Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Kejahilan Airy


__ADS_3

Kabir menjelaskan, jika nama Al Jazeera itu sebenarnya untuk anak perempuan. Dahulu, buyut Kabir tidak tepat menempatkan nama itu, karena menyukai nama itu. Malah, oleh Kyai Mahfud di pakai juga untuk menamai Ikhsan dan Ruchan.


Begitu juga dengan Ikhsan dan Ruchan, yang menamai Ilham, Kabir dan Syakir dengan nama belakang itu. Baru Jamil, dan Ceasy mengerti hal itu.


Tak terasa sudah tiga hari Ceasy dan Baby Hamdan di rumah sakit. Sore ini, mereka sudah di perbolehkan pulang. Kabir dan Jamil menjemput Ceasy, sedangkan Yoona dan dua ciwi-ciwinya sedang mempersiapkan penyambutan selamat datang kerumah untuk Ceasy dan Baby Hamdan.


"Wahh aku rasa warna biru ini cocok untuk baby Ham Ham. " Tutur Tae.


"Hey, sekali lagi sebut Ham Ham, aku poles kepala mu, panggil Hamdan. Atau kalau sulit bisa kau panggil dia Putra," tegur Yoona.


"Kak Yoona galak, lucu tau Ham Ham." ucap Tae.


"Iya Kak, kenapa tidak boleh sih?" tanya Zoe.


Jika Yoona sudah menyipitkan matanya, jangankan Tae dan Zoe, Jamil dan Kabir saja sudah tidak bisa mengelak apa yang dikatakan oleh Yoona.


Kedatangan keluarga besar Kabir juga menambah suasana hangat di dalam rumah itu. Yoona memperkenalkan keluarga Kabir dengan Tae dan Zoe. Saat Yoona ingin memperkenalkan Keny, tiba-tiba ia teringat masa lalu yang menyakitkan hatinya.

__ADS_1


"Apa kabar Yoona?" tanya Keny mengulurkan tangannya.


"Alhamdulilah aku sangat baik, dimana istrimu? " balas Yoona menjabat tangannya.


"Dia tidak ikut, ada keperluan yang harus dia selesaikan." Jawab Keny.


Kehangatan itu, tidak lengkap. Masih ada Syakir, Balqis, Akbar dan Fatim yang belum ikut berkumpul. Mereka semakin disibukkan dengan urusannya masing-masing. Tidak lama setelah itu, tibalah Ceasy, Kabir dan Jamil ke rumahnya. Tentu saja dengan baby Hamdan.


"Assalamu'alaikum, " Salam Kabir.


"Wa'alaikumsalam."


Baby Hamdan tetap saja tidur nyenyak, bahkan dengan keributan Aminah dan Yusuf saja ia masih tidur nyenyak.


"Airy, tolong jaga adeknya dulu ya, tante mau ambil kue buat semuannya." Perintah Ceasy.


"Cepat! Sebelum bayinya aku tengkurapin nanti, " teriak Airy.

__ADS_1


"Ya jangan dong, jagain bener-bener loh ya! " Seru Ceasy.


Sementara Ceasy pergi, Airy terus menoel-noel pipi Hamdan. Bahkan ia menjadikan Hamdan bonekanya, dengan mengangkat lengannya. Aisyah yang melihat itu langsung menepis tangan Airy.


"Kamu apain baby Hamdan!" tepis Aisyah.


"Dia ajak joget tadi Mi," Jawab Airy seenaknya.


"Usil banget sih kamu, ini masih bayi, tulangnya masih rentan, jangan diangkat-angkat gitu." Aisyah menasihati Airy.


"Orang bayinya yang ajak joget tadi Mi, nggak percayaan sih." Yang seharusnya kesal Aisyah, ini malah Airy balik kesal kepada Aisyah.


Saat semua bercengkrama dan makan-makan bersama, Airy ikut Zoe menyiapkan minumnya. Airy ini lebih pintar bahasa Inggris di bandingkan dengan Raihan. Dengan kejahilan Airy, ia lebih menjadi pemberani dari pada Raihan. Airy meminta Zoe untuk mengambilkan teh hijau, dengan sengaja Airy menukar gula dengan garam, tak tau jika itu haram, Zoe memasukkan kedalam tehnya lumayan banyak.


Airy menahan tawa, bahkan tahu bulat yang isi sambal saja, ia tambahin cabe di dalamnya. Dan sengaja memberikan tahu itu kepada Jamil, seketika Jamil kepedesan karena makan cabe, di berikan nya teh asin itu oleh Zoe.


"Airy!! Pak Lek yakin ini perbuatanmu!!" kesal Jamil.

__ADS_1


Mendengar kejahilan Airy, Aisyah langsung menarik telinganya, dan menyuruh Airy untuk meminta maaf kepada Jamil dan semua orang karena telah mengganti gula dengan garam. Bahkan, Zoe sampai malu karena ia merasa bersalah.


__ADS_2