Mencintai Sahabat Papa

Mencintai Sahabat Papa
Rahasia Kelahiran Agam


__ADS_3

Flashback


Harun melakukan kesalah yang membuat rumah tangganya di ambang perceraian. Dia terlibat cinta satu malam dengan seorang wanita yang berujung dengan kelahiran seorang anak. Rasa hampa karena sudah bertahun-tahun menikah dan belum memiliki anak serta rasa iri kepada teman-temannya yang sudah memiliki anak menjadi penyebabnya.


Harun beserta istrinya sudah berkali-kali mendatangi dokter yang berbeda, untuk mencari penyebab mengapa dirinya belum juga di karuniai buah hati, namun semua dokter mengatakan bahwa dia dan istri dalam keadan sehat, hanya masalah waktu saja, dan menyarankan Agar harun lebih bersabar lagi.


Setan apa yang merasuki jiwa Harun, sehingga dia mendatangi mantan kekasihnya dan melakukan hubungan satu malam dengan wanita yang belum sepenuhnya harun lupakan. lebih tepatnya ingin membuktikan apakah benar-benar dirinya tidak bisa memiliki anak. Setelah menyadari apa yang telah di lakukannya adalah salah, harun pergi meninggalkan mantan kekasinya lagi, dia kembali kepada istrinya seolah tidak ada yang terjadi.


Sembilan bulan kemudian ada seorang wanita mendatangi rumahnya dengan menggendong seorang bayi, dia mengatakan bahwa Harun adalah ayah dari bayi yang saat ini digendongnya. dan wanita itupun menyerahkan sepucuk surat.


Ternyata setelah malam itu mantan kekasihnya hamil, dia sengaja tidak menghubungi harun karena dia tidak ingin merusak rumah tangga harun dan akan siap mengasuh sang anak seorang diri. Namun saat kehamilannya genap empat bulan, dokter menemukan bahwa dirinya menderita suatu penyakit dan menganjurkan menggugurkan kandungannya, karena akan membahayakan dirinya. Namun mengingat harun menginginkan seorang anak dia memutuskan untuk bertahan meskipun nyawa taruhannya.


"Jika kamu membaca surat ini, aku pasti sudah tiada, aku titip Agam, jaga dia, sayangi dia, berikan kasih sayang utuh untuknya, dan sampaikan kepadanya bahwa aku sangat mencintainya."


Setelah tuganya selesai, wanita itu kemudian pergi dan meninggalakan Agam di pangkuan harun.


Harun bingung bagaimana cara menjelaskan kepada istrinya tentang asal usul bayi malang ini.


"Siapa yang datang mas?" Tanya istrinya, namun harun hanya diam saja, sambil menggendong anaknya, diapun berbalik menghadap istrinya.


"Bayi siapa itu?" Tanyanya terkejut yang mendapati harun memeluk seorang bayi.


Harun meletakan bayinya di atas kursi dan kemudian memeluk iatrinya seraya meminta maaf,


"Mas, katakan apa yang terjadi?" Tanya istrinya semakin bingung.


"Maafkan aku, bisakah kita mengrus bayi ini. Tuhan sedang berbaik hati." Ucapnya yang membuat istrinya berpikiran negatif tentang harun.


"Siapa wanita itu?" Desak istrinya, sambil berharap apa yang saat ini dia pikirkan adalah salah.

__ADS_1


Harun mulai menceritakan tentang kejadian malam itu bersama mantan kekasihnya, yang menyebabkan bayi tak bersalah ini datang di kehidupan hampanya.


Istrinya sangat marah, bahkan dia sampai pingsan karena tak dapat mengendalikan emosi di hatinya. Pengkhianatan suaminya yang membuat dirinya syok sehingga dia tidak dapat berbicra selama satu bulan.


Selam satu bulan itu ia melihat harun yang kesusahan mengurus bayi, diapun turun tangan membantu, meskipun dengan ekspreai datar dia menggendong Agam dan memberikannya susu, bahkan ia pernah begadang karena Agam mengalami demam, meskipun dia melakuka itu tanpa senyuaman di bibirnya. Harun bersyukur dan berharap istrinya bisa menerima Agam.


Harun sedang duduk di ruang kerjannya, tiba-tiba istrinya datang dan mengatakn bahwa dia membatlakan perceraiannya dan mencoba menerima harun kembali, belajar memaafkan harun.


"Aku akan mengurus Agam selayaknya seorang ibu, dan aku akan kembali menjadi seorang istri dengan memaafkan kamu. Namun, jika suatu hari nanti aku mengungkit kejadian ini, bukan berarti aku belum memaafkan kamu, tapi karena luka di hatiku belum sembuh."


"Aku akan berterimakasih seumur hidupku karena sudah mau menrima Agam, dan aku akan selalu memohon maaf setiap kamu mengungkit hal ini. itu janjiku!"


Dari hari itu harun selalu setuju dengan apapun yang istrinya katakan, bahkan dia tidak berani menentang keinginan istrinya. Melihat sang istri selalu mengurus Agam dengan tulus, meskipun jarang mengajak Agam berbicara namun harun yakin bahwa istrinya sangat mencintai Agam.


Perjodohan Agam dan Reyna juga merupkan ide istrinya, selain ibunya reyna dan istrinya bersahabat, harun juga berhutang budi kepada papanya reyna yang membantunya di saat masa-masa terpuruknya.


Agampun sudah mengetahi bahwa mamanya bukan ibu kandungnya, Agam mengetahui itu sejak di bangku SMA, Rupanya dia meragukan mamanya sejak kecil, dari tatapan dingin mamanya, juga caranya berkomunikasi, seakan mamanya enggan berbicara banyak hal kepada Agam, berbeda dengan ibu-ibu yang lainnya.


Flahback end.


...※※※※...


"Sebenarnya, aku mempunyai satu rahasia lagi!" Ultimatum Bela rupanya membuat Agam gentar, diapun memutuskan untuk mengungkapkan jati dirinya.


"Apa itu?"


"Sebenarnya, mamaku bukan ibu kandungku, menurut papa, ia sudah meninggal saat melahirkanku!"


"Maafkan aku Gam, aku tidak tahu kamu menyimpan rahasia sedih itu!" Bela memeluk Agam, menyembunyikan airmatanya yang menetes.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja kok, kenapa kamu menangis?" Tanya Agam yang mendaptkan bahunya basah.


"Aku ingat mama gam, kisah kita hampir sama!"


"Memang kita ini berjodoh sayang!" Celoteh Agam melupakan segala kesedihanya.


"Ya, sepertinya Begitu!" Ucap Bela pergi ketempat tidur.


Namun sekuat apapun dia memejamkan matanya Bela tak kunjung tertidur, justru fikirannya sibuk memikirkan kekhawatiran yang belum tentu terjadi.


Setelah melihat reaksi orang tua Agam, Bela berpikir ulang untuk menemui David, meskipun Agam sudah siap bertemu dengan David. Bela tidak bisa menbak-nebak reaksi papanya nanti. Melihat anaknya datang dengan seorang lelaki, mungkin, jika bukan Agam dirinya tidak terlalu khawatir, tapi yang akan menemui papanya adalah Agam, sahabat yang kini hubungannya sedang renggang.


Belapun bangun meninggalkan tempat tidur untuk menghampiri Agam yang masih sibuk dengan laptopnya.


Bela duduk memperhatikan Agam yang masih fokus dengan layar laptop didepannya.


"Kenapa? bukankah tadi kamu ngatuk?" Tanya Agam yang meyadari Bela tengah memoerhatikannya.


"Gam, bagaimana kalau aku saja yang menemui papa, aku akan mengatakan terlebih dahulu, nanti setelah itu kita atur pertemuan kamu dan papa!" Usul Bela.


"Tidak Bela, aku khawatir jika kamu goyah dan lebih mengikuti kemauan David."


Bukan Agam tidak percaya dengan Bela justru Agam sangat tahu Bela, dia gadis penurut dan sangat menyangai papanya.


Agampun menyudahi pekerjaannya, dia menutup laptopnya dan beralih memandang kekasihnya.


"Tidak Bel, akan lebih baik kita pergi bersama!" Tolak Agam atas saran yang Bela berikan.


"Bagaimana jika papa menolak, dan seperti dulu lagi?" Bela mengusap wajah Agam, wajah yang pernah dibuat lebam oleh papanya.

__ADS_1


"Aku akan meyakinkan papa kamu, bahwa aku sangat mencintai kamu!"


Agam merasakan kegundahan hati Bela, setelah mendaptakan penolakan dari orang tuanya, pasti Bela merasa ketakutan untuk menghadapi David. dia takut david menolak memberikan restu sama seperti orang tuanya.


__ADS_2