
Ceasy masuk dengan langkah yang sangat lambat, ia terus saja masih menatap Kabir dengan tatapan tidak rela. Namun, ia percaya kepada Kabir, jika Kabir pasti tidak memiliki hubungan apapun dengan Siska.
"Siska, maksut kamu apa.sih, bilang ke istri aku kalau aku pernah bilang ke kamu tentang setatusku?" Tanya Kabir.
"Dengan kamu bilang seperti itu, dia jadi salah faham dengan kita. Aku minta kamu jangan buat dia seperti ini lagi, dia baru saja infus karena menangis seharian, nggak makan juga" Sambunya.
"Kabir, kamu ini waras nggak sih? Anak kecil kamu nikahi? Aku dulu ngerti banget jika kamu dan Nisa itu kelak akan menikah, karena kalian di jodohin, aku juga mengalah akan itu. Tapi sekarang, kamu malah nikahnya dengan anak kecil itu, Nisa pasti nangis bombai menerima kenyataan ini" Kata Siska tanpa sepasi ngomongnya.
"Aku sudah menikahi Nisa, sesuai dengan perjodohan itu, aku juga yang mengantarkan Nisa keperistirahatan yang terakhirnya, bahkan dia yang memilihkan Ceasy untukku, untuk menggantikan perannya. Jadi aku mohon, hal yang lalu, jangan sampai terulang kembali." Kata Kabir.
"Kabir, aku mungkin pernah berbuat salah kepadamu dengan mengurung Nisa di gudang sekolah yang gelap, sampia dia masuk kerumah sakit, tapi semua itu aku lakukan untuk membuatmu bebas memilih pasangan Bir, dia juga kan sejak dulu penyakitan, kita tau semua itu, dan kamu bilang apa? Nisa sudah meninggal? Kenapa? Apa karena penyakitnya itu?" Tanya Siska.
"Hanya satu yang kupinta darimu. Jauhi Aku dan Istriku, Assallamualikum" Salam Kabir, ia juga langsung masuk ke apartemnnya, apartemen mereka hanya selisih 2 apartement saja.
"Tidak! Aku dulu sudah mengalah, aku harus mendapatkanmu Kabir, lihat saja nanti setelah aku cerai dengan begundal itu" Gumam Siska.
Ketika membuka pintu, Kabir melihat semua ruangan telah bersih dari sebelumnya. Ia juga melihat Ceasy yang tengah duduk santai di sofa sambil menikmati teh hangatnya.
"Assallamualaikum" Salam Kabir.
"Aku harus bersikap dewasa, agar Kak Kabir bisa jatuh cinta padaku" Batin Ceasy.
"Waalaikum sallam Kak, sini Kak, aku udah buatin Kak Kabir teh hangat" Kata Ceasy menepuk-nepuk sofa disebelahnya.
__ADS_1
Ceasy juga merapikan tempat duduknya, setelah Kabir duduk, Ceasy memberikan teh itu kepadanya. Ada sejuta pertanyaan tentang siapa Siska bagi Kabir yang sebenarnya.
"Kak" Panggil Ceasy.
"Emm"
"Siska Marwaidah itu siapanya Kakak sih? Kok dia juga tahu hubungan Kak Kabir dengan Kak Nisa?" Tanya Ceasy.
Kabir terdiam, ia bingung mau memulai cerita dari mana. Karena dahulu, Sisika telah jatuh cinta kepada Kabir, awal mereka akrab adalah, karena mereka dulu sama-sama korban bully, di ejek gendut dan di jauhi semua orang. Kabir mungkin masih bisa memiliki teman karena ia adalah saudaranya Akbar, yang memang saat itu Akbar adalah cowok populer di sekolahnya.
Lalu mereka bertemu di lapangan basket dan saling bercerita, bahkan saking seringnya, Siska menjadi jatuh cinta kepada Kabir. Lalu Nisa muncul, bagi Siska, Nisa itu sangat baik, sebelum membantu Kabir, ia juga sering membela Siska, memberi semangat, padahal waktu itu, Nisa asalah bunga sekolahan di sekolah mereka.
Perjodohan antara Nisa dan Kabir juga sangat terkenal, ketika itu mereka baru saja masuk sekolah menengah, perjodohan itu membuat banyak kaum laki-laki dan Siska sakit hati. Siska yang iri itupun selalu berbuat jahat kepada Nisa, awalnya hal wajar yang ia lakukan. Namun lama-lama, perlakuan Siska kepada Nisa semakin aneh, ia sering membuat Nisa jadi bahan godaan laki-laki di sekolah karena fitnahnya, lalu yang lebih parah mengurung Nisa sampai 2 hari, hingga Nisa pingsan tidak berdaya saat itu.
"Ihh, aku jadi takut sama Siska itu Kak" Kata Ceasy dengan nada manja.
"Sekarangkan udah sore, aku juga belum makan siang, gimana kalau kita masak aja? Kamu udah sehat kan?" Tanya Kabir.
Ceasy hanya meringis saja, ia tidak takut dengan Siska, namun yang ia takuti adalah kehilangan Kabir. Mendengar bahwa Siska juga pernah mencintai Kabir, Ceasy semakin was-was akan hal itu.
Karena Kabir ingin menebus kesalah fahaman itu, Malamnya ia mengajak Ceasy untuk jalan-jalan, karena besok Ceasy sudah sibuk dengan kuliahnya, sebelum itu, terjadi adegan-adegan romantis kecil saat mereka di kamar.
"Malam ini kamu ada acara nggak?" Tanya Kabir sambil merapikan baju yang baru saja sholat maghrib.
__ADS_1
"Emm enggak ada sih Kak, kenapa memangnya?" Tanya Ceasy.
"Jalan-jalan yuk, bosen nih dirumah. Ada Jamil yang selalu bikin pusing, aku rencana mau jodohin dia sama Yoona, Yoona nanti akan main kesini, kita tinggal aja mereka" Alasan Kabir.
"Tapi berduaan itu nggak baik bagi mereka kak" Kata Ceasy.
"Kan mereka sudah sama-sama dewasa, pasti tau mana yang baik dan buruk. Ayo, mau kan?" Ajak Kabir.
"Cium dulu" Pinta Ceasy dengan manja, bahkan kedua tangannya di letakkan di bahu Kabir.
"Ceasy jangan gini dong, aku takut kalau aku khilaf" Kata Kabir mencoba melepas tangan Ceasy.
"Sebentar aja, kan cuma cium ngggak lebih" Goda Ceasy.
Kabir masih sungkan ingin mencium Ceasy, entah mengapa jantungnya semakin berdegup kencang. Ceasy juga masih menggodanya agar mau menciumnya, berhubung Jamil sedang di kamarnya, akhirnya Kabir pun mau mencium Ceasy. Ciumannya sangat lembut, bahkan Kabir memejamkan matanya saat mencium bibir Ceasy, reflek tangan Kabir memeluk Ceasy, dan tangan kanannya memegangi pipi Ceasy. (dosa aku).
Sekitar lima menit Kabir melepaskan ciumannya, ia menjadi salah tingkah. Mendapatkan apa yang Ceasy mau, ia menjadi bahagia, Ceasy juga langsung bergegas ganti pakaiannya. Kabir masih duduk di atas ranjang, dengan tangan menyentuh dadanya, merasakan debar-debar karena dipanah asrama oleh Ceasy.
"Kak bagusan yang mana?" Tanya Ceasy.
"Astaghfirullah hal'adzim, kenapa kamu hanya pakai daleman aja, ada Jamil juga dirumah ini lho Ces" Kata Kabir langsung menutup pintunya.
"Halah, Kak Kabir kan juga pernah menggantikanku pakaian, bahkan melihat semua yang aku punya. Lagian kenapa pintunya sejak tadi nggak di tutup, coba kalau pas kita ciuman tadi Kak Jamil masuk, kan heboh dia" Kata Ceasy.
__ADS_1
"Ciuman? Ah, aku tunggu di ruang tamu ya, cepat sebelum Yoona datang" Kata Kabir gugup dan langsung keluar dari kamar.
Ceasy tertawa terpingkal-pingkal, ia menandai note nya di ponselnya, karena misi ciuman itu berhasil. Ternayata Ceasy sedang menjalankan misi, membuat Kabir jatuh cinta padannya dan berani mengungkapkan isi hatinya kepada Ceasy.