Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Pertemuan Kembali


__ADS_3

"Ceasy, aku tahu kamu belum sepenuhnya memaafkan aku. Tapi kumohon, jangan diamkan aku seperti ini, aku tidak sanggup menahan diri jika kau terus tak menganggapku ada seperti ini!" pinta Arnold.


"Cukup! Tolong hargai keputusanku Kak, menjauhlah dariku, aku juga butuh waktu untuk menghadapi ini semua," kata Ceasy meninggalkan Arnold.


"Ceas! Ceasy!" teriak Arnold, saat dirinya hendak mengejar Ceasy, Tae menahan tangannya.


"Cukup! Cukup Kak! Beri Ceasy waktu, tidak mudah baginya menghadapi ini semua. Dia masih trauma akan kecelakaan yang menimpa suaminya, kau mau apa lagi? Tak puaskah kau membuat trauma pada diri Ceasy, kumohon, berhentilah! Cukup sampai disini saja, cukup, pahamilah!" Tae sangat memohon kepada Arnold untuk tidak mengejar Ceasy lagi.


Pesawat Ceasy telah tiba pukul 11 malam, ada waktu setengah jam untuk mengantar Ceasy sampai ke apartemennya.


"Kenapa juga kita yang jemput tuh anak, heh kesel awakku Yoon!" keluh Jamil.


"Nggak usah ngeluh Mil, nikmati saja alurnya, demi kebahagiaan sahabat kita bukan?" tutur Yoona.

__ADS_1


"Aku manut lah, manut aku Yoon, aku mau tidur dulu." kata Jamil memejamkan matany.


Sampai juga Yoona dan Jamil ke Bandara, sampai disana, tentu saja Ceasy mencari-cari keberadaan Kabir. Yoona dan Jamil mengatakan bahwa Kabir sedang tidak enak badan, sesuai rencana. Ceasy menjadi sangat panik dan cemas, ia langsung menarik tangan Yoona dan segera masuk ke mobil. Dan menyuruh Yoona untuk cepat mengantarnya pulang.


Kepanikan yang muncul dalam benak Ceasy membuat Jamil menahan tawa sampai kentut sangat keras. Tamparan keras untuk Jamil dari Yoona pun tidak membuat kepanikan Ceasy mereda.


"Tanganmu lho Yoon, entengan banget sih! Sedikit-sedikit keplak, nampar. Pipiku iki empuk alus, terluka pasti sakit, dudu cor-coran!" Kesal Jamil.


"Stop! Astaghfirullah hal'adzim, kalian bisa diem nggak sih? Aku lagi cemas dan panik tingkat internasional, kalian malah bertengkar seperti bocah gini? Ingat umur, nyetir yang benar, nyetir yang fokus Kak Yoona sayang, ihhh!" Kesal Ceasy.


Jamil dan Yoona seketika menjadi diam, dan fokus dengan posisinya masing-masing. Sesampainya di lobby, tanpa memikirkan barang-barangnya, Ceasy segera naik keatas dan berlari. Siapapun orang di depannya ia tabrak, bahkan sampai tangannya terluka pun ia tidak hiraukan. Tujuannya adalah ingin cepat melihat keadaan yang sedang tidak enak badan itu.


"Heh, kau mau kemana?" tanya Yoona menarik kerah baju Jamil.

__ADS_1


"Masuk lah, apa lagi? tas Ceasy ketinggalan dimobil." Ucap Jamil.


"Mereka butuh waktu berdua, kau pulang bersamaku. Tas Ceasy taruh saja di mobil, perikasa jika ada hal penting. Takutnya bisa meledak didalam mobil." tutur Yoona.


"Yo wis lah njo, ndak usah ganggu. Biar aku simpan saja tas ini, biar besok pagi aku antar.


Ketika Ceasy masuk dengan wajah paniknya, Kabir sedang duduk di depan meja makan dengan senyum manisnya itu. Dimeja itu juga ada sebuah kue ulang tahun yang Kabir buat sendiri, spesial untuk ulang tahun Ceasy yang ke 20 tahun.


"Kak Kabir? Kak Kabir ngak papa kan? Badan mana yang tidak enak, ayo katakan!" Ceasy sangat cemas.


"Assallamu'alaikum istriku, welcome ba....."


Belum juga Kabir mengatakan apa yang ingin ia ucapkan, Ceasy langsung memeluknya dengan sangat erat. Bahkan ia menagis saat itu, Kabirpun membalas pelukan Ceasy dengan sangat mesra, lalu mencium keningnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


__ADS_2