
Hawa dingin salju membuat tak sedingin suasana hati Ceasy dingin kala itu. Kabir mengajak anak Ae Ri ke kamar dan menemaninya bermain, sementara Ceasy sedang duduk di sofa bersama dengan Ae Ri. Mereka berdua saling diam, jarak hubungan mereka juga sudah merenggang sejak waktu kecil.
Kemarah Ceasy tidak bisa Ae Ri sangkal, sikap Ceasy itu sudah sangat wajar jika ia marah kepada Ae Ri. Tetapi, Ae Ri sungguh merasa kehilangan saat Ceasy dibawa oleh orangtua angkatnya ke luar negri.
"Ceasy, aku......." air mata Ae Ri mulai menetes.
"Aku menyesal, maafkan aku, maafkan aku! Appa, Amma, adalah orang yang sangat baik, jangan benci mereka Ceasy. Keadaanlah yang membuat kita seperti ini, aku menyesal Ceasy," ucap Ae Ri.
"Tapi seharusnya, aku memang tidah harus meninggalkanmu bersama Bibi saat itu. Tapi, Bibi mengancamku, jika aku tidak pergi, kau akan disiksa. Laki-laki yang bersamaku, dia adalah teman Bibi, tubuhku di lecehkan olehnya, dijadikan budak selama 3 tahun," sambungnya.
__ADS_1
"Setelah itu aku bisa kabur, aku mencarimu ke rumah kita dulu, sampai ke semua yayasan di Kota besar ini. Lalu, mendengar kau masuk rumah sakit, aku juga kesana. Tetapi, aku mendengar dari seorang Dokter perempuan dengan rekannya, jika kau tersiksa, kau tak bahagia. Mendengar perkataannya jika dia ingin mengadopsimu sebagai adiknya, aku mundur dan berlari jauh Ceasy, aku ingin kamu bahagia, maafkan aku, seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian, maafkan aku......." Ae Ri tiba-tiba bersimpuh di hadapan Ceasy.
Melihat seorang kakak bersimpuh dihadapannya, ia mengingat Aisyah yang sedang di posisi Ae Ri. Ceasy langsung meminta Ae Ri berdiri dan memeluknya, entah mengapa, saat melihat dan mendengar penjelasan Ae Ri, kebenciannya kepada Kakaknya semakin berkurang.
"Kakak," sebut Ceasy membantu Ae Ri bangun.
"Kakak, aku sudah memafkanmu,"
Suasana nya sudah menjadi hangat ditumah itu, Ceasy dan Ae Ri sampai memasak bersama, banyak yang mereka bicarakan, termasuk keyakinan yang Ceasy jalani sekarang. Sedangkan Kabir, ia sedang tidur sore bersama dengan anak Ae Ri, mereka cepat akrab, dan bahkan sudah seperti ayah dan anak saja.
__ADS_1
"Ceasy, ini yang dinamakan hijab kan? Aku pernah lihat seseorang memakai seperti ini di daerah Itaewon," tanya Ae Ri.
"Iya Kak, orang tua angatku adalah seorang muslim, mereka tidak memaksaku, aku sendiri yang ingin menjalaninkeyakinan ini. Maaf!" jawaban Ceasy masih kaku.
Mereka baru saja bertemu pagi setelah 14 tahun lamanya, saat itu Ceasy berusia 6 tahun saat di tinggal oleh Ae Ri.
"Aku malah tidak memiliki agama, aku juga hanya istri simpanan, yang harus melahirkan anak laki-laki. Tak memiliki hak juga untuk memiliki anakku sendiri, nama orang tuannya juga suami dan istri pertamannya, aku enggak berguna Ceasy." Cerita Ae Ri menyentuh hati Ceasy.
"Maksut kakak? Gu (nama anak Ae Ri)?" tanya Ceasy.
__ADS_1
Ae Ri mengangguk, Ae Ri juga berencana ingin membawa Gu keliar negri dan hidup berdua saja. Tetapi dengan keadaan yang seperti itu, Ae Ri takut jika ia tidak bisa menjamin masa depan Gu di luar negri sana.