
Mereka pun berciuman mesra, tangan Kabir itu meraih selimut dan menutupi seluruh tubuh mereka berdua, lalu dilepasnya jilbab kasih, dihembuskan nya doa-doa diubun-ubun Ceasy. Lalu, tangan Kabir turun ke kancing kemejanya, satu persatu kancingnya mulai terlepas, kemudian, kaki Kabir menarik celana Ceasy menggunakan ibu jari kakinya dari bawah. Begitu juga dengan Ceasy yang mulai nakal tangannya. Saat adegan itu mulai panas, tiba-tiba Nani dan Yumna sudah pulang, adegan itu pun terpaksa harus tertunda terlebih dahulu, antara Kabir dan Ceasy harus keluar dari kamar untuk menyuruh Nani beristirahat di kamar Yumna.
" Biar aku aja yang keluar, berhubung aku belum lepas semua bajunya, jadi biar aku aja yang keluar. Kamu di sini aja dulu, nanti kita harus lanjutkan olahraga kita yang tertunda ini, Oke baby! " ucap Kabir.
Kabir keluar dari kamar, ternyata Yumna dan Nantinya sedang bermain di depan TV, ia sedang memijat-mijat kakinya. Ceasy ternyata sudah selesai berpakaian, ia pun juga keluar dari kamar.
"Kalian darimana saja? " tanya Ceasy mengagetkan Nani.
"Ah nyonya, kami sedang mencari jajanan ini, saya sudah mencari kemanapun juga, tapi tidak menemukan makan ini. Jenisnya saja, saya baru melihat pertama kali ini, maafkan saya Tuan, saya tidak menemukan jajanan itu, " kata Nani memberikan daftar belanjaan yang diberikan oleh Kabir.
Melihat nama jajanan itu, Ceasy semakin heran saja sama suaminya itu, Ceasy pun kasihan dengan Nani, klau menyuruhnya untuk istirahat dikamar Yumna, tentu saja Nani nya sangat berterima kasih, ia pun membawa Yumna masuk dan istirahat dikamar.
__ADS_1
Setelah Nana dan Yumna masuk,
"Apa-apakan ini? Kek gini mana ada di Korea bambank! " kesal Ceasy.
"Aku ingin agar dia lama keluar rumahnya, hehehe" jawab Kabir.
"Pensiunan tentara pun bisa ngerjain anak orang seperti ini? Ya Allahu Ya Kariim, duh Gusti, " Ceasy menepuk jidatnya.
Mereka berdua pun melanjutkan aktivitasnya yang tertunda, di siang bolong, bahkan sampai 2x melakukannya. Setelah kelelahan, Kabir pun tertidur pulas, Ceasy bergegas mandi dan hendak memasak makan siang untuk orang dirumah, tentu saja untuk Hamdan yang sebentar lagi pulang sekolah.
Sebelum memasak, Ceasy memastikan dulu jika Yumna baik-baik saja, bahkan ia juga arin di dengan putri bungsunya itu. Si Nani malah sedang tidur pulas, dan Yumna malah asik bermain dengan tangannya. Ceasy tidak tega membangunkan Naninya, ia pun membawa Yumna bersamanya.
__ADS_1
15 menit berlalu, semua masakan sudah siap, bahkan Yumna sudah makan siang terlebih dahulu. Naninya Yumna bingung saat bangun tidur, ia tidak menemukan Yumna di manapun juga. Ia pun segera keluar dan mencari Yumna.
Kleeekk....
Suara handle pintu terdengar, Nani Yumna melihat, Ceasy sedang menyuapi Yumna, Naninya menjadi tidak enak, ia terus saja meminta maaf dan terus meminta maaf.
"Hey, bangunlah, kau sudah lelah tadi berjalan kaki mencari makanan itu, jadi tidak apa-apa kamu istirahat. Kenapa sebentar sekali tidurnya, sana lanjutkan. Tapi sebelum itu, kau makanlah dulu ya, aku sudah masak untuk orang rumah, " kata Ceasy.
"Tidak nyonya, saya tidak enak jika makan di rumah nyonya, nanti saya akan membelinya diluar, " tutur Nani.
"Kok gitu, makanlah! Anggap saja kami ini keluargamu, oh ya, kau ada kuliah siang kan? Cepat makan, dan segera siap-siap kuliah ya, "
__ADS_1
Naninya Yumna sangat terharu mendengar pengertian dari Ceasy, selama ia mencari pekerjaan paruh waktu, baru kali ini ia diperlakukan sangat baik. Bahkan tidur saja tidak dimarahi, sebelumnya, ia sering kelelahan menjaga bayi seseorang, cuma mata terpejam sajam, ia sudah di marahi habis-habisan.