Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Kisah Kelam.


__ADS_3

Malam itu akhirnya datang, sudah banyak yang mereka rencanakan dan mencari tempat untuk merayakan malam tahun baru, tetapi hanya pertengkaran kecil mereka yang menyelesaikannya.


"Apa ini?" kesal Ceasy duduk di atas kasur.


"Jib-eseo hyusig," jawab Kabir santai.


"Apaan santai dirumah, ini mah nglekar di kamar Kak!" kesal Ceasy.


"Dari pada cemberut gitu, bagaimana kalau ceritakan masa kecilmu. Dan dimana tempat tinggalmu dulu? Bisakah kita kesana?" tanya Kabir.


"Masa laluku itu menyedihkan Kak, tapi nggak papa lah aku ceritakan." jawab Ceasy.


12 tahun yang lalu, setahun sebelum Ceasy bertemu dengan Aisyah dan di adopsi oleh Leah dan Ruchan, Ceasy sering berpindah-pindah tempat panti asuhan. Sebenarnya, Ayah Ceasy masih ada, itu kenapa proses Adopsi Ceasy dulu sangat sulit.

__ADS_1


Ayah Ceasy meninggalkan Ceasy, Ibu dan Kakaknya setelah Ibu Ceasy melahirkan dirinya. Ayahnya pergi dengan wanita lain, dan Ayahnya belum mampu mencukupi kebutuhan Ibu dan Kakaknya, itu di tambah lagi dengan kehadiran Ceasy di keluarga mereka.


Sebenarnya, Ceasy dari keluarga berada, karena Ayah Ceasy yang bersikeras menikahi Ibunya yang miskin, ia menjadi dikucilkan oleh keluarga besarnya.


"Tunggu! Kamu punya Kakak?" tanya Kabir.


"Aku ada Kakak perempuan, dia meninggalkanku setelah Ibuku meninggal." Jawab Ceasy.


Ceasy melihat Kakaknya menangis saat kepergian Ibu mereka, dan keluarga Ayahnya tidak mau mengambil hak asuh Ceasy dan Kakaknya. Karena tidak tahan dengan sikap Bibinya yang kejam, Kakak Ceasy, sebut saja Ae-Ri, ia kabur bersama seorang lelaki yang menurutnya sudah dewasa. Ia pergi tanpa mengajak Ceasy.


Bibinya yang kejam itu tidak ingin terbebani oleh adanya Ceasy, maka dari itu, Ceasy di masukkan di panti atau dinas sosial, dengan status gelandangan. Bahkan Ceasy sudah sering berpindah-pindah yayasan karena ia sering di bully dan jatuh sakit.


Terakhir sampai bertemu dengan Aisyah, saat dirinya mengalami sakit parah dan masuk rumah sakit di mana Aisyah bekerja saat itu.

__ADS_1


"Apa kamu tau nama Ayahmu? Atau dimana dia dan Kakakmu berada?" tanya Kabir.


"Hmm buat apa aku tau? Bahkan jika aku tiada sekalipun, mereka pasti tidak peduli padaku Kak." jawab Ceasy.


"Tidak boleh seperti itu Ceasy, bagaimana pun juga mereka adalah keluarga kandungmu. Jangan ada dendam ya, itu malah akan membuat penyakit hati saja, dan selamanya malah akan menambah dosa dalam dirimu, maafkan mereka ya?" Tutur Kabir dengan lembut.


"Tapi Kak, aku benci mereka. Aku hanya ingin mereka menyayangiku, tapi mereka malah membuangku. Saat aku sakit pun, uang tunjanganku mereka ambil, aku fikir aku akan mati saat itu," jelas Ceasy.


"Ternyata Allah mengirimkan aku seorang malaikat yang tidak bersayap selain Ibuku, Kak Ais. Tanpa ragu, dia membiayai semua tanggunganku di rumah sakit, dan itu nggak uang sedikit Kak."


"Aku sedih saat Kak Ais akan pulang, tapi ternyata dia malah mengadopsiku sebagai adik, dan aku diterima, ...... Aku diterima di keluarga kalian, aku diberi cinta kasih sayang yang tak pernah aku dapatkan sepama itu, aku diberi nama, aku diberi kehidupan, harapan, dan aku dikenalkan oleh agama,...... Aku... aku...." Ceasy menangis tersedu-sedu.


Kabir memeluknya dan menenangkannya, tidak mudah bagi Ceasy untuk bangkit saat itu. Trauma kekerasan yang di dalam hidupnya saat kecil masih terngiang-ngiang di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2