MENGEJAR CINTA LYVIA

MENGEJAR CINTA LYVIA
Bab. 82. Wedding Anniversary


__ADS_3

 


°JaTim, 15 Januari 2019


 


5 th yang lalu...pada tanggal dan bulan yang sama, Lyvia memulai membuka gerbang baru kehidupan berumah tangga.


Sejak saat itu, hanya kebahagiaan yang dia bayangkan.


Bahagia yang dulu sendiri akhirnya berdua,


Bahagia yang harus Ikhlas saat memberi dan saat menerima.


 


°Novel Adrian Maulana


 


Seorang perwira tampan yang telah meluluhkan hatinya. Membuat hidupnya berwarna.


Merasakan pahit manisnya kehidupan dunia...


merasakan indahnya cinta dan kasih sayang...


bahkan, merasakan pedihnya hati yang tersakiti...


 


°Albiansyah Putra Maulana


 


Buah cinta mereka yang tumbuh sehat dan cerdas.


Yang selalu membuatnya tersenyum disaat ingin menangis...


Yang selalu menjadi pengobat rindu disaat dia lelah...


Yang selalu menjadi alasan kenapa dia menjadi wanita tangguh ...


Yang selalu membuatnya bisa bertahan hidup sampai saat ini...


Baginya lengkap sudah kebahagiaannya saat ini. Suami sekaligus Imam yang sholeh, putra yang cerdas dan keluarga yang selalu mendukungnya dalam suka maupun duka.


Namun....


Semua itu tidak dia dapatkan dengan mudah. Berbagai rintangan telah dia hadapi. Tidak hanya perih secara fisik yang dia rasakan, tapi sakitnya hati yang terlukapun pernah dia alami.


Hingga Badai itu berlalu...


Semua karena ketulusan hatinya dan kekuatan do'a...Ya.... kekuatan do'a yang telah mengubah semuanya yang gelap menjadi terang kembali.


'Terimakasih Ya Allah...atas nikmat yang telah Engkau berikan...aku yakin ada hikmah dibalik sebuah peristiwa...' gumamnya dalam hati.


Tak terasa butiran bening mulai mengalir di pipinya. Semua orang yang dia sayangi berkumpul di sini.


Ibu... Via sayang Ibu, terimakasih telah melahirkanku ke dunia ini dan membimbingku hingga sekarang.


Mama...Lovu u Mam, terimakasih telah merelakan putranya untukku, sebagai hadiah terindah dalam kehidupanku.


Putraku Al...Bunda sangat menyayangimu, terimakasih Ya Allah... Engkau berikan kesempatan kepadaku untuk bisa melahirkannya dari rahimku.


Bibi, Pak To, Prima dan Mbak Lia....semua orang yang berjasa dalam hidupnya hadir disini. Lyvia melihatnya satu persatu.


Kania...hanya dia dan suaminya yang tidak terlihat ada disini. Seharusnya dia juga ikut merasakan apa yang aku rasakan saat ini.


 


"Lagu ini aku persembahkan untuk istriku tercinta, Lyvia..."


 


Sayup-sayup dia dengar suara merdu Suaminya yang semakin lama semakin mendekat.


🎶🎶🎶🎶🎶


Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kala insan tak berdaya


Saat dusta mampir bertahta


Kuinginkan dia yang punya setia

__ADS_1


Dan mampu menjaga kemurniannya


Saat 'ku tak ada, 'ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah....Bidadari surgaku...


Tiada yang memahami


Segala kekuranganku


Kecuali kamu, bidadariku ...


Maafkanlah aku


Dengan kebodohanku


Yang tak bisa membimbing dirimu


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah... Bidadari Surgaku...


🎶🎶🎶🎶🎶


Lagi-lagi butiran-butiran air mata itu mengalir deras tak terbendung lagi. Adrian memeluk erat istrinya. Dia hapus air mata Lyvia, dia kecup mesra kening istrinya.


 


"Sayang.... terimakasih telah hadir dalam hidupku, mengisi hari-hariku dan memberikanku seorang putra yang Sholeh..." ucapnya sembari memberikan sebuah kado yang berisi kalung berlian.


 


Suara riuh tepuk tangan mulai memenuhi aula hotel berbintang nomor satu di kota ini, yang dipilih Prima sebagai saksi kebahagiaannya kali ini.


 


"Terimakasih sayang....tetaplah jadi suami, ayah dan kekasih hatiku yang selalu ada untukku dan orang-orang yang menyayangimu...." jawab Lyvia.


"Tentu sayang....aku akan selalu ada dalam suka maupun duka...asal kau selalu bersamaku..."


"Dan aku Rela untuk menjadi yang Ke - 3...


yang pertama Tuhan-mu....


yang kedua Ibu-mu...


dan yang ketiga Istri-mu....Aku...


Asal jangan ada lagi yang ke empat diantara kita..." ucapnya lagi.


Sebuah janji suci yang tidak dapat seorangpun menggoyahkannya.


Kata-kata romantis yang keluar dari bibir keduanya membuat semua undangan merasa merinding.


 


"Aku juga punya sebuah kado untukmu..." Lyvia mengambil kotak yang dari tadi dia simpan di kursi singgasananya.


"Apa ini sayang....?"


"Buka saja..."


 


Semua yang hadir dibuat penasaran olehnya. Tepuk tangan yang tadi tak henti-hentinya mereka berikan kepada kedua pengantin lama ini, gini mulai sunyi.


Mereka alihkan perhatian ke kotak kecil di tangan Adrian.


"Positif...kamu hamil sayang....?" teriak Adrian girang.


Lyvia mengangguk, tidak ada lagi yang bisa dia katakan.

__ADS_1


"Terimakasih sayang....ini benar-benar surprise besar untukku..."


Adrian memeluk dan mengangkat tubuh istrinya.


"Horeee....Al punya adik..." teriak Al dari bibir mungilnya.


Acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Semua undangan dimanjakan dengan berbagai makanan khas dan menu yang tinggal memilih.


 


"Sayangnya Aunty tidak ada di sini ya Bun..." keluh Al yang mulai kangen dengan tantenya.


"Aunty jauh sayang... mungkin juga sedang sibuk, nanti kita video call ya...." bujuk Lyvia kepada putranya.


"Buat apa video aall....kalau orangnya sudah ada disini...?" kata seorang yang suaranya terdengar tidak asing lagi.


"Aunty ..."


"Kania..."


 


Hampir semua berteriak kaget, bahkan Ibu juga tidak mengetahui kedatangannya.


 


"Surprise..... selamat ya Kak, semoga semakin SAMAWA...."


"Terimakasih sayang.... Kakak tidak menyangka kamu akan hadir..."


"Pasti aku hadir Kak... kebahagiaan Kakak kebahagiaanku juga..."


"Selamat Kak... Mas Adrian..." kata Dani kemudian.


"Terimakasih telah menyempatkan waktu kalian, oya...sudah isi belum...?" tanya Adrian sedikit bercanda.


"Isi apaan Mas...?" komentar Lyvia.


"Itu...apa...anu..." jawabnya gugup.


"Ngomong yang bener..." candanya lagi.


"Maksud Mas...Kak Via udah mau 2 loo, Aunty Nia kapan...?"


"Insha Allah...ini Nia sudah telat 2 bulan.."


"Alhamdulillah....berati Al mau punya dua adik dong..." kata Adrian.


"Beneran Bun...?" tanya Al ingin tahu.


"Iya...satu dari perut Bunda, satu lagi adik dari Aunty..." jelas Bunda Lyvia.


"Horeee...." teriak girang Albiansyah.


 


Hari ini benar-benar membuat Lyvia sangat bahagia. Bahagia yang tidak bisa dibayar dengan apapun.


Penat dan Lelah pun tidak lagi dia rasakan.


"Sayang....apa tidak ada kado lain untukku ...?" bisik Adrian ketika mereka sudah kembali ke kamarnya.


 


"Kado apa lagi...? memang ada kado yang lebih besar dari kehadiran buah cinta kita...?" tanya Lyvia manja.


"Kado yang lain...yang membuat kita bisa melambung tinggi..." rayunya.


 


Tanpa menunggu aba-aba, Adrian menerkam Lyvia yang belum sadar arah pembicaraan Suaminya.


Sama seperti 5 tahun yang lalu, ditempat yang sama dia percayakan gerbang sucinya kepada Adrian untuk membukanya.


Dan saat-saat itu gini terulang lagi.


"Love u sayang...." tak henti-hentinya kalimat itu terucap dari bibir Adrian.


 


"Love u too Cinta..."


 


....END....


~ --------------------------------------

__ADS_1


~ --------------------------------------


~ --------------------------------------


__ADS_2