MENGEJAR CINTA LYVIA

MENGEJAR CINTA LYVIA
Bab. 45. Penghargaan untuk Lyvia


__ADS_3

 


"Sayang....kok belum tidur...?" tanya Adrian yang mendapati istrinya masih memainkan handphonenya.


"Aku menunggu Mas pulang, kok malem banget pulangnya..?" jawab Lyvia yang menyambut kedatangan suaminya.


"Iya....Mas selesaikan tugas Mas hari ini, bukannya besok Mas harus izin buat antar kamu ke kantor pusat." katanya sembari mencium kening istrinya.


"Oh iya...memang undangannya jam berapa Mas...?"


"Jam 09.00, pagi sayang...kita harus berangkat habis subuh, biar sampai sana kamu masih ada waktu untuk bersiap-siap." jawab Adrian dari dalam kamar mandi.


"Iya Mas....kalau begitu, aku paking baju dulu ya..."


"Iya...bawa baju ganti sayang, buat jaga-jaga kalau kita harus menginap... karena di undangan ada acara 'Gala Dinner' pukul 08.00 malam..." katanya kemudian.


"Iya Mas....."


 


Lyvia mengambil satu travel bag yang ada di atas almari. Dia siapkan satu stel gaun dengan setelan blazer yang terlihat casual untuk acara formal dan setelan jas warna senada untuk suaminya.


Tak lupa dia siapkan apa yang dipesan suaminya untuk membawa baju ganti untuk acara gala dinner dan setelan baju tidur untuk jaga-jaga kalau harus menginap.


Selesai mandi Adrian memperhatikan istrinya yang masih sibuk dengan travel bagnya.


 


"Ayo tidur....aku tidak mau kamu kecapekan karena kurang tidur." katanya sembari menggendong tubuh mungil Lyvia.


"Eeehhhh....Mas, sebentar belum selesai..itu bagnya juga belum ditutup..." protesnya, yang belum menyelesaikan paking bajunya.


"Sudah biarkan saja...bisa dilanjutkan nanti habis subuh."


 


Adrian mengunci Lyvia di dalam dekapannya. Lyvia hanya tersenyum dan menurut apa yang dikatakan suaminya.


Lyvia selalu merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya, seperti saat ini posisi favoritnya tidur diatas dada bidang Adrian.


 


Pagi itu mereka berangkat setelah sholat subuh. Sebelumnya Lyvia pamit ke Mama, untuk menginap jika memang diperlukan. Tapi kalau cukup dengan waktu sehari maka mereka akan segera pulang.


"Hati-hati ya Nak....jaga kandungannya..." kata Mama sambil mencium kening Lyvia.


"Iya Ma...kami berangkat dulu, assalamu'alaikum...." pamitnya.


"Wa'alaikumsalam...."


 


***


 


Perjalanan dari kota kami menuju kota B memakan waktu kurang lebih 3 jam. Mereka mampir ke sebuah rest area untuk istirahat sebentar, sarapan dan berganti pakaian.


"Sudah jam 8.30 Mas..." katanya sedikit cemas, malu kalau datang terlambat.


"Gakpapa... tinggal dekat kok..." jawab Adrian menenangkan.


 


Kedatangan Lyvia disambut dengan hangat oleh para team yang ada di kantor pusat. Acara hari ini bukan hanya ditujukan kepadanya, tapi untuk semua kepala cabang yang berprestasi.


 


"Selamat datang Ibu Lyvia... silahkan registrasi undangan terlebih dahulu..." sapa penerima tamu.

__ADS_1


"Terimakasih...." ucapku sambil mengisi data tamu.


 


Kami memasuki aula dan mencari kursi undangan yang masih kosong. Penataan ruang yang sangat bagus, Kursi undangan ditata cantik 1 meja bulat dengan 5 kursi.


 


"Lyvia.....!" sapa seseorang yang mengenaliku.


"Mbak Rifkah...." kami sama-sama menjerit dan berpelukan melepas rindu.


 


Mbak Rifkah adalah satu-satunya kepala cabang dealer perempuan yang memegang kendali di kota C, selain Lyvia.


Mereka memang sudah akrab sejak sama-sama diangkat sebagai kepala cabang 3 tahun yang lalu, bedanya kalau Mbak Rifkah masih aktif sampai sekarang.


 


"Boleh saya bergabung disini...?" tanyanya kemudian.


"Silahkan...masih kosong." jawabku.


"Perkenalkan ini suamiku Mbak..." kata Lyvia memperkenalkan suaminya yang sejak tadi berdiri di sebelahnya.


"Adrian..." katanya sambil berjabatan tangan.


"Oya...Mas Anton dan Abel mana...?"


"Masih di belakang, Abel rewel minta jajan, nah...itu mereka..." tunjuk Rifkah sambil melambaikan tangan kepada suami dan anaknya.


"Hai.... Lyvia, apa kabar...?" sapa Anton kepadanya.


"Baik Mas....hallo Abel sayang..." panggil Lyvia yang gemas dengan pipi gembul Abel.


"Iya Mas... kenalkan suami saya..."


"Adrian...." ucapnya memperkenalkan diri.


"Anton..." balasnya


"maaf...kami tidak bisa hadir di pernikahan kalian, waktu itu Abel sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit." sambung Rifkah menjelaskan.


"Iya Mbak...gakpapa, yang penting Abel sehat ya sayang..."


 


Mereka saling memperkenalkan diri dan dalam waktu sekejap sudah sama-sama akrab.


Rentetan acara sudah dimulai, dari pembukaan, sampai sambutan-sambutan dari mereka yang berkepentingan.


-----------------------------------------------------------------------


 


*Dan inilah acara yang kita tunggu-tunggu, penerimaan penghargaan kepada kepala cabang berprestasi....


~ Lyvia Maharani Cabang S


~ Anang Priyatna Cabang D


~ Reno Prasetyo Cabang V


~ Rifkah Amanda Cabang C


~ Rudi Anggara Cabang Z


 

__ADS_1


"Kepada yang bersangkutan, kami mohon naik ke atas panggung, untuk menerima penghargaan."


"Kepada Bapak Harnawan, kami mohon untuk berkenan menyampaikan penghargaan..."


-----------------------------------------------------------------------


 


"Alhamdulillah....ayo Mbak..."


 


Lyvia dan Rifkah menuju ke atas panggung. Mereka dua srikandi yang menjadi idola dan sama-sama brespestasi.


Lyvia terharu... karena meskipun dia sudah mengundurkan diri dari perusahaan itu, tapi apa yang dia perbuat selama ini masih dihargai.


 


"Ibu Lyvia.... sebagai orang nomor satu yang berprestasi, mungkin ada yang mau disampaikan...silahkan..." kata MC mempersilahkan.


 


----------------------------------------------------------------------


Assalamu'alaikum....."


 


"Alhamdulillah....rasa syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah SWT.


Terimakasih....atas kesempatan yang diberikan kepada saya...saya atas nama pribadi mengucapkan terimakasih kepada Bapak Harnawan sebagai owner dari PT. INDO JAYA PERKASA MOTOR, Bpk/Ibu dewan komisaris dan seluruh staf yang telah membantu dan mendukung saya sampai saat ini.


Pada kesempatan ini pula saya mohon pamit, karena alasan pribadi dengan berat hati saya harus meninggalkan perusahaan ini.


Bersama ini pula saya sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama saya menerima amanah ini, ada salah kata atupun perbuatan yang saya sengaja atau yang tidak saya sengaja.


Tidak banyak yang bisa saya sampaikan, sukses selalu untuk PT. IJPM.


 


Wassalamu'alaikum....


-----------------------------------------------------------------------


Itulah inti dari sekian panjang dan lebar yang disampaikan Lyvia di panggung.


Aula sebesar ini penuh dengan suara riuh tepuk tangan yang mereka tujukan untuk Lyvia.


Sebenarnya perusahaan menyayangkan keputusannya untuk keluar dari perusahaan. Berbagai tawaran diberikan agar dia tetap bergabung, mulai dari penambahan gaji sampai fasilitas perusahaan.


Namun perusahaan tetap menghargai keputusannya. Meskipun harus rela kehilangan satu dari sekian orang hebat yang mereka punya.


Selain mendapatkan penghargaan, dia juga mendapat uang pesangon dari perusahaan dan tanda terimakasih dari kocek pribadi ownernya.


Lyvia turun dari panggung disambut ucapan selamat dan pelukan dari staf administrasi kantor pusat. Tidak jarang dari mereka yang menitikkan air mata.


Adrian bangga dengan istrinya, selain cantik dia juga pintar. Dia berdiri memberikan aplous kepada istrinya tercinta.


Lyvia berlari menghambur ke pelukan Adrian. Sikapnya selalu membuat cemburu setiap mata yang memandang.


Begitupun dengan Rifkah...yang harus berpisah dengan partner cantiknya ini.


"Jangan lupakan Mbak ya...main kerumah kalau kalian senggang..." katanya sambil memeluk Lyvia.


~ ---------------------------------------


~ ---------------------------------------


~ ---------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2