
Pelukan itu merambat dalam sebuah ciuman hangat, malam tahun baru mereka dihabiskan dikamar berdua saja. Ciuman hangat itu turun menjadi sebuah kenikmatan, bersatunya hasyrat yang sudah di pendam sejak pertama kali mencobanya. Desahan demi desahan berirama malam itu, saking menikmatinya, Kabir lupa jika mereka harus menunda untuk memiliki seorang bayi lebih dini, tetapi semua itu sudah terjadi, bagaimana pun hasilnya nanti, Kabir akan menerima dengan ikhlas hati.
Dimalam tahun baru Jamil, ia menghabiskan waktu dengan Yoona dan beberapa temannya yang sedang mabuk berat. Yoona mencarikan taksi untuk beberapa temannya itu, lalu menghabiskan malam bersama Jamil di Sungai Han dengannya.
"Kamu yakin melepaskan mereka gitu saja?" Tanya Jamil.
"Ini Korea Bung, sudah biasa seperti ini, ayo ku ajak kau kesuatu tempat." Ajak Yoona.
Sampailah mereka ke Sungai Han.
"Masya Allah, indahnya pemadangannya, hehehe kelap kelip koyo lambu tumberl e Yoon, apikke jan ra nguati temen Masya Allah," Kata Jamil takjub.
__ADS_1
"Kamu ndak minum-minum seperti mereka Yoon? Kamu udah lama kan disini?" tanya Jamil.
"Aku? Minum? hahah ya enggak lah Mil, aku masih tau adab agama. Makan saja aku jaga, kenapa harus minum alkohol? Aku memang sudah belasan tahun disini, tapi aku masih tau lah adat, budaya dan keragaman lain dari negara sendiri, bahasa jawa saja aku masih fasih kok." Jelas Yoona.
"Kalau gitu, mau ndak jalani masa tua bersamaku? Aku memang ndak punya harta melimpah seperti keluaga Kabir, tapi Insyaallah, aku bisa melengkapi kesendirianmu dan........" Jamil gugup gaes.
"Iya! Kita coba ya dulu, aku juga ingin membuka hati untukmu. Kita belajar saling mencintai, saling melengkapi dan saling ada satu sama lain, walaupun kamu berondong buatku hahaha." Jawab Yoona.
Tahun Baru pertama Kabir di Korea, dan pertama untuk Ceasy yang baru menikah. Setelah sholat subuh, mereka memasak sarapan untuk mereka berdua. List untuk jalan-jalan hari itu juga sudah di buat oleh Ceasy, ia meminta satu hari dari Kabir menikmati indahnya tahun baru di Korea.
"Pakai baju putih kamu malah lebih bagus Ceasy, gantilah, kau terlihat tua mengenakan baju itu." Goda Kabir.
__ADS_1
"Iya kah? Ini baju pemberian Kak Ais saat kami berlibur ke Singapura waktu itu," jawab Ceasy cemberut.
"Udah lama dong, kenapa aku belum pernah lihat?" Tanya Kabir.
"Memang apa yang pernah kau lihat dariku? Aku kan hanya anak kecil saja bagimu." Kesal Ceasy.
Kabir mendekati Ceasy, memeluknya dari belakang dan mencium lehernya. saat itu, Ceasy belum memakai hijab, jadi ciuman itu nampak nyata di leher Ceasy. Tangan Ceasy mengepal, jantungnya berdebar hebat, fikiran kotor Ceasy mulai timbul, dalam fikirannya, pasti Kabir akan melakukannya lagi, ternyata Kabir hanya ingin melepas kancing belakang baju Ceasy.
"Jangan mikir aneh-aneh deh. Cepat ganti baju, aku nggak suka kamu pakai baju ini, biarpun itu dari Kak Ais sekalipun!" Kata Kabir
"Hatcuuuu," dari jauh sana Aisyah bersin.
__ADS_1
Melihat tatapan tajam Kabir, Ceasy langsung masuk ke kamar dan berganti pakaian. Ia memakai dengan apa yang Kabir ingin, baju putih dan rok abu-abu, hijab putih dan sepatu putih. Kabir sangat suka jika melihat Ceasy mengenakan style itu.