Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Permohonan Maaf


__ADS_3

Kecelakaan!! Ya, Kabir mengalami kecelakaan lalu lintas, ia membanting stir kekiri karena tidak bisa menghindari mobil yang melintas di depannya karena ia tidak memperhaikan lampu merah sebesar itu. Tabrakan itu tidaklah parah, namun Kabir mengalami benturan di kepala dan patah tulang di kakinya. Mendengar kabar tersebut, Ceasy langsung berlari menuju rumah sakit dimana Kabir di rawat.


Ceasy juga mengabari keluarga yang dirumah, ia menunggu Kabir yang saat itu belum juga sadarkan diri dari tidurnya. Untung saja ponsel Kabir sudah selesai diperbaiki, sehingga Ceasy bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Kabir semarah itu.


"Apa-apaan ini? Ini nomornya Kak Arnold? Sangat menjijikkan, aku harus hubungi Tae" Kata Ceasy.


Tanpa berfikir panjang lagi, Ceasy harus menyelesaikan kesalah fahaman itu. Karena bagaimanapun juga, apa yang Arnold katakan itu tidak benar. Setelah mendapat pesan dari Ceasy, Tae langsung bergegas kerumah sakit untuk menemui Ceasy. Disana, Tae melihat Kabir masih berbaring di tempat tidur pasien dengan tenang.


"Ceasy? Apa yang sudah terjadi dengan suamimu?" Tanya Tae.


"Ya, apalagi yang menurutmu? Ini semua ulah kakak sepupumu itu, dia mengirimkan pesan yang tidak-tidak kepada Kak KAbir, sehingga ia salah faham denganku. Dia pergi begitu saja dan tak lama setelah itu, aku mendapat kabar dia disini" Kata Ceasy sambil menangis.


"Aku bahagia menikah dengannya Tae, aku sangat bahagia, aku tak pernah mengatakan kalau aku tak bahagia. Tapi kenapa Arnold seperti itu, bahkan dia mengetahui bekas luka di pahaku, aku nggak tau kak Arnold tau dari mana tentang bekas luka itu Tae"  Sambung Ceasy masih menangis.


"Maaf" Kata Tae.


"Aku yang memberitahunya Ces, tapi aku tak bermaksud lain. Dia hanya ingin memberimu kejutan katanya, dan aku nggak tau kalau kejutannya bakal seperti ini" Kata tae menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Ceasy menghela nafas panjang, ia ingin marah, nangis dan bahkan ingin teriak. Tetapi untuk apa? Semuanya tidak berguna karena sudah terjadi.


Ceasy meminta Tae untuk menunggu Kabir sebentar, karena ia ingin melakukan visum keprawanan dulu dirumah sakit itu juga sampi nanti ada keluarganya datang. Setelah Ceasy pergi, Kabir membuka matanya, ia bertanya kepada Tae  dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kali ini Tae tidak bisa memisahkan mereka lagi, Tae sadar jika mereka ini saling mencintai, hanya masalah waktu yang akan menyatukan mereka.


"Tae" Sapa Kabir.


"Kak Kabir, kamu sudah sadar? Aku akan memanggil Ceasy kemari, pasti dia sangat bahagia sekali" Kata Tae.


"Tunggu, sebenarnya apa yang sudah terjadi antara Ceasy dan Panadol?" Tanya Kabir.


"Panadol?" Tanya Tae belum mengerti.


Ternyata Kabir tidak mendengar semua pembicaraan antara Ceasy dan Tae,Tae pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.


"Kak Kabir, tolong percayalah padaku, Ceasy sangat mecintaimu, jangankan tidur dengan Kak Arnold, disentuh dengan laki-laki lain saja Ceasy tidak mau, semua ini hanyalah rekayasa Kak Arnold kak, tolong percayalah, juga cintai Ceasy, dia sangat mencintaimu. Aku pamit dulu ya, bicarakan ini dengan Ceasy ok! Berikan cintamu untuknya, maafkan Kakak sepupuku yang sudah ikut campur di keluarga kalian, aku permisi dulu, selamat sore kak" Jelas Tae langsung pergi.


"Lagi-lagi aku hanya salah faham hufft, Astaghfirullah hala'adzim suami macam apa aku ini yang tidak percaya dengan istriku sendiri" Gumam Kabir.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Ceasy masuk ruang inap Kabir, melihat Kabir sudah duduk di kasurnya, Ceasy menghampiri dengan perasann gembira dan wajah sumringah. Ia juga mengucap syukur karena Kabir tidak terluka parah, Ceasy pun menunjukkan ponsel Kabir yang baru saja selesai ia perbaiki.


"Ini ponselmu Kak, aku sudah memperbaikinya, dan 1 jam lagi, tes visum aku keluar, nggak kayak di Jogja yang menunggu 24 jam baru keluar hasilnya hehehe cepet ya" Kata Ceasy.


"Buat apa?" Tanya Kabir dengan nada datar.


"Aku ingin ak........." Sebelum Ceasy melanjutkan penjelasannya, Kabir menarik tangannya dan memeluknya.


"Aku percaya padamu, aku lapar biakah kamu carikan aku makanan?" Kata Kabir sambil memeluk Ceasy.


Ceasy sangat bahagia mendengar bahwa Kabir mempercayainya, ia membalas pelukan Kabir dan memeluknya dengan erat sambil meneteskan air mata bahagia. Ceasy juga mengatakan bahwa ia sangat mencintai Kabir dan tidak ingin menghianatinya, bahkan ia juga meminta maaf jika sudah berciuman dengan Arnold di hadapannya, dan Kabir harus melihat mereka dengan matanya sediri.


"Aku yang seharusnya minta maaf Ceasy, aku sudah salah faham denganmu seperti itu, maafkan aku ya, aku janji, aku tidak akan pernah mendengarkan kata orang lain dulu sebelum kamu menjelaskannya. Tapi, bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku lapar" Kata Akbir.


"Maaf" Kata Caesy melepaskan pelukannya.


"Kenapa udahan sih pelukannya, seneng tau lihat kalian begini. Nih aku sama Jamilong udah bawain kalian makanan, begitu Ceasy mengabari kami, kami langsung buru-buru kesini" Kata Yoona tiba-tiba datang bersama dengan Jamiil.

__ADS_1


Suasana sore itu semakin hangat karena kehadiran Jamil dan Yoona, Kabir juga meminta orang rumah untuk tenang, karena ia baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Hanya benturan kecil dan patah tulang sedikit, namun ia membutuhkan waktu 1 bulan untuk beristirahat total.


__ADS_2