Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Perdebatan kecil.


__ADS_3

Malam sunyi, suara detak jam, membuat Ceasy tidak bisa tidur. Ia hanya membolak balikkan badannya sejak merebahkan tubuhnya, ia merasa iri kepada Balqis, karena Balqis sudah hamil, sedangkan dirinya belum.


"Ceasy, tidur! Aku sedang mencoba untuk tidur." Kesal Kabir.


"Nggak bisa tidur," Ceasy menoel-noel pipi Kabir.


"Ceasy, jangan ganggu ah, aku tuh ngantuk. Besok aku harus ke pelabuhan, butuh waktu 3 jam sampai kesana, jadi kumohon jangan ganggu aku!" kata Kabir.


"Tidur ya tidur saja ih," kata Ceasy.


Kabir membalikkan badannya. Tetap saja Ceasy usil, sehinhga membuat Kabir tidak bisa memejamkan matanya.


"Aghhhhh" teriak Ceasy.


"Astaghfirullah hal'adzim, Ya Allah Ya Rabb, Ceasy!" kesalah Kabir, menyumpal mulut Ceasy menggunakan selimut.


"Ihh, suami dzolim ah," kata Ceasy mencubit lengan Kabir.

__ADS_1


"Bodo" jawab Kabir.


"Kenapa sih? Tolonglah, aku mau tidur Ceasy yang manis, Kang Mas bobok cantik dulu ya, jangan ganggu." Tutur Kabir menarik dagu Ceasy.


Ceasy pun bercerita kenapa dirinya tidak bisa tidur, ia masih kefikiran dengan kehamilan Balqis, dan kenapa dirinya juga belum hamil. Pdahal pernikahan mereka tidak berselang lama.


"Rezeki, mau, jodoh, semua itu sudah ada yang ngatur Ceasy. Yang penting kita kan sudah berusaha, kalau Allah belum kasih mau bagaimana lagi?" tanya Kabir.


"Berusaha apa kalau melakukannya hanya sekali!" Ceasy memonyongkan bibirnya.


Melihat Ceasy cemberut, Kabir langsung mencium bibir Ceasy. Kabir juga langsung menugupi dirinya menggunakan selimut.


"Aku hanya menikmati fasilitas geratis yang sudah di sediakan kok," jawab Kabir.


"Tidurlah, besok kamu intervew kan? Bukankah itu perusahan yang kamu impikan? Jadi siapkan tubuhmu agar fit besok pagi, tidurlah Ceasy!" Sambungnya.


"Peluk...." kata Ceasy manja.

__ADS_1


Kabir pun memeluk Ceasy, mereka pun tidur dengan berpelukan. Ketika Ceasy sudah mulai tertidur lelap, Kabir terbangun, ia juga menginginkan seorang anak, tetapi waktunya juga belum tepat jika Ceasy harus menjadi ibu di tahun depan.


Yang Kabir mau adalah, memberikan kesempatan Ceasy untuk bisa merasakan kebebasan sebelum memberinya tanggung jawab seorang ibu, tidak ada kata menunda, tetapi jika belum diberikan itu adalah yang terbaik.


Setelah sholat subuh, Kabir tidak tidur lagi, karena ia akan ke pelabuhan, jadi ia ingin berangkat lebih pagi. Melihat Ceasy yang setelah sholat langsung tidur lagi, ia pun menarik selimutnya.


"Aa Kak Kabir ah, aku masih ngantuk tau!" kata Ceasy merapikan selimutnya dan menyelimuti dirinya.


"Bangun ah, aku berangkat sebentar lagi. Sebentar lagi Jamil dan Yoona juga kemari, buatkan mereka sarapan ya, aku mau mandi dulu, mereka udah di bawah soalnya." Kata Kabir.


"Apa untungnya buatku? Mereka kan sudah seperti keluarga, biar ngambil sendiri lah," jawab Ceasy malas-malasan.


"Aku akan menganaki mu."Ucap Kabir sambil menahan tawa.


"Hishh, itu boleh lah. Besok malam tahun baru, kita tempur di malam itu Ok, aku segera kedapur." Ceasy langsung bangun dan semangat.


Kabir kadang suka sifat ke kanak-kanakannya Ceasy, tetapi tidak dengan rasa cemburu nya. Ia kadang pusing sendiri harus momong Ceasy seperti itu, tetapi dengan sabar ia akan merubah sifat Ceasy menjadi lebih dewasa.

__ADS_1


Dibawah Jamil dan Yoona sudah menunggunya, karena Kabir meminta mereka naik, akhirnya mereka pun naik. Hubungan mereka juga makin lama makin membaik, belum ada ikatan, tetapi jika dilihat, mereka sangat romantis dan saling melengkapi.


__ADS_2