sama, akupun suka gaun itu." Ucap Bela kemudian.
...※※※※...
Sesuai pernikahan yang Bela inginkan, keluarga Agam hanya akan mendatangkan satu orang saudaranya saja sebagai saksi pernikahan mereka nanti, sama halnya dengan pihak Bela yang mendatangkan satu orang untuk saksi pernikahan. Dan juga Agam dan Bela mengundang Maya beserta Adit dan juga Jery beserta julie, yang merupakan sahabat keduanya.
Akhirnya hari yang di tunggupun tiba.Hari yang cerah untuk sepasang insan yang akan menjadikan hari itu hari yang sangat berarti, hari pernikahan yang sudah lama di tunggunya.
Semua orang sibuk dengan persiapan masing-masing, menyiapkan diri untuk terlihat cantik di hari sepesial ini. Agam yang berusaha terlihat menawan dengan balutan tuxedonya. Bela yang berusaha terlihat cantik dengan gaun yang terbalut indah di tubuhnya. mereka berdua ingin terlihat mengagumkan di mata pasangannya masing-masing.
Acara sudah di mulai.Dengan perasaan gugup Agam menunggu kedatangan calon istrinya untuk menemani dirinya duduk di kursi sebelahnya.
Agam menatap kearah dimana datangnya Bela yang di dampingi maya dan julie, melangkah dengan anggun mendekati dirinya. tatakala senyumnya sudah menghiasi wajah tampannya. matanya tak berkedip, mengagumi sosok ciptaan tuhan yang sedang berjalan perlahan, dengan pandangan sesekali di tundukan, senyunya terlihat malu-malu. sama halnya Agam Belapun meraskan kegugupan yang serupa.
Pernikahan yamg semula hanya berakhir dengan rencana, kini Bela berada di pernikahan yang sesungguhnya, bersama pria yang selalu dicintainya.
Janji suci itu pun terucap dari mulut Agam, janji untuk hidup bersama selamanya. menyatukan cinta mereka diatas ikatan yang suci. Saling mengikat diri untuk terus menjaga pernikahan samapi hanya maut yang bisa melepas ikatan itu.
......TAMAT......
__ADS_1