
semua berkumpul di restoran, menu santapan malam juga sangat menggiurkan, semua bisa menghangatkan tubuh, saat musim dingin seperti itu. Koki khusus malam itu adalah Jamil, dan yang merias tempatnya adalah Yoona, mereka sangat antusias ingin memberikan kabar gembira itu.
Ting...Ting......
Jamil memukul gelas menggunkan sendok untuk membuat tenan semua orang yang disana. Ia hendak mengumumkan hubungan mereka berdua.
"Semua nya dimohon untuk duduk ya, aku dan Yoona ingin memberitahukan.... emm Yoon! Mulutku kaku koyo sapu dok eh, ra iso ngomong Inggris lancar. Bantulah!" Kata Jamil.
"Udahlah, kita makan dulu saja, sudah mulai mengigil ini tubuh kita." Teriak Tae.
"Emm waton wae!" ujar Jamil.
"Apa itu waton?" Tanya Zoe.
"Akujuga tidak tau, bahasa daerah dari Indonesia itu," tutur Tae.
__ADS_1
Semua nya kembali diam, akhirnya Jamil dan Yoona mengungkapkan hubungan yang mereka jalin selama ini, banyak dari beberapa karyawan yang kaget mendengarnya. Pasalnya, Yoona sudah sangat lama hidup mandiri, sendiri, dan jarang membuka hati untuk laki-laki manapun, setelah mundur dari Keny.
Tentu saja Kabir dan Ceasy sangat bahagia dengan apa yang terjadi diantara mereka. Akhirnya, sahabat sekaligus tempat curhat Ceasy sejak dulu memiliki pacar juga. Yoona dan Jamil juga mengatakan jika mereka akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius jika mereka berjodoh.
Acara makan-makan pun dimulai, mereka mulai memakan sambil bersuka ria, menikmati tahun baru bersama-sama. Sedangkan Kabir dan Arnold malah sedang membahas hal penting tentang Siska yang kini berada di tahanan.
"Bagaimana menurutmu? Apa hukuman yang pantas untuknya? 7 tahun penjara atau tidak keringanan Kabir?" Tanya Arnold.
"Itu sudah cukup baginya, aku tidak ingin menaruh dendam yang berkelanjutan antara kami nanti." jawab Kabir.
Ronde pertama malam itu dumulai,
Malam itu Kabir dan Ceasy sudah sampai di apartemennya, mereka pulang lebih awal, karena Kabir sudah merasa tidak nyaman melihat semuanya mabuk, hanya Ceasy, Jamil, Yoona dan dirinya yang tidak mabuk sama sekali. Lalu, sampai di apartemenya, Kabir meminta Ceasy untuk segera mandi dan langsung istirahat.
Airy menurut saja, karena memang badannya sudah gatal dan lengket, ketika Ceasy membuka seluruh pakaiannya, Kabir masuk ke kamar mandi dan memeluk tubuh Ceasy yang sudah tanpa busana. Kabir memberi kode kepada Ceasy, awalnya Ceasy masih polos, namun mereka ini sama-sama mesum, jadinya tetap ada keserasian diantara mereka.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya ceasy.
"Emm, emm" kode Kabir.
"Jadikan?" Tanya Ceasy.
"Memang sudah siap jadi Ibu?" tanya Kabir kembali.
"Insyaallah, aku mandi dulu, setelah itu Kak Kabir, baru kita tempur, bagaimana?" Tanya Ceasy.
"Haih, kamu ini ya, nggak jual mahal sama sekali ih. Aku sudah terlanjur basah, mau mandi sekalian saja lahh. Kamu segera mandi, hadap sana! Aku mau mandi disini saja!" Kabir berubah nada bicara.
Selesai mandi, mereka memulai adegan biru itu lagi, tidak hanya sekali dua kali. Malam itu, memang seharusnya Kabir menuruti apa yang Ceasy mau, dengan doa dan berusaha, psati Ceasy dan Kabir akan segera menyusul Syakir dan Balqis untuk memiliki keturunan.
Kalian bayangin sendiri saja ya, takut melanggar norma aku hehehe.
__ADS_1