Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Perlahan....


__ADS_3

Setelah sholat subuh, Gu dan Hamdan mengajak Kabir untuk jalan-jalan sebentar. Mereka keliling pesantren dan keliling seputar luar pesantren. Banyak yang mereka bicarakan.


"Kamu harus lebih belajar lagi bahasa Indonesia nak, nanti Ayah sama Kakakmu ini nyang ngajari, iya nggak Gu? " tutur Kabir.


"Asiap santuy Yah! " jawab Gu.


"Hahaha aku tiba-tiba punya anak, pasti aku sayang sama mereka dulu, buktine, kabeh Don perhatian karo aku! Ahhhh aku memang Ayah terbaik hahaha, geli. " batin Kabir.


Mereka pun meneruskan langkahnya sampai ke penjual bubur, lalu membeli bubur ke penjual langganan itu.


"Wahhh Mas Kabir udah sembuh yaa, Alhamdulillah, kapan balik lagi ke Koreanya? Pasti pernah ketemu sama Lee Min Hoo ya hehehe" kata penjual bubur itu.


"Ke Korea? Lee Min Hoo? " tanya Kabir masih bingung.


Gu dan Hamdan mengedipkan matanya, memberi tanda untuk mengiayakan pertanyaan penjual bubur itu.


"Ah iya, paling besok baliknya, kalau ndak kesiangan hahaha," jawab Kabir ngawur.

__ADS_1


"Aku ini nganu kok, seneng karo sek main pilem Fated lope yu hehehe" kata penjual bubur itu.


"Fated love you? Itu kan bukan Lee Min Hoo Pak! " kata Kabir.


"Yo setahu ku, semua pemain nya namanya Lee Min Hoo hehehe, pokok ke Lee Min Hoo itu seinget nama nya. " kata Penjual bubur tak mau kalah.


"Yo wis lah Pak, asal kau bahagia aja lah. Suka-suka wes, penting cepetan buat bubur nya ya hehehe" kata Kabir.


Gu dan Hamdan hanya tertawa melihat kelucuan penjual bubur dan Ayahnya itu. Sepanjang perjalanan pulang, Kabir menceritakan saat dirinya masih kecil hingga menjadi Abdi Negara.


Dimana saat kecil ia sering menjadi bahan bullyan karena fisiknya yeng gembul, penakut dan sering ngompol di kelas. Berbeda dengan Akbar, yang satu sekolah dengannya, ia malah menjadi idola sekolah, bukan hanya idola teman perempuan, melainkan idola para guru juga.


"Heeee jangan salah, Ayah ini olahraga mati-matian agar bisa masuk kepelatihan tau. Ya walaupun begitu, Ayah tak pernah sirik atau iri sama Om Abang kalian. Bagaimanapun juga dia kan Abangnya Ayah, harus hormati dia gitu." kata Kabir.


"Om Abang? " tanya Gu.


"Kalian panggil dia Om Abang, sama kek Airy dan saudara-saudara kalian manggil. Dah yuk cepat, keburu Uti dan Ibu kalian masak nanti. " ucap Kabir.

__ADS_1


Disisi lain, Yoona dan Jamil sampi juga di Jogja. Tetapi, sebelum kerumah Kabir, mereka mampir dulu kerumah Jamil. Berhubung hubungan Yoona dan Ibu Jamil sudah membaik, dan mereka sudah mendapat restu, kepulangan kali ini mereka bukan hanya sekedar menengok Kabir, melainkan juga akan mengadakan pernikahan juga.


Dirumah Kabir,


"Lah kok beli bubur sih? " tanya Leah.


"Abi yang minta, ayo sarapan semuannya. Abi mana Ma?" tanya Kabir tengah sibuk membagi-bagikan buburnya.


"Abi disini, asyik nih. Bubur kesukaan Abi ini, mana Bir, sini, sini, " kata Ruchan langsung duduk di kursi.


Ceasy dan Leah kesal, mereka sudah capek-capek memasak, malah Kabir membeli bubur. Saat Leah ngomel-ngomel tidak jelas, ada bunyi bel rumah dan suara ketukan pintu.


"Siapa itu? Tumben nggak ngucapin salam, " kata Leah.


"Aku yang buka aja Uti. " kata Hamdan turun dari kursinya.


"Ahh si cakep Hamdan, pinter banget sih. " Leah sangat sayang kepada Hamdan,

__ADS_1


Saat membuka pintu, Hamdan tidak menyangka, bahwa yang datang adalah Arnold, Tae dan Zoe, mereka juga nampak kelelahan. Segera Hamdan meminta mereka untuk masuk dan memanggil orang rumah.


__ADS_2