
Dua orang suruhan Sisk itu sudah berhasil dibekukan oleh beberapa orang di unit lantai dua dan pihak keamanan, karena Zoe berlari sambil berteriak dan memencet tombol untuk darurat.
Arnold, Tae dan Zoe segera membawa Ceasy yang terluka ke rumah sakit. Mendengar kabar terlukanya Ceasy, Kabir dan dua pasangan uniknya langsung kerumah sakit itu. Kepanikan Kabir terpancar di wajahnya, karena Arnold menelfon hanya mengatakan bahwa Ceasy terluka patah dan di bawa kerumah sakit.
Nyatanya, setelah sampai di rumah sakit, Kabir mendapati Ceasy yang sedang bersenda gurau bersama ketiga penyelamatnya itu. Ceasy hanya mengalami luka sayatan tipis di lenganya, dan ia baik-baik saja.
Melihat kedatangan Kabir, Arnold mengajak Tae dan Zoe untuk pulang terlebih dahulu, begitupun dengan Jamil dan Yoona, yang lngsung menuju ke restoran.
"Ceasy! Aku khawatir padamu, aku ngebut sejak mendengar kau masuk kerumah sakit, dan ternyata, kau memepermainkan emosiku?" kesal Kabir.
"Maaf." Ucap Ceasy menunduk.
Kabir langsung memeluk Ceasy, tidak bisa dibayangkan jik terjadi apa-apa dengan Ceasy. Baru saja mereka memulai kisah cinta mereka, sudah ternodai dengan kegilaan Siska di antara mereka.
"Kak Kabir khawatir banget ya? Sampai meneteskan air mata begini deh, maaf ya, aku nggak bermaksut mempermainkan perasaan Kak Kabir, tapi......" Ceasy menghapus air mata Kabir yang menetes saat itu.
__ADS_1
"Lain kali hati-hati ya, aku......" mulut Kabir susah untuk mengatakannya, karena ia bukan tipe lelaki romantis.
Tetapi, Ceasy tau dengan apa yang ingin Kabir katakan, ia pun memeluk Kabir dan terus menerus mengatakan permintaan maaf. Mendengar permintaan maaf Ceasy yang terus menerus, Kabir pun menjadi kesal, tanpa aba-aba Kabir mencium bibir Ceasy yang tipis itu.
"Kak, malam ini tahun baru, bisa aku minta hadiahku?" tanya Ceasy.
"Bisa, kita pulang dulu ya. Hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua saja." Ucap Kabir.
"Yang bener Kak?" tanya Ceasy girang.
"Aku juga ada kabar baik buat Kak Kabir." Kata Ceasy.
"Apa tuh?" tanya Kabir.
"Tanggal tiga aku sudah bisa kerja Kak, yeay akhirnya aku akan bekerja, ngumpulin uang, dan setelah itu punya anak deh!" Ceasy sangat bahagia menyampaikan kabar itu, hingga ia lupa dengn teror yng sebelum ini membuat jantungnya seperti sedang zumba.
__ADS_1
Musim dingin pada akhir Desember merupakan cuaca yang lumayan ekstrim di Korea. Orang-orang Korea jarang ada yang merayakannya di tempat terbuka. Dengan dinginnya cuaca di Korea, banyak orang yang merayakan pergantian tahun di retoran ataupun cafe.
"Bagaimana kalau nanti malam kita ke Namsan Tower, atau Sungi Han? Aku ingin kesana Kak." Rengek Ceasy.
"Di musim dingin seperti ini? Keluar? Lebih baik di rumah saja, kenapa juga harus ke Namsan Tower atau Sungai Han? Kita pernah kesana Ceasy." Kata Kabir dengan wajah acuh.
"Ya Allah Kak, kita kesana baru sekali loh, dari sungai tersebut, kita bisa melihat cahaya dari Kota Seoul, itu pasti seru. Kita kesana kan waktu itu pas siangnya Kak," keluh Ceasy.
"Gimana kalau kita melihat denting lonceng yang berada di menara Bosingak, sambil menghitung mundur hehehe," gurau Kabir.
"Nggak lucu! Apa bagusnya, udah tamat belajar sejarahnya juga, haih." Kesal Ceasy.
Bosingak sendiri adalah nama menara lonceng yang dibangun pada masa dinasti Joseon (1392-1910). Dulu lonceng dibunyikan dua kali sehari untuk mengumumkan waktu dan sinyal pembukaan dan penutupan gerbang kota.
Tapi sekarang, lonceng tersebut dibunyikan tiga kali dalam satu tahun. Yaitu pada tanggal 1 Maret (hari pergerakan kemerdekaan Korea), 15 Agustus (perayaan kemerdekaan Korea), dan pada malam tahun baru.
__ADS_1
Jik da yang salah atau kurang, bisa kakak-kakak tambahin yaa....