Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Berlalu....


__ADS_3

Hari demi hari sudah Kabir dan Ceasy lewati di Jogja, kini mereka akan kembali ke Korea, agar ingatan Kabir segera pulih. Kenangannya yang di Jogja sudah ia pulihkan, ia juga sudah ingat jika Anak-anak nya itu adalah anaknya.


Namun, ia belum ingat jika Ceasy adalah istrinya, dirinya masih geli jika harus mengingat, ternyata adik ku adalah istri dan ibu dari anak-anakku. Tetapi, sebelum mereka kembali, mereka akan menghadiri acara pernikahan Yoona dan Jamil terlebih dahulu. Setelah menjalin hubungan hampir 8 tahun, kini akhirnya mereka melangkah ke jenjang pernikahan, tak ada satupun sanak saudara Yoona yang datang, hanya ada Rifky, sahabatnya yang datang.


"Ternyata, perawan tua gue udah berani nikah nih?" goda Rifky.


"Gue tampol lu Ky," kesal Yoona.


"Eh, Pak Bos, sekarang dia udah tidak perawan tua lagi, karena mulai hari ini, dia adalah istri dari seorang Jamil hehehe, " sahut Jamil.


"Serah lu, gue mau makan dulu, laper tau. Hebat nih, gedungnya oke! Hahaha makasih udah katering punya gue hahaha. Nikmati alurnya yaa. " kata Rifky melanjutkan langkahnya ke tempat makanan.


"Rada-rada dia, aku yakin semalem nggak di kasih jatah, hahaha dah tua sih!" Gumam Jamil.

__ADS_1


Acara pernikahan Yoona dan Jamil berjalan dengan lancar, bahkan hampir semua tamu juga datang, kecuali Adam dan Airy, mereka sudah kembali ke pesantrenan Adam, jadi tidak hadir, karena Airy juga sedang tidak enak badan.


Dikursi lain, Kabir memangku Yumna dan duduk di samping Gu, ternyata ada salah satu teman dulu SMA yang mengenalinya, ia juga hadir di acara pernikahan itu.


"Hei, kamu Kabir kan? Si gembul di kelas? " tanya pria itu.


"Iya, ohh kamu dulu yang sering membully ku, katamu aku ndak akan memiliki istri cantik to? " kata Kabir.


"Nih anak ku aku sudah tiga. Ini anak pertamaku, namanya Gu, ini anak ketiga ku, namanya Yumna. Dan..... nah itu, istri dan anak kedua ku, namanya Ceasy dan Hamdan. Kamu mana? " tanya Kabir bangga..


Opo koe? Heh, sik mbok bully dulu, anaknya cakep-cakep, istrinya juga cantik. Hahaha aku kok, walaupun cuma guyonan, tapi guyonan mu itu membekas dihati. Sakit tau!


"Hehe, aku belum nikah Bir, masih pengen sendiri, anak-anakmu cakep ya, seperti orang Korea. " ujar pria itu.

__ADS_1


"Umurmu semono isih jomblo? Ya Allah ya Karim, sik sabar yoo." kata Kabir menepuk bahu pria itu.


"Yo jelas anakku seperti orang Korea, lha Ibunya orang Korea tulen kok, hehe nak salim nak. " kata Kabir meminta Gu bersalaman dengan pria itu.


Setelah bersalaman dengan Gu, pria itu pun pergi dengan alasan ingin menyalami pengantin. Kabir ingat sekali, pria itulah yang sering membully nya saat di kelas. Bahkan, Akbar pernah berkelahi dengannya karena lisannya yang buruk.


Biasnaya, korban bullying  bisa mengalami cedera fisik, gangguan emosi, bahkan bisa berujung kematian. Korban bullying berpotensi rentan terhadap gangguan kesehatan mental, sakit kepala, dan dalam jangka panjang dapat merusak kepercayaan diri korbannya.


"Ayah korban Bully? " tanya Gu.


"Iya Nak, dulu Ayah ini gendut sekali, sering dikata-katain, mana yang bilang gempa lah saat Ayah berlari, saat ikut acara-acara selalu di hina tukang ngabisin makan, menghalangi pemandangan. Dan masih banyak lagi lah," jawab Kabir.


Mungkin bagi orang gendut, semua itu adalah kenyataan, tetapi, lebih baik jaga lisannya. Karena maupun itu guyonan, kata-kata seperti itu bisa menusuk hati, dan bahkan bisa membuat hatinya sedih, dan merasa tidak percaya diri. Kabir bisa tahan dengan semua itu, karena dia dilatih memiliki mental baja oleh Mama dan Kakaknya. Walaupun, ia masih sedih jika teringat kejadian saat dirinya menjadi korban bully.

__ADS_1


__ADS_2