MENGEJAR CINTA LYVIA

MENGEJAR CINTA LYVIA
Bab. 13. Maya


__ADS_3

 


Sore itu sesampainya di rumah, Lyvia langsung membersihkan diri dan tidur lebih awal. Belum banyak yang dia ceritakan kepada ibunya. Karena moodnya kali ini sedang kurang bagus.


 


Sepanjang perjalanan Adrian dan Lyvia lebih banyak diam. Lyvia tidak berani menegur, kelihatannya memang sedang ada yang ia pikirkan


Sedangkan Adrian langsung pamit setelah mengantarkan kembali Lyvia kepada Ibunya.


Perasaan seorang ibu tidak bisa dibohongi. Beliau merasakan sesuatu pasti sedang terjadi. Tapi untuk saat ini ibu masih tetap diam, biarlah itu menjadi urusan anak muda.


 


"Bu ..Kak Via mana...?" tanya Kania yang mendengar suara kakaknya dari kamar.


"Ada dikamarnya.... biarkan saja, mungkin Kakakmu lelah..." jawab Ibu.


 


Namun sampai waktunya makan malam, Lyvia belum juga keluar dari kamarnya.


"Nia coba bangunkan Kak Via ya Bu...?" pinta Kania.


"Biar ibu saja yang bangunkan..."


Kania merasa ada yang kurang beres dengan sikap Kakaknya. Ibu membuka pintu kamar Lyvia. Dia masih terlelap dalam tidurnya.


 


"Via...makan dulu Nak..." dielusnya kepala putrinya, namun Lyvia tidak merubah posisinya.


"Via masih kenyang Bu...Via ngantuk"


 


Ditinggalkannya Lyvia yang masih meringkuk di tempat tidurnya.


***


Menjelang pagi, Lyvia bersiap untuk beraktivitas seperti biasa. Baginya selama ini hanya pekerjaan yang bisa membuatnya nyaman tanpa masalah.


 


"Ibu... Lyvia berangkat dulu ya...?"


"Via...gak sarapan dulu Nak...?"


"Nanti aja Bu...Via cuma mau absen sebentar..."


 


Ibu mendekati Lyvia yang berjalan menuju garasi. Dilihatnya putri sulungnya ini kurang begitu bersemangat


"Via...kamu gakpapa Nak...?" tanya Ibu khawatir.


 


"Gakpapa Bu...Via cuma kurang enak badan aja..." merasa takut ibunya khawatir, Via berbalik dan mencium pipi Ibunya.


"Assalamu'alaikum...." pamit Lyvia dan segera melajukan mobilnya.


 


Sampai di dealer, Lyvia memberikan oleh-oleh yang dia beli kemaren di sarangan untuk semua rekan kerjanya.

__ADS_1


Dia yang tadinya hanya ingin absen, harus tetap tinggal untuk melakukan audit dari semua divisi. Dari mulai penjualan, service, sampai administrasi keuangan.


Disinilah kebahagiaan bagi Lyvia sesungguhnya. Lyvia bisa bercanda dan tertawa dengan rekan-rekan kerjanya. Semua gundah tentang Adrian sedikit terlupakan.


Hingga jam kerja berakhir, belum terdengar Handphonenya bunyi. Baik dari konsumen ataupun dari Adrian.


Ingin rasanya dia hubungi terlebih dahulu, tapi dia takut mengganggu. Akhirnya dia putuskan untuk mampir sebentar kerumah Adrian, sebelum dia pulang kerumah.


Kebetulan tadi ada konsumen yang memberinya beberapa tandan buah pisang dan ubi jalar, jadi bisa Via bawa sebagai buah tangan untuk Mama Adrian.


 


"Assalamu'alaikum...."


"Wa'alaikumsalam... masuk Nak...Via sendirian...?" tanya Mama.


"Iya Ma...Via baru pulang kerja, mampir... kebetulan tadi Via dapat buah tangan dari konsumen." jawabku, sambil kutunjukkan oleh-oleh yang aku bawa.


"Waahhh....kok repot-repot, melihat mu datang saja, Mama sudah senang, sering-sering kesini ya nak...?"


"Iya Ma, ehhmmm...Mas Adrian belum pulang Ma..?" tanyaku sedikit ragu.


"Loo....Adrian kan ke luar kota, tadi pagi-pagi dia berangkat. Katanya ada urusan mendadak..." jawab Mama.


"Dia tidak bilang padamu...?" tanya Mama, ketika melihatku terdiam.


"E...enggak Ma, mungkin mas Adrian masih sibuk, jadi belum sempat kasih kabar..." jawabku sekenanya saja.


"Oya Ma....sudah hampir Magrib, Via pamit dulu ya Ma...?"


"Iya Nak.... hati-hati dijalan ya... terimakasih oleh-olehnya, salam buat keluarga..."


"Sama-sama Ma...Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam...."


 


Sesibuk apakah dia.... sampai-sampai dia tidak sempat menghubungiku...?


Apa sebenarnya yang terjadi...?


Pertanyaan itu berputar-putar di hati & fikiran Lyvia. Tapi ia tetap berfikir positif dan memang itulah bagian dari tugasnya.


***


*Sementara itu di tempat lain


 


Adrian memasuki sebuah cafe di kota XX. Kelihatannya dia sedang menunggu seseorang. Dia mengambil Handphonenya dari saku. Bermaksud untuk menghubungi kekasih hatinya sambil menunggu orang yang akan dia temui hari ini.


 


Pagi tadi Adrian berangkat dari rumah menuju kota XX karena ada urusan yang harus dia selesaikan. Tapi belum sampai dia tekan tombol 'Panggil', seseorang telah datang menyapanya.


 


"Mas Adrian....mas ada disini juga...?" suara itu mengagetkan Adrian, dia berdiri dari tempat duduknya..


"Maya...? sapa Adrian sedikit terkejut.


 


°Damayanti (biasa dipanggil Maya)

__ADS_1


Dia adalah teman dekat Adrian ketika masih bertugas di kota XX, mereka sempat menjalin hubungan selama hampir 2 tahun. Dan harus berpisah ketika mendapatinya sedang berduaan dengan rekan kerja Adrian ketika ditinggal dinas luar kota.


 


Itulah salah satu alasan kenapa ia minta pindah tugas ke kota kelahirannya. Selain karena ingin menemani mamanya, mengabdikan diri di kampung halaman, juga menghindar dari perempuan ini.


"Aku....aku ada janji sama teman mas, mas apa kabar...?" jawabnya gugup sekaligus senang karena bertemu Adrian kembali.


"Baik...." jawabnya singkat


"Boleh aku duduk disini mas...?"


"Oh... silahkan, biar aku cari tempat lain...aku ada janji sama orang." jawab Adrian sambil berdiri untuk berpindah tempat.


 


Belum sempat dia berjalan, tangannya ditarik oleh Maya.


"Mas...boleh aku bicara sebentar...?" pinta Maya sedikit memelas.


"Apa masih ada yang perlu kita bicarakan...?" jawab Adrian yang masih berdiri dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman gadis itu.


 


"Mas...aku tidak mau kamu pergi dariku begitu saja..." katanya mengawali pembicaraan.


"Apa kamu tidak ingat masa-masa indah kita, aku ingin mengulang nya kembali." lanjutnya lagi.


"Maya...diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi aku mohon jangan ganggu aku, karena sebentar lagi aku menikah." jawaban adrian sontak membuatnya shock.


"Tidak mungkin mas....mas hanya menggertakku kan...? Aku tau mas belum bisa move on dariku..." Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Adrian.


"Mas tau betapa aku tersiksa, semenjak kepergian mas...aku berusaha mencari keberadaan mas...dan sebelum aku berangkat ke kota kelahiran mas, Tuhan sudah mempertemukan kita disini..." rengeknya, berharap masih ada kesempatan kedua.


 


Ardian hanya diam, tidak terfikirkan olehnya peristiwa ini. Melihat mantan kekasihnya diam, Maya berfikir kalau Adrian benar-benar masih mencintainya.


 


"Mas....maafkan aku dan biarkan aku mencoba memperbaiki kesalahan itu." rengeknya memohon.


 


Lagi-lagi belum sempat Dia menjawab permintaan Maya, tapi orang yang dia tunggu sudah datang.


 


"Adrian....?" panggilnya


"Hai....apa kabar...?" sapa Adrian dan mendekati sumber suara.


 


Ditinggalkannya perempuan itu sendiri di tempatnya. Adrian kelihatan serius berunding dengan temannya. Ada akad jual-beli yang harus mereka selesaikan.


Merasa tidak diperhatikan, Maya pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu orang yang dia katakan tadi.


Adrian sempat memperhatikan, tapi tetap dibiarkannya perempuan itu pergi.


Malamnya Adrian langsung kembali kerumah, setelah menyelesaikan urusannya.


Sesampainya di rumah, dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Tanpa mengganti pakaiannya, karena rasa kantuk dan capek yang teramat sangat. Sampai-sampai dia lupa kalau belum sempat menghubungi Lyvia seharian.


~ ----------------------------------

__ADS_1


~ ----------------------------------


~ ----------------------------------


__ADS_2